- Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menunda ultimatum terhadap Iran terkait pembukaan Selat Hormuz hingga awal April.
- Trump mengancam akan melumpuhkan infrastruktur vital Iran secara militer jika tuntutan pembukaan selat tersebut tidak segera dipenuhi.
- Pemerintah Iran menolak proposal gencatan senjata Amerika Serikat karena merasa tidak lagi percaya dengan kredibilitas negosiasi Washington.
Suara.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menunda tenggat ultimatum terhadap Iran terkait pembukaan Selat Hormuz dan kesepakatan damai.
Penundaan terbaru dari Senin ke Selasa ini menambah daftar panjang ancaman yang berujung penjadwalan ulang kesepakatan damai.
Trump sebelumnya menetapkan batas waktu 23 Maret, namun terus bergeser dalam beberapa pekan terakhir.
Di satu sisi, Trump melontarkan ancaman keras, tetapi di sisi lain mengklaim negosiasi berjalan positif.
“Iran harus membuka Selat Hormuz sepenuhnya dalam 48 jam, atau kami akan menghancurkan pembangkit listrik mereka,” tulis Trump dalam pernyataan sebelumnya.
Namun, hanya beberapa jam sebelum tenggat, ia justru menunda serangan selama lima hari karena pembicaraan disebut produktif.
Pada 26 Maret, Trump kembali memperingatkan bahwa waktu hampir habis.
“Tidak akan ada jalan kembali, dan itu tidak akan indah,” katanya, sebelum lagi-lagi memperpanjang tenggat hingga awal April.
Puncaknya, Trump mengeluarkan pernyataan bernada ancaman dengan ultimatum terakhir pada Selasa pukul 20.00 waktu AS, “Buka Selat itu, atau kalian akan hidup dalam neraka,” tulisnya.
Baca Juga: Iran Ancam Hancurkan Kilang Minyak Arab Jika AS dan Israel Terus Nekat Mengganggu Infrastruktur
Ia juga mengklaim memiliki rencana militer besar untuk menyerang Teheran.
“Seluruh negara bisa dilumpuhkan dalam satu malam. Kami bisa menghancurkan setiap jembatan di Iran sebelum tengah malam,” ujarnya.
Sementara itu, Iran menolak proposal gencatan senjata terbaru dan menyatakan tidak lagi mempercayai Washington.
“Kami hanya menerima akhir perang dengan jaminan tidak akan diserang lagi,” kata perwakilan diplomatik Iran dilansir dari PBS.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal PBB António Guterres turut mengingatkan bahwa serangan terhadap infrastruktur sipil melanggar hukum internasional.
Namun, Trump menegaskan ia tidak khawatir sama sekali terhadap tuduhan kejahatan perang.
Kontributor: Adam Ali
Berita Terkait
-
Iran Tegaskan Kekuatan Penuh Jika Amerika Salah Langkah Selama Masa Gencatan Senjata
-
Politisi Demokrat Dorong Pemakzulan Donald Trump dan Menteri Perang AS
-
Trump Ancam Musnahkan 'Satu Peradaban' di Iran, Wapres AS Buru-buru Meluruskan
-
Pejabat Israel Akui Mojtaba Khamenei Masih Hidup dan Berada di Kota Ini
-
Trump Tunda Serangan ke Iran Selama 2 Minggu
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke
-
Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen
-
Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya
-
Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan
-
22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing
-
Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan
-
Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut
-
Prabowo Tak Main-Main! Bidik 4 Korporasi di Balik Karhutla Kalimantan, Izin Bakal Dicabut
-
Aktivis Pati Kembali ke Jakarta, Siapkan Massa untuk Aksi 27 Agustus di DPR RI
-
Presiden Prabowo Subianto Bakal Sikat Korporasi Pembakar Hutan Kalimantan