News / Internasional
Rabu, 08 April 2026 | 09:46 WIB
Fakta Kim Ju Ae, Remaja Putri 13 Tahun Calon Penerus Kim Jong Un (Korea JoongAng)
Baca 10 detik
  • Putri Kim Jong Un, Kim Ju Ae, semakin sering tampil dalam acara kenegaraan sejak tahun 2022 guna mengisyaratkan suksesi.
  • Aktivitas publik Kim Ju Ae dinilai sebagai strategi jangka panjang untuk memperkenalkan calon penerus kepada rakyat dan sekutu.
  • Tradisi patriarki dan syarat keanggotaan partai menjadi hambatan serius bagi Kim Ju Ae dalam mencapai posisi pemimpin tertinggi.

Suara.com - Kemunculan publik Kim Ju Ae, putri pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, semakin sering dan memicu spekulasi bahwa ia tengah dipersiapkan sebagai penerus kekuasaan.

Kim Ju Ae, yang diperkirakan berusia 13–14 tahun, pertama kali diperkenalkan ke publik pada 2022 saat uji coba rudal balistik antarbenua.

Sejak itu, kehadirannya melonjak drastis, bahkan muncul dalam berbagai acara resmi kenegaraan.

“Fakta bahwa Ju Ae tampil bersama Kim Jong Un dan ikut menjadi tuan rumah acara resmi menunjukkan arah menuju suksesi generasi keempat,” ujar analis Chan-il Ahn dilansir dari AA.com, Rabu (8/4).

Ia menilai pola ini bukan kebetulan, melainkan bagian dari strategi politik jangka panjang.

Pengamat lain, Park Won-gon, melihat indikasi tambahan dari interaksi Ju Ae dengan pejabat dan masyarakat.

“Ia berbicara secara mandiri dengan pejabat, menunjukkan kedekatan dengan rakyat. Ini adalah perilaku yang biasanya hanya dilakukan pemimpin tertinggi,” katanya.

Ju Ae juga mulai tampil dalam forum internasional, termasuk saat mendampingi ayahnya ke Beijing dalam parade militer.

Kunjungan ini dinilai sebagai langkah klasik dalam tradisi suksesi Korea Utara, yakni memperkenalkan calon penerus kepada sekutu utama seperti China.

Baca Juga: Kim Jong Un Tembak 10 Rudal Balistik saat Perang AS-Israel vs Iran Makin Panas

Namun, sejumlah hambatan besar masih menghadang.

Selain usianya yang belum memenuhi syarat untuk masuk Partai Pekerja Korea, faktor budaya patriarki dan dominasi elite militer menjadi tantangan serius.

“Sebagai perempuan di negara yang sangat maskulin, ini adalah hambatan besar,” kata Park.

Park menambahkan bahwa tanpa keanggotaan partai, Ju Ae tidak bisa memegang jabatan resmi apa pun.

Selain itu, struktur politik Korea Utara yang berpusat pada satu orang pemimpin membuat proses suksesi menjadi kompleks.

Tidak ada posisi nomor dua yang memungkinkan transisi kekuasaan berjalan bertahap.

Load More