- Putri Kim Jong Un, Kim Ju Ae, semakin sering tampil dalam acara kenegaraan sejak tahun 2022 guna mengisyaratkan suksesi.
- Aktivitas publik Kim Ju Ae dinilai sebagai strategi jangka panjang untuk memperkenalkan calon penerus kepada rakyat dan sekutu.
- Tradisi patriarki dan syarat keanggotaan partai menjadi hambatan serius bagi Kim Ju Ae dalam mencapai posisi pemimpin tertinggi.
Suara.com - Kemunculan publik Kim Ju Ae, putri pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, semakin sering dan memicu spekulasi bahwa ia tengah dipersiapkan sebagai penerus kekuasaan.
Kim Ju Ae, yang diperkirakan berusia 13–14 tahun, pertama kali diperkenalkan ke publik pada 2022 saat uji coba rudal balistik antarbenua.
Sejak itu, kehadirannya melonjak drastis, bahkan muncul dalam berbagai acara resmi kenegaraan.
“Fakta bahwa Ju Ae tampil bersama Kim Jong Un dan ikut menjadi tuan rumah acara resmi menunjukkan arah menuju suksesi generasi keempat,” ujar analis Chan-il Ahn dilansir dari AA.com, Rabu (8/4).
Ia menilai pola ini bukan kebetulan, melainkan bagian dari strategi politik jangka panjang.
Pengamat lain, Park Won-gon, melihat indikasi tambahan dari interaksi Ju Ae dengan pejabat dan masyarakat.
“Ia berbicara secara mandiri dengan pejabat, menunjukkan kedekatan dengan rakyat. Ini adalah perilaku yang biasanya hanya dilakukan pemimpin tertinggi,” katanya.
Ju Ae juga mulai tampil dalam forum internasional, termasuk saat mendampingi ayahnya ke Beijing dalam parade militer.
Kunjungan ini dinilai sebagai langkah klasik dalam tradisi suksesi Korea Utara, yakni memperkenalkan calon penerus kepada sekutu utama seperti China.
Baca Juga: Kim Jong Un Tembak 10 Rudal Balistik saat Perang AS-Israel vs Iran Makin Panas
Namun, sejumlah hambatan besar masih menghadang.
Selain usianya yang belum memenuhi syarat untuk masuk Partai Pekerja Korea, faktor budaya patriarki dan dominasi elite militer menjadi tantangan serius.
“Sebagai perempuan di negara yang sangat maskulin, ini adalah hambatan besar,” kata Park.
Park menambahkan bahwa tanpa keanggotaan partai, Ju Ae tidak bisa memegang jabatan resmi apa pun.
Selain itu, struktur politik Korea Utara yang berpusat pada satu orang pemimpin membuat proses suksesi menjadi kompleks.
Tidak ada posisi nomor dua yang memungkinkan transisi kekuasaan berjalan bertahap.
Berita Terkait
-
Redam Ketegangan, Presiden Korsel Lee Jae Myung Sampaikan Penyesalan kepada Korea Utara
-
Sinopsis The Koreans, Lee Byung Hun dan Han Ji Min Jadi Pasangan Mata-Mata Korea Utara
-
Efek Perang Iran: Kim Jong Un Makin Yakin Nuklir Adalah Kunci Selamat
-
Siapa 0,07 Persen Rakyat Korea Utara Pemberani yang Tolak Kim Jong Un?
-
Kim Jong Un Terpilih Lagi Jadi Presiden Korut, Sang Adik Hilang Misterius
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 7 Sunscreen Tone Up Terbaik untuk Kulit Kusam sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
Terkini
-
Butuh Kesempatan Kerja yang Setara, Fajeri di JobFair Jaksel: Padahal Difabel Ada yang Mampu Juga
-
Jelang Muktamar PBNU, Gus Ipul Tegaskan Tak Semua PWNU-PCNU Punya Hak Pilih
-
Saat Stadion Tak Lagi Ramai, DPRD Usul Lahan Kamal Muara Disulap Jadi SMA Negeri
-
Kasus TPA Jatiwaringin: Mengapa Kebakaran TPA Terus Berulang, Apa Sebenarnya Akarnya?
-
Viral Perempuan Disabilitas Melahirkan, Polisi Buru Terduga Pelaku Rudapaksa di Jagakarsa
-
Ancam Hak Tanah dan Kriminalisasi Warga Adat, UU KSDAE Digugat ke MK!
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
-
Melawan Vonis 10 Tahun, Nadiem Makarim Resmi Serahkan Memori Banding
-
Dilema Anak Muda RI: Tetap Ingin Menikah tapi Tercekik Beban Ekonomi dan Rumah Mahal
-
Kejagung Bongkar Akal-Akalan Ekspor Logam Tanah Jarang, Dua Pengiriman Diduga Sudah Lolos