- Presiden Donald Trump menunda pengeboman Iran dan sepakat merundingkan sepuluh tuntutan negara tersebut guna menghentikan permusuhan bersenjata.
- Trump mengancam menuntut pidana CNN karena menyiarkan laporan bahwa Iran telah meraih kemenangan besar atas Amerika Serikat.
- CNN membela kredibilitas pemberitaannya, menyatakan laporan tersebut diperoleh langsung dari pejabat resmi serta media pemerintah Iran.
Langkah Trump ini didukung oleh Ketua Komisi Komunikasi Federal (FCC), Brendan Carr, yang menyatakan di media sosial bahwa sudah "waktunya untuk perubahan" di CNN.
"Perilaku yang lebih memuakkan dari CNN. Berita palsu sudah cukup buruk bagi negara ini, tetapi menyebarkan tajuk utama hoaks di momen keamanan nasional yang sensitif seperti ini memerlukan akuntabilitas," tegas Carr.
CNN: Itu bukan berita palsu
Menanggapi serangan tersebut, CNN merilis pernyataan resmi yang membela kredibilitas laporan mereka. CNN menegaskan, kutipan tersebut diperoleh langsung dari pejabat Iran.
“Pernyataan yang dimaksud diperoleh CNN dari pejabat Iran dan dilaporkan di berbagai outlet media pemerintah Iran. Kami menerima pernyataan tersebut dari juru bicara resmi Iran tertentu yang kami kenal."
NY Times juga beritan yang sama
Menariknya, CNN bukan satu-satunya media yang melaporkan klaim kemenangan Iran.
The New York Times juga mengunggah laporan serupa, mengutip Dewan Keamanan Nasional Iran yang menyatakan kemenangan atas AS dan Israel setelah perang selama lima minggu.
“Dewan Keamanan Nasional Iran mengatakan dalam sebuah pernyataan, Iran telah menang, dan mengucapkan selamat kepada rakyat Iran atas perlawanan mereka dalam perang lima minggu dengan AS serta Israel. Mereka juga mengatakan AS telah menerima semua rencana perdamaian 10 poin Iran,” tulis The New York Times.
Baca Juga: AS Menyerah Usai 40 Hari Perang, Iran Deklarasi Kemenangan: Tapi Tangan Kami Masih di Pelatuk!
Media tersebut juga mencatat kontradiksi, di mana Trump hanya menyatakan bersedia mendiskusikan rencana 10 poin tersebut sebagai "dasar negosiasi," bukan menerimanya secara keseluruhan.
Dewan Keamanan Nasional Iran sendiri dalam kutipannya menyatakan, “Kami mengucapkan selamat kepada seluruh rakyat Iran atas kemenangan ini dan menekankan bahwa sampai detail kemenangan ini difinalisasi, keteguhan dan kebijaksanaan dari para pejabat serta pemeliharaan persatuan dan solidaritas di antara rakyat Iran tetap menjadi hal yang esensial.”
Perdebatan: Siapa yang Sebenarnya Menyerah?
Di dalam internal pemerintahan Trump, respons defensif juga muncul dari Direktur Komunikasi Gedung Putih, Steven Cheung, dan Sekretaris Pers, Karoline Leavitt.
Leavitt secara tegas menyatakan situasi ini adalah murni keberhasilan diplomasi Trump.
“Ini adalah kemenangan bagi AS yang diwujudkan oleh Presiden Trump dan militer kita yang luar biasa,” tulisnya di platform X.
Berita Terkait
-
AS Menyerah Usai 40 Hari Perang, Iran Deklarasi Kemenangan: Tapi Tangan Kami Masih di Pelatuk!
-
Pakar HI UGM: Gencatan Senjata AS-Iran Buktikan Donald Trump 'Chicken Out'
-
Harga Minyak Dunia Nyungsep usai Trump Tunda Serang Iran, Bagaimana Nasib Harga BBM Hari Ini?
-
90 Menit yang Menentukan! Trump Tak Jadi Pakai Senjata Nuklir ke Iran karena Ditekan?
-
Khawatir dengan Ucapan Trump, PBB: Seluruh Dunia Mungkin Terdampak Konsekuensinya
Terpopuler
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 5 Serum Penumbuh Rambut Terbaik untuk Rambut Menipis dan Area Botak
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Terdakwa Militer Dituntut Ringan, Keluarga Kacab BRI Gugat Pasal Peradilan Koneksitas ke MK
-
Hujan Lebat Disertai Petir Ancam Akhir Pekan Warga Jakarta Selatan dan Timur Jelang Petang
-
Program MBG Serap 1,28 Juta Tenaga Kerja, Ribuan UMKM hingga Peternak Ikut Kecipratan
-
Jateng Genjot Investasi EBT dan Pengelolaan Sampah, Ahmad Luthfi Tawarkan ke Para Pengusaha Tiongkok
-
'Kan Bisa di-Google', Jimly Asshiddiqie Sindir Pansel yang Loloskan Hery Susanto
-
Pansel Dinilai Kecolongan Loloskan Hery Susanto Jadi Ketua Ombudsman
-
Studi Temukan Mikroplastik Menyusup ke Sperma dan Ketuban, Apa Dampaknya?
-
Momen Prabowo Mau Reshuffle Zulhas Gara-Gara Salah Kasih Info Nama Desa, Ternyata Cuma Guyon
-
Hindari Area Kuningan, Dishub DKI Terapkan Buka-Tutup Jalan Hingga 26 Mei 2026
-
Usai 9 WNI Dipulangkan, Wanda Hamidah Serukan Konvoi Lebih Besar ke Palestina