-
Mojtaba Khamenei dikabarkan dalam kondisi kritis dan tidak sadarkan diri di pusat medis Qom.
-
Intelijen Amerika Serikat mendeteksi adanya potensi pengambilalihan kekuasaan Iran oleh kelompok militer IRGC.
-
Ketidakhadiran pemimpin tertinggi dalam pengumuman gencatan senjata dengan AS memicu keraguan publik internasional.
Suara.com - Dunia internasional kini tengah menyoroti hilangnya sosok pemimpin tertinggi Iran Mojtaba Khamenei dari pandangan publik secara misterius.
Ayatollah Mojtaba Khamenei hingga kini belum menampakkan diri setelah tercapainya kesepakatan damai dengan Amerika Serikat.
Kesepakatan penting tersebut baru saja diresmikan pada hari Rabu tanggal 8 April 2026 melalui diplomasi yang alot.
Meskipun Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menyebut langkah ini sudah direstui pemimpin mereka, sosoknya tetap tidak terlihat.
Pihak Mehr News Agency sendiri tidak memberikan rincian mengenai bagaimana tanggapan langsung dari sang pemimpin tertinggi.
Padahal momen gencatan senjata ini dipandang sebagai pencapaian diplomatik yang sangat signifikan bagi pihak Republik Islam.
Banyak analis menilai posisi Iran berada di atas angin setelah Donald Trump bersedia mengakomodasi sepuluh poin tuntutan.
Keberhasilan menunda serangan militer Amerika Serikat seharusnya menjadi panggung utama bagi Mojtaba Khamenei untuk tampil memberikan pidato.
Namun kebungkaman yang terus berlanjut ini justru memperkuat indikasi adanya masalah serius di internal pemerintahan Iran.
Baca Juga: AS Menyerah Usai 40 Hari Perang, Iran Deklarasi Kemenangan: Tapi Tangan Kami Masih di Pelatuk!
Kecurigaan publik semakin memuncak seiring munculnya berbagai laporan intelijen mengenai status kesehatan sang pemimpin tertinggi.
Sebuah memo diplomatik yang bersumber dari data intelijen Amerika Serikat baru-baru ini dibocorkan oleh media The Times.
Dokumen rahasia tersebut mengklaim bahwa saat ini Mojtaba Khamenei sedang berada dalam kondisi yang sangat mengkhawatirkan.
Ia dikabarkan harus menjalani perawatan medis tingkat tinggi secara intensif di wilayah kota suci umat Syiah, Qom.
Laporan tersebut bahkan menyebutkan bahwa sang pemimpin dalam keadaan tidak sadar sehingga tidak mampu mengelola pemerintahan.
Meskipun informasi ini sangat mendetail, otoritas resmi di Teheran belum memberikan konfirmasi atau bantahan secara terbuka.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
Pilihan
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
Terkini
-
Sejumlah Tokoh Hadiri Pemakaman Rachmat Gobel di TMP Kalibata, Ada JK hingga Christine Hakim
-
Lawan Praktik Calo, Pemprov DKI Buka Posko Pengaduan untuk Warga Terdampak Normalisasi Ciliwung
-
Usai Dirawat di RS Polri, Gus Yaqut Dipindahkan Kembali ke Rutan KPK
-
Indonesia Punya Potensi Energi Surya Terbesar, Mengapa Pemanfaatannya Masih Minim?
-
Enggar Lukita: Rachmat Gobel Terlalu Baik untuk Dunia Politik
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Blak-blakan Soal Penggeledahan Polisi di Tengah Usut Korupsi MBG
-
Akal-akalan Jampidsus? Ngaku Rumah Sentul yang Digeledah Miliknya Sejak Lama, Kok Nggak Masuk LHKPN!
-
Bupati Sukoharjo Kena OTT KPK, Uang Miliaran Rupiah Disita
-
Pramono Anung Ungkap Komunikasi Terakhir dengan Rachmat Gobel Sepekan Sebelum Wafat
-
Jadi Momok, LSAK Desak Prabowo Cabut Perpres Pelindungan Jaksa oleh TNI