-
Mojtaba Khamenei dikabarkan dalam kondisi kritis dan tidak sadarkan diri di pusat medis Qom.
-
Intelijen Amerika Serikat mendeteksi adanya potensi pengambilalihan kekuasaan Iran oleh kelompok militer IRGC.
-
Ketidakhadiran pemimpin tertinggi dalam pengumuman gencatan senjata dengan AS memicu keraguan publik internasional.
Dokumen yang dibagikan kepada aliansi Amerika Serikat di kawasan Teluk ini merupakan bocoran pertama mengenai koordinat pasti Khamenei.
The Jerusalem Post juga menyoroti bagaimana situasi ini menciptakan kekosongan kekuasaan yang sangat berbahaya di dalam negeri.
Publik mencatat bahwa Mojtaba Khamenei tidak pernah terlihat secara fisik sejak ia menggantikan mendiang ayahnya pada Februari.
Ayatollah Ali Khamenei sendiri diketahui meninggal dunia akibat operasi serangan udara yang dilancarkan oleh pihak Amerika-Israel.
"Khamenei tetap memegang kendali sebagai pemimpin tertinggi," ujar pejabat Iran yang terus berusaha meyakinkan masyarakat internasional.
Namun klaim para pejabat tersebut bertolak belakang dengan fakta absennya sang pemimpin dalam momen-momen krusial negara.
Banyak pihak mulai meyakini bahwa roda pemerintahan saat ini mungkin sudah dijalankan oleh pihak atau kelompok lain.
Kondisi fisik yang tidak memungkinkan selama beberapa minggu terakhir membuat fungsi kepemimpinan nasional menjadi sangat tidak menentu.
Kini muncul dugaan kuat bahwa Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC telah mengambil alih kekuasaan.
Baca Juga: AS Menyerah Usai 40 Hari Perang, Iran Deklarasi Kemenangan: Tapi Tangan Kami Masih di Pelatuk!
Pengambilalihan secara de facto ini dianggap sebagai langkah darurat untuk menjaga stabilitas negara di tengah krisis kesehatan.
Televisi pemerintah memang sempat menyiarkan dua buah pernyataan yang diklaim berasal langsung dari lisan Mojtaba Khamenei.
Anehnya tidak ada satu pun bukti visual maupun rekaman suara asli yang menyertai pengumuman resmi di televisi tersebut.
Aktivitas terakhir yang terdeteksi hanya berasal dari akun media sosial X miliknya yang mengunggah sebuah pesan duka.
Cuitan tersebut berisi ungkapan belasungkawa atas wafatnya Kepala Intelijen Iran, Mayor Jenderal Sayyid Majid Khademi.
Khademi sendiri dilaporkan tewas dalam sebuah serangan militer yang kembali melibatkan kekuatan gabungan Amerika Serikat serta Israel.
Hingga kini tidak ada yang bisa menjamin apakah unggahan di media sosial tersebut benar-benar ditulis oleh tangan Khamenei.
Hilangnya kehadiran fisik sang pemimpin secara total ini mempertebal narasi bahwa dirinya memang sedang tidak berdaya.
Dalam memo yang sama, terungkap bahwa ada persiapan pembangunan makam untuk mendiang Ali Khamenei di wilayah Qom.
Rencana ini memicu polemik karena sebelumnya pemerintah mengumumkan bahwa pemakaman akan dilangsungkan di ibu kota Teheran.
Alasan penundaan prosesi pemakaman karena banyaknya pelayat mulai diragukan oleh berbagai pengamat politik dan pakar agama.
Padahal dalam tradisi Syiah yang sangat kental, jenazah biasanya harus segera dimakamkan tanpa adanya penundaan yang lama.
Ketidakpastian jadwal pemakaman kenegaraan ini dipandang sebagai sinyal adanya perebutan pengaruh di lingkaran dalam kekuasaan.
Kota Qom sendiri telah bertransformasi menjadi pusat gravitasi politik baru selama masa transisi kepemimpinan yang bergejolak ini.
Sebelumnya pada bulan Maret, sebuah serangan udara sempat menyasar gedung pertemuan Majelis Ahli yang berada di kota Qom.
Majelis Ahli yang berisi puluhan ulama senior ini memiliki otoritas tunggal dalam menentukan siapa yang layak menjadi pemimpin tertinggi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
Terkini
-
Prabowo Sadar Ada Maling di Program MBG, Minta Warga Lapor Lewat TikTok
-
Keranda Khas Gorontalo Iringi Pemakaman Militer Rachmat Gobel di TMP Kalibata
-
Prabowo Bongkar Upaya Jual PT PAL, Pindad, dan PT DI ke Asing: Saya Larang!
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Ungkap 47 Nama Terlibat Korupsi MBG, Ada Politisi Besar Terseret?
-
KPK Tegaskan Punya Wewenang Panggil Menhut Raja Juli, Telusuri Irisan Kasus Suap Bupati Kuansing
-
Isi Amplop Bupati Kuansing ke Menhut Raja Juli Masih Misteri, KPK Buru Nominal Pasti
-
Perubahan Iklim Ancam Sistem Kelistrikan Indonesia, Mengapa Reformasi Jaringan Mendesak?
-
Prabowo Wanti-wanti Masyarakat Tak Mudah Tertipu Konten Medsos: Banyak Pesanan Orang Berduit
-
Putusan Praperadilan Jilid II Digelar 20 Juli! Roy Suryo Bakal Menang Lagi Lawan Jokowi?
-
Geger Penggeledahan Polisi, Jampidsus Tegaskan Kejagung Fokus Bongkar Korupsi Tambang Hingga MBG