-
Trump menangguhkan serangan ke Iran demi pembukaan Selat Hormuz dan negosiasi di Islamabad.
-
Krisis ekonomi dan ancaman pemakzulan menjadi faktor utama Trump menyepakati gencatan senjata sementara.
-
Pasar global merespons positif dengan penurunan harga minyak mentah pasca pengumuman damai tersebut.
Meski gencatan senjata AS-Iran disepakati, kondisi di Lebanon tetap menjadi sorotan karena keterlibatan militer Israel yang masih berlangsung.
Eyre memperingatkan bahwa Israel memiliki catatan panjang dalam ketidakpatuhan terhadap kesepakatan penghentian permusuhan di wilayah konflik.
“Saya pikir Israel melihat tindakan mereka di Lebanon pada dasarnya berbeda dengan apa yang mereka lakukan di Iran,” kata Eyre.
Namun, ia meyakini bahwa tekanan dari Gedung Putih kemungkinan besar akan memaksa Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk membatasi serangan.
Dari dalam negeri Amerika, suara kritis muncul dari Alexandria Ocasio-Cortez yang tetap menuntut pencopotan jabatan Presiden Donald Trump.
Politisi dari Partai Demokrat ini merasa gencatan senjata sementara tidak menghapus kesalahan fatal yang telah dilakukan oleh sang presiden.
“Presiden telah mengancam genosida terhadap rakyat Iran, dan terus memanfaatkan ancaman itu,” kata politisi Demokrat itu dalam sebuah unggahan di X.
Ocasio-Cortez mendesak agar kabinet dan kongres segera bertindak sebelum Amerika Serikat terperosok lebih dalam ke dalam jurang kehancuran.
“Kita tidak bisa lagi mempertaruhkan dunia maupun kesejahteraan bangsa kita,” tambah Ocasio-Cortez dengan nada yang sangat tegas.
Baca Juga: Gencatan Senjata AS-Iran Bisa Goyang Netanyahu, Ini Analisis Pengamat!
Pengamat politik Trita Parsi dari Quincy Institute menyebutkan bahwa Trump sebenarnya terjepit karena tidak memiliki opsi militer yang menguntungkan.
Eskalasi yang lebih luas hanya akan menghancurkan citra politik Trump dan memicu kemarahan negara-negara sekutu di kawasan Teluk.
Parsi melihat retorika keras Trump hanyalah upaya untuk menutupi fakta bahwa ia terpaksa menerima persyaratan yang diajukan oleh Iran.
Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, justru membela kebijakan ini sebagai bentuk keberhasilan strategi militer yang dijalankan Trump.
Ia menyatakan bahwa segala target awal yang ditetapkan pemerintah telah berhasil dicapai dalam kurun waktu kurang dari 40 hari.
Leavitt menekankan bahwa pembukaan kembali Selat Hormuz adalah salah satu poin prestasi paling vital dalam operasi militer kali ini.
Berita gencatan senjata ini langsung memberikan angin segar bagi pasar keuangan global yang sebelumnya sempat mengalami guncangan hebat.
Alex Holmes dari Economist Intelligence Unit mencatat adanya penurunan harga minyak, meskipun ia tetap bersikap waspada terhadap stabilitas kedepannya.
Ia mengingatkan bahwa jarak antara ekspektasi Amerika dan keinginan Iran masih sangat lebar sehingga perundingan akan berjalan sangat alot.
“Dan meskipun telah bergerak, jelas harga minyak masih jauh lebih tinggi daripada akhir Februari,” katanya menanggapi fluktuasi harga energi.
Data dari Reuters menunjukkan harga minyak mentah AS mengalami penurunan hingga 16 persen ke angka 94,59 dolar AS per barel.
Sentimen positif ini juga merambat ke pasar Asia di mana indeks saham Nikkei dan Kospi mencatatkan lonjakan persentase yang signifikan.
Langkah diplomasi di Islamabad diharapkan mampu memberikan kepastian jangka panjang bagi para pelaku usaha dan stabilitas keamanan internasional.
Para menteri luar negeri dijadwalkan bertemu untuk membahas detail teknis pembukaan jalur distribusi energi yang sempat terganggu akibat konflik.
Dunia kini menanti apakah gencatan senjata dua minggu ini akan berujung pada perdamaian abadi atau hanya jeda sebelum konflik baru.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
KPK Doakan Gus Yaqut Cepat Sembuh agar Proses Hukum Kasus Korupsi Haji Segera Rampung
-
Momen Akrab Gibran, Puan, Muzani, dan Sultan di Parlemen, Ternyata Bahas Soal Ini
-
Kemasan Rokok Seragam Berisiko Tabrak UU Merek, Wamenkum: Jangan Over Regulation!
-
Sebut Polri Paling Korup, Burhanuddin Muhtadi Bongkar Kelemahan Survei IndexMundi
-
Jalan Cinta Amblas Nyaris 90 Derajat, DKI Bongkar Pemicunya: Tanggul Kali Sunter Retak!
-
Isi Amplop Menhut Raja Juli Masih Misteri, KPK Duga Suap Hutan Kuansing Pakai Dolar Singapura
-
Jokowi Mau Jadikan Jateng 'Kandang Gajah', Gerindra: Bagus, Kompetisi Politik Makin Sehat!
-
Bupati Kuansing Diduga Kumpulkan Duit dari 914 Anggota KUD untuk Suap Pelepasan Hutan
-
Aksi Bersih-bersih atau Cari Aman, Kenapa Menhut Raja Juli Baru Lapor Amplop Usai OTT KPK?
-
Eks Pimpinan KPK Sebut Menhut Raja Juli Akal-akali Balikin Amplop: Tetap Suap, Bisa Jadi Tersangka