- Pemerintah Iran mengungkap bahwa AS dan Israel telah mengemis gencatan senjata sejak hari ke-10 perang karena gagal mendominasi medan tempur.
- AS akhirnya menyetujui gencatan senjata dua minggu dan menerima 10 poin tuntutan Iran, termasuk pencabutan sanksi dan kontrol atas Selat Hormuz, melalui mediasi Pakistan.
- Meski akan menggelar negosiasi damai di Islamabad pada 10 April 2026, militer Iran tetap waspada dan siap kembali menyerang jika AS berkhianat, sementara Israel menolak menghentikan perang di Lebanon.
Suara.com - Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran (SNSC) baru saja membongkar fakta mengejutkan di balik layar terkait jalannya Perang Iran-AS yang telah berlangsung selama lebih dari lima pekan terakhir.
Narasi kedigdayaan militer yang selama ini dibangun oleh Pemerintah Washington dan Rezim Zionis ternyata berbanding terbalik dengan kenyataan di meja diplomasi rahasia.
Menyitat Tansim News, SNSC melaporkan bahwa rezim Zionis dan Washington sudah secara diam-diam memohon Gencatan Senjata sejak hari kesepuluh karena menyadari kekalahan dan tidak mampunya menghadapi eskalasi di lapangan.
Pada awal meletusnya perang ini pada 28 Februari lalu, negara-negara Barat dinilai begitu jemawa dan mengira bisa mendominasi Teheran secara militer dalam waktu yang sangat singkat.
Namun, kalkulasi di atas kertas tersebut hancur berantakan ketika pasukan Iran beserta poros perlawanan mulai menghujani infrastruktur vital musuh di seluruh kawasan Timur Tengah.
AS-Israel disebut-sebut langsung panik dan mulai mencari berbagai saluran komunikasi rahasia untuk memohon penghentian serangan.
"Musuh menyadari sekitar 10 hari setelah dimulainya perang bahwa mereka tidak akan mampu memenangkan perang ini dengan cara apa pun, dan karena alasan ini, mereka mulai mencoba berkomunikasi dengan Iran melalui berbagai saluran dan metode serta meminta gencatan senjata, demikian pernyataan SNSC dikutip dari Tasnim News, Rabu (8/4/2026).
Fakta ini, terus berlangsung selama lebih dari satu bulan, di mana pihak lawan terus mengemis agar hujan rudal dan drone segera dihentikan, namun selalu ditolak oleh pejabat tinggi di Teheran.
Sikap keras kepala Teheran ini juga dibuktikan dengan penolakan berkali-kali terhadap tenggat waktu palsu yang sempat dilontarkan oleh Presiden AS kepada publik internasional.
Baca Juga: Ke Mana Mojtaba Khamenei Setelah Gencatan Senjata AS - Iran?
Kini, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif secara resmi telah memberi tahu Teheran bahwa kubu Amerika akhirnya benar-benar menyerah pada kehendak tangguh rakyat Iran.
Washington diklaim telah menyetujui gencatan senjata selama dua minggu dan menerima 10 poin rencana penyelesaian konflik yang diajukan oleh Iran sebagai dasar utama negosiasi.
Poin-poin tersebut meliputi jaminan non-agresi dari AS, pengakuan hak Iran atas pengayaan uranium, pencabutan semua sanksi, hingga pembayaran kompensasi atas kerusakan perang.
Proposal tersebut juga menuntut penarikan seluruh pasukan tempur AS dari wilayah tersebut dan penghentian perang di semua lini, termasuk terhadap perlawanan di Lebanon.
Selain itu, Iran tetap menuntut kontrol penuh atas Selat Hormuz, yang akan memberi Teheran posisi ekonomi dan geopolitik yang tak tertandingi di kawasan tersebut.
Presiden Donald Trump sendiri mengonfirmasi kesepakatan ini melalui platform Truth Social, menyatakan bahwa AS menangguhkan serangan karena tujuan militer telah tercapai.
Berita Terkait
-
Unggah Pernyataan Iran di Medsos Pribadi, Donald Trump Diledek Jadi 'Jubir Iran'
-
Gencatan Senjata AS-Iran Bisa Goyang Netanyahu, Ini Analisis Pengamat!
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Hasil Lengkap Investigasi PBB soal TNI Tewas karena Proyektil Israel
-
Usai Pernyataan Gencatan Senjata, Trump Dikhawatirkan Berubah Pikiran Lagi
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Bus Eka Ludes Terbakar di Madiun, Penumpang Lari Selamatkan Diri
-
Innalillahi! Detik-detik Tambang Emas Ilegal Longsor, Lebih dari 100 Orang Tewas
-
Jelang Demo di DPR, Rekening Rp80,9 Juta dan Akun TikTok Aktivis Pati Botok Terblokir Tiba-tiba
-
Tuntaskan DPT Muktamar, Gus Ipul: 556 Cabang dan Wilayah Berhak Jadi Peserta
-
Ketika Mengompol Jadi Cerita Lucu: Ulasan How to Pee Your Pants
-
Perbedaan Tinted Sunscreen vs Skin Tint vs BB Cream, Ini Fungsinya
-
3 Fakta Bomber Anyar Persija Alexander Jeremejeff, Eks Tandem Viktor Gyokeres
-
wondrX 2026 Jadi Pre-Event Danantara Housing Expo, BNI Perluas Akses Pembiayaan Hunian
-
Fenomena Lifestyle Inflation: Saat Pendapatan Bertambah Tapi Dompet Tetap Menjerit
-
Empat Orang Tewas, Polisi Selidiki Kecelakaan Beruntun di Puncak-Cipanas