- Presiden AS Donald Trump mengunggah pernyataan Menteri Luar Negeri Iran mengenai potensi gencatan senjata konflik di Timur Tengah.
- Kedutaan Besar Iran di Selandia Baru menyindir tindakan Trump karena menyebarkan pernyataan resmi Iran melalui platform Truth Social.
- Pengumuman gencatan senjata tersebut berdampak positif bagi pasar saham global dan menurunkan harga minyak mentah secara signifikan.
Suara.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menjadi sorotan di media sosial setelah mengunggah pernyataan resmi dari Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi terkait potensi gencatan senjata.
Alih-alih mendapat respons serius, unggahan tersebut justru memicu candaan dari akun resmi Embassy of Iran in New Zealand di platform X.
“Kedutaan tidak memiliki akun di Truth Social,” tulis akun tersebut.
“Terima kasih sudah membagikan pernyataan itu di sana ,” lanjut mereka, menyindir Trump yang dianggap seperti “juru bicara” Iran karena menyebarkan pernyataan resmi Teheran.
Respons dari Kedutaan Besar Iran di Selandia Baru itu pun cepat viral, dengan banyak warganet ikut menyoroti ironi seorang presiden AS yang justru menyebarkan pernyataan resmi dari pihak lawan.
Momen ini memperlihatkan bagaimana dinamika geopolitik global kini juga dimainkan di ruang digital, di mana pernyataan resmi bisa berubah menjadi bahan sindiran hanya dalam hitungan menit.
Pernyataan Iran soal Gencatan Senjata
Dalam pernyataan yang diunggah Trump, Araghchi menyampaikan sikap Iran terkait peluang penghentian konflik dengan Amerika Serikat.
“Menanggapi permintaan persaudaraan PM Sharif dalam cuitannya, dan mempertimbangkan permintaan AS untuk negosiasi berdasarkan proposal 15 poinnya serta pengumuman oleh Presiden AS tentang penerimaan kerangka umum proposal 10 poin Iran sebagai dasar negosiasi, dengan ini saya menyatakan atas nama Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran: Jika serangan terhadap Iran dihentikan, Angkatan Bersenjata kami yang Perkasa akan menghentikan operasi pertahanan mereka. Untuk jangka waktu dua minggu, jalur aman melalui Selat Hormuz akan dimungkinkan melalui koordinasi dengan Angkatan Bersenjata Iran dan dengan mempertimbangkan keterbatasan teknis,” tulis Araghchi pada 7 April 2026.
Baca Juga: Gencatan Senjata AS-Iran Bisa Goyang Netanyahu, Ini Analisis Pengamat!
Pernyataan tersebut menjadi sinyal adanya peluang gencatan senjata di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Tak lama setelah unggahan tersebut, Trump juga mengeluarkan pernyataan bahwa gencatan senjata dua arah telah mulai berlaku.
Kabar ini langsung berdampak pada pasar global. Sejumlah indeks saham di berbagai negara tercatat menguat, sementara harga minyak mentah jenis Crude Oil WTI turun tajam sekitar 15 persen ke level 96,4 dolar AS.
Berita Terkait
-
Gencatan Senjata AS-Iran Bisa Goyang Netanyahu, Ini Analisis Pengamat!
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Hasil Lengkap Investigasi PBB soal TNI Tewas karena Proyektil Israel
-
Ke Mana Mojtaba Khamenei Setelah Gencatan Senjata AS - Iran?
-
Usai Pernyataan Gencatan Senjata, Trump Dikhawatirkan Berubah Pikiran Lagi
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
KPK Doakan Gus Yaqut Cepat Sembuh agar Proses Hukum Kasus Korupsi Haji Segera Rampung
-
Momen Akrab Gibran, Puan, Muzani, dan Sultan di Parlemen, Ternyata Bahas Soal Ini
-
Kemasan Rokok Seragam Berisiko Tabrak UU Merek, Wamenkum: Jangan Over Regulation!
-
Sebut Polri Paling Korup, Burhanuddin Muhtadi Bongkar Kelemahan Survei IndexMundi
-
Jalan Cinta Amblas Nyaris 90 Derajat, DKI Bongkar Pemicunya: Tanggul Kali Sunter Retak!
-
Isi Amplop Menhut Raja Juli Masih Misteri, KPK Duga Suap Hutan Kuansing Pakai Dolar Singapura
-
Jokowi Mau Jadikan Jateng 'Kandang Gajah', Gerindra: Bagus, Kompetisi Politik Makin Sehat!
-
Bupati Kuansing Diduga Kumpulkan Duit dari 914 Anggota KUD untuk Suap Pelepasan Hutan
-
Aksi Bersih-bersih atau Cari Aman, Kenapa Menhut Raja Juli Baru Lapor Amplop Usai OTT KPK?
-
Eks Pimpinan KPK Sebut Menhut Raja Juli Akal-akali Balikin Amplop: Tetap Suap, Bisa Jadi Tersangka