- Ketua Umum Badko HMI Jawa Barat, Siti Nurhayati, menerima teror intimidasi setelah mengunggah solidaritas untuk aktivis Andrie Yunus.
- Siti menolak tawaran perlindungan polisi dan pendekatan oknum militer agar tidak terseret dalam konflik kepentingan antar-institusi tersebut.
- Siti sempat mengungsikan keluarganya demi keamanan namun tetap menolak menghapus video kritik demi tegaknya keadilan bagi korban.
Namun, Siti memilih tetap mempertahankan sikapnya dan menjelaskan bahwa tindakannya merupakan bagian dari kepentingan bersama, terutama terkait masa depan demokrasi.
Tegaskan Tak Akan Hapus Video
Bagi Siti, intimidasi yang ia terima merupakan bentuk keputusasaan pihak-pihak tertentu yang ingin membungkam suara kritis anak muda.
Ia menegaskan tidak akan menghapus video solidaritasnya selama keadilan bagi Andrie Yunus belum ditegakkan.
“Toh saya menghapus video itu tidak mempengaruhi apapun. Kalaupun mau dihapus, kembalikan kondisi Bang Andrie Yunus kepada semula dan itu mustahil terjadi. Maka saya juga mustahil untuk menghapus video tersebut karena saya tidak takut dengan para pengecut itu,” pungkas Siti.
Ia juga berharap Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian serius agar instrumen negara tidak melakukan normalisasi terhadap kekerasan dan teror terhadap warga yang menyuarakan kritik.
Menurutnya, perlindungan terhadap suara kritis sangat penting demi menjaga kesehatan demokrasi Indonesia.
Reporter: Dinda Pramesti K
Baca Juga: Ratusan Mahasiswa BEM SI BSJB Geruduk Komnas HAM, Desak Usut Tuntas Kasus Andrie Yunus
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
AI hingga Microchip, RI-China Buka Jalan Baru Kerja Sama Teknologi
-
Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas
-
Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke
-
Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen
-
Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya
-
Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan
-
22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing
-
Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan
-
Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut
-
Prabowo Tak Main-Main! Bidik 4 Korporasi di Balik Karhutla Kalimantan, Izin Bakal Dicabut