- Presiden Donald Trump meyakini keterlibatan China dalam mendorong Iran untuk melakukan negosiasi gencatan senjata di tengah konflik berlangsung.
- Pemerintah China menyatakan dukungan terhadap upaya perdamaian serta mendorong pihak terkait untuk mengakhiri konflik melalui jalur dialog.
- Trump mengumumkan kesepakatan gencatan senjata sementara selama dua pekan setelah proses mediasi intensif yang melibatkan pihak Pakistan.
Suara.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meyakini adanya peran China dalam mendorong Iran untuk masuk ke dalam proses negosiasi gencatan senjata.
Hal ini disampaikan Trump saat menanggapi pertanyaan terkait keterlibatan Beijing dalam meredakan konflik.
“Saya dengar, iya. Ya, mereka (China) terlibat,” kata Trump dalam panggilan telepon dengan AFP.
Dalam kesempatan yang sama, Trump juga menegaskan keyakinannya bahwa Amerika Serikat berada di posisi unggul dalam konflik yang berlangsung. Ia bahkan menyebut kemenangan tersebut sudah tidak terbantahkan.
"Kemenangan total dan mutlak, 100 persen. Tidak perlu diragukan lagi. Tidak perlu diragukan lagi." ujar Trump.
“Kita punya banyak poin. Kita punya kesepakatan 15 poin, yang sebagian besar sudah disepakati. Kita lihat saja apa yang terjadi. Kita lihat apakah kesepakatan itu tercapai," tambahnya.
Sementara itu, pihak China juga memberikan tanggapan terkait laporan keterlibatannya.
Juru bicara Kedutaan Besar China di Washington, Liu Pengyu menyatakan bahwa sejak awal konflik, Beijing memang berupaya mendorong terciptanya perdamaian.
“China menyambut baik semua upaya yang kondusif bagi perdamaian,” kata Liu Pengyu.
Baca Juga: 30 Negara Bersatu Rancang Strategi Pembukaan Selat Hormuz Pasca Gencatan Senjata
Ia juga menekankan pentingnya momentum gencatan senjata untuk membuka jalan dialog antar pihak yang bertikai.
“Kami berharap pihak-pihak terkait akan memanfaatkan kesempatan untuk perdamaian, menjembatani perbedaan melalui dialog, dan mengakhiri konflik sesegera mungkin,” ujarnya.
Sebelumnya, Trump telah mengumumkan kesepakatan gencatan senjata sementara dengan Iran selama dua pekan.
Langkah ini diambil setelah adanya pembicaraan intensif dengan Pakistan yang berperan sebagai mediator dalam konflik antara AS, Israel, dan Iran.
Berita Terkait
-
Berapa Harga yang Harus Dibayar Donald Trump dari Gencatan Senjata dengan Iran?
-
Kronologi Kurs Rupiah Kembali ke Level Rp16.900 Setelah Sempat Tembus Rp17.100
-
Donald Trump: Kami Akan Bantu Rekonstruksi Iran, Ini Era Emas Timur Tengah
-
DPR Sambut Gencatan Senjata AS-Iran, Dave Laksono: Diplomasi Masih Jadi Instrumen Utama!
-
2 Masalah Besar Ini Jadi Alasan Donald Trump Pilih Damai Sementara dengan Iran
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
Kemasan Rokok Seragam Berisiko Tabrak UU Merek, Wamenkum: Jangan Over Regulation!
-
Sebut Polri Paling Korup, Burhanuddin Muhtadi Bongkar Kelemahan Survei IndexMundi
-
Jalan Cinta Amblas Nyaris 90 Derajat, DKI Bongkar Pemicunya: Tanggul Kali Sunter Retak!
-
Isi Amplop Menhut Raja Juli Masih Misteri, KPK Duga Suap Hutan Kuansing Pakai Dolar Singapura
-
Jokowi Mau Jadikan Jateng 'Kandang Gajah', Gerindra: Bagus, Kompetisi Politik Makin Sehat!
-
Bupati Kuansing Diduga Kumpulkan Duit dari 914 Anggota KUD untuk Suap Pelepasan Hutan
-
Aksi Bersih-bersih atau Cari Aman, Kenapa Menhut Raja Juli Baru Lapor Amplop Usai OTT KPK?
-
Eks Pimpinan KPK Sebut Menhut Raja Juli Akal-akali Balikin Amplop: Tetap Suap, Bisa Jadi Tersangka
-
Kader PSI Kalsel Desak Jokowi Segera Dilantik Jadi Ketua Dewan Pembina, Begini Respons Kaesang
-
Duet 'Indonesia Emas 2045' dan 'India Maju 2047', PM Narendra Modi: Kita Mitra Alami