- Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono mendukung kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran pada 8 April 2026.
- Kesepakatan tersebut dinilai sebagai instrumen diplomasi penting untuk meredakan ketegangan serta menjaga stabilitas keamanan di kawasan Timur Tengah.
- Pengumuman gencatan senjata berdampak positif bagi ekonomi Indonesia melalui penurunan harga minyak dan stabilitas pasokan energi dunia.
Suara.com - Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, menyatakan dukungan penuh atas tercapainya kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang dimediasi oleh Pakistan.
Dave menilai langkah ini merupakan bukti nyata bahwa jalur diplomasi tetap menjadi instrumen paling efektif dalam meredakan ketegangan global dan menjaga stabilitas di kawasan Timur Tengah.
"Komisi I DPR RI menyambut baik kesepakatan gencatan senjata ini. Langkah ini menunjukkan bahwa diplomasi masih menjadi instrumen utama dalam meredakan konflik, sekaligus memberikan harapan bagi stabilitas kawasan Timur Tengah," ujar Dave kepada wartawan, Rabu (8/4/2026).
Meski menyambut positif, Dave mengingatkan bahwa kesepakatan gencatan senjata yang berlaku selama dua pekan tersebut baru merupakan langkah awal.
Ia menekankan perlunya komitmen jangka panjang dari kedua belah pihak agar perdamaian yang berkelanjutan dapat tercapai.
Menurutnya, perundingan lanjutan yang akan digelar di Islamabad, Pakistan, harus dimanfaatkan secara optimal untuk menyusun fondasi perdamaian yang kokoh dengan tetap menghormati hukum internasional.
“Kami menekankan bahwa gencatan senjata selama dua pekan hanyalah awal. Perdamaian yang berkelanjutan membutuhkan komitmen jangka panjang, kesediaan untuk menahan diri, serta kesepakatan yang menghormati hukum internasional,” tegas politisi Partai Golkar tersebut.
Selain aspek geopolitik, Dave juga menyoroti dampak langsung kesepakatan ini terhadap sektor ekonomi, khususnya pasar energi dunia.
Ia mencatat adanya penurunan harga minyak secara signifikan pasca pengumuman gencatan senjata, yang dinilai akan membawa pengaruh positif bagi perekonomian nasional.
Baca Juga: 2 Masalah Besar Ini Jadi Alasan Donald Trump Pilih Damai Sementara dengan Iran
“Stabilitas energi dunia tentu berpengaruh pada perekonomian Indonesia. Oleh karena itu, kami melihat momentum ini sebagai peluang untuk memperkuat kerja sama internasional dalam menjaga jalur perdagangan dan pasokan energi yang aman,” imbuhnya.
Sebagai negara yang konsisten menyuarakan perdamaian dunia, Indonesia diharapkan terus berperan aktif di forum internasional.
Dave menyatakan Komisi I DPR RI mendukung penuh kebijakan pemerintah yang mengedepankan kepentingan kemanusiaan di atas kepentingan politik.
Ia optimistis bahwa melalui komitmen bersama, gencatan senjata ini bisa menjadi pintu masuk menuju perjanjian damai yang lebih permanen.
“Indonesia siap berkontribusi dalam upaya internasional untuk memastikan bahwa perdamaian bukan hanya jeda sementara, melainkan sebuah keadaan yang berkelanjutan dan bermartabat bagi semua bangsa,” pungkasnya.
Berita Terkait
-
2 Masalah Besar Ini Jadi Alasan Donald Trump Pilih Damai Sementara dengan Iran
-
30 Negara Bersatu Rancang Strategi Pembukaan Selat Hormuz Pasca Gencatan Senjata
-
Terungkap! AS Sudah 'Ngemis' Minta Ampun Sejak Hari ke-10 Perang, Kini Tunduk pada 10 Syarat Iran
-
Gencatan Senjata AS-Iran Bisa Goyang Netanyahu, Ini Analisis Pengamat!
-
Harga Avtur Naik, Anggota DPR Shanty Alda Ingatkan Dampaknya pada Transportasi dan Konektivitas
Terpopuler
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 5 Serum Penumbuh Rambut Terbaik untuk Rambut Menipis dan Area Botak
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Terdakwa Militer Dituntut Ringan, Keluarga Kacab BRI Gugat Pasal Peradilan Koneksitas ke MK
-
Hujan Lebat Disertai Petir Ancam Akhir Pekan Warga Jakarta Selatan dan Timur Jelang Petang
-
Program MBG Serap 1,28 Juta Tenaga Kerja, Ribuan UMKM hingga Peternak Ikut Kecipratan
-
Jateng Genjot Investasi EBT dan Pengelolaan Sampah, Ahmad Luthfi Tawarkan ke Para Pengusaha Tiongkok
-
'Kan Bisa di-Google', Jimly Asshiddiqie Sindir Pansel yang Loloskan Hery Susanto
-
Pansel Dinilai Kecolongan Loloskan Hery Susanto Jadi Ketua Ombudsman
-
Studi Temukan Mikroplastik Menyusup ke Sperma dan Ketuban, Apa Dampaknya?
-
Momen Prabowo Mau Reshuffle Zulhas Gara-Gara Salah Kasih Info Nama Desa, Ternyata Cuma Guyon
-
Hindari Area Kuningan, Dishub DKI Terapkan Buka-Tutup Jalan Hingga 26 Mei 2026
-
Usai 9 WNI Dipulangkan, Wanda Hamidah Serukan Konvoi Lebih Besar ke Palestina