- Presiden Donald Trump menyepakati gencatan senjata dua pekan dengan Iran mulai Rabu (8/4/2026) setelah menerima sepuluh poin tuntutan.
- Gencatan senjata tersebut disepakati melalui mediasi Pakistan dengan syarat Iran menjamin akses navigasi aman di Selat Hormuz.
- Kedua negara dijadwalkan memulai perundingan perdamaian lebih lanjut di Islamabad, Pakistan, pada Jumat (10/4/2026) untuk mencari kesepakatan permanen.
Suara.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump tampaknya menerima 10 tuntutan Iran sebagai syarat gencatan senjata selama dua pekan ke depan, yang ia umumkan sendiri pada Rabu (8/4/2026).
Tanda-tanda deeskalasi itu semakin nyata tatkala Trump, melalui akun Truth Sosial, menyatakan bakal membantu Iran merehabilitasi infrastruktur yang hancur akibat pengeboman oleh militer AS maupun Israel.
Untuk diketahui, dalam 10 tuntutan Iran kepada AS, salah satunya adalah klausul negeri Pakde Sam harus memberikan kompensasi atas perang tersebut.
Berikut 10 tuntutan Iran sebagai persyaratan mau gencatan senjata:
- Tidak ada agresi baru terhadap Iran
- Kontrol Iran yang berkelanjutan atas Selat Hormuz
- Penerimaan pengayaan uranium
- Pencabutan semua sanksi utama
- Pencabutan semua sanksi sekunder
- Pengakhiran semua resolusi Dewan Keamanan PBB
- Pengakhiran semua resolusi Dewan Gubernur
- Pembayaran kompensasi kepada Iran
- Penarikan pasukan tempur AS dari kawasan tersebut
- Penghentian perang di semua front, termasuk melawan Perlawanan Islam Lebanon yang heroik
Trump menggambarkan momen ini sebagai titik balik yang bersejarah. Ia bahkan memberikan visi optimistis mengenai masa depan kawasan tersebut yang selama ini didera konflik.
“Hari besar bagi Perdamaian Dunia! Iran menginginkannya terjadi, mereka sudah merasa cukup! Begitu juga dengan semua orang! AS akan membantu mengatasi penumpukan lalu lintas di Selat Hormuz. Akan ada banyak aksi positif! Uang besar akan dihasilkan. Iran dapat memulai proses rekonstruksi. Kami akan memuat segala jenis pasokan," tulis Trump.
Terkait tuntutan Iran agar AS menarik semua pasukan dan aset militer dari kawasannya, Trump menuliskan "Kami hanya 'nongkrong' di sekitar sana untuk memastikan semuanya berjalan baik. Saya merasa yakin itu akan terjadi."
Trump bahkan optimistis gencatan senjata ini akan menjadi awal masa depan cerah, "Sama seperti yang kita alami di AS, ini bisa menjadi Zaman Keemasan Timur Tengah!!! Presiden DONALD J. TRUMP."
Mediasi Pakistan dan Syarat Selat Hormuz
Baca Juga: DPR Sambut Gencatan Senjata AS-Iran, Dave Laksono: Diplomasi Masih Jadi Instrumen Utama!
Trump mengungkapkan, keputusan untuk menunda serangan udara tidak lepas dari peran aktif Pakistan.
Ia menyebut adanya komunikasi intensif dengan Perdana Menteri Shehbaz Sharif dan Marsekal Lapangan Asim Munir, yang mendesak adanya pengendalian diri dari pihak Gedung Putih.
Namun, gencatan senjata ini tidak diberikan secara cuma-cuma. Trump menetapkan syarat mutlak terkait akses navigasi di salah satu jalur minyak terpenting di dunia, yaitu Selat Hormuz.
“Berdasarkan percakapan dengan Perdana Menteri Shehbaz Sharif dan Marsekal Lapangan Asim Munir, dari Pakistan, dan di mana mereka meminta agar saya menahan kekuatan penghancur yang dikirim malam ini ke Iran, dan dengan syarat Republik Islam Iran menyetujui PEMBUKAAN yang LENGKAP, SEGERA, dan AMAN di Selat Hormuz, saya setuju untuk menangguhkan pengeboman dan serangan terhadap Iran untuk jangka waktu dua minggu. Ini akan menjadi GENCATAN SENJATA dua sisi!” tegas Trump.
Selain itu, Trump mengklaim bahwa militer Amerika Serikat telah berhasil mencapai target-target utama mereka selama fase operasi militer sebelumnya. Hal inilah yang mendasari keyakinannya bahwa kesepakatan permanen kini berada dalam jangkauan.
“Alasan untuk melakukannya adalah karena kita telah memenuhi dan melampaui semua tujuan Militer, dan sudah sangat jauh dengan Perjanjian definitif mengenai PERDAMAIAN jangka panjang dengan Iran, dan PERDAMAIAN di Timur Tengah. Kami menerima proposal 10 poin dari Iran, dan yakin itu adalah basis yang dapat dikerjakan untuk bernegosiasi,” tambahnya.
Berita Terkait
-
DPR Sambut Gencatan Senjata AS-Iran, Dave Laksono: Diplomasi Masih Jadi Instrumen Utama!
-
2 Masalah Besar Ini Jadi Alasan Donald Trump Pilih Damai Sementara dengan Iran
-
30 Negara Bersatu Rancang Strategi Pembukaan Selat Hormuz Pasca Gencatan Senjata
-
Terungkap! AS Sudah 'Ngemis' Minta Ampun Sejak Hari ke-10 Perang, Kini Tunduk pada 10 Syarat Iran
-
Unggah Pernyataan Iran di Medsos Pribadi, Donald Trump Diledek Jadi 'Jubir Iran'
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- 7 Bedak Anti Luntur Kena Keringat saat Cuaca Panas, Makeup Tetap On Seharian
- Geger! Saiful Mujani Serukan "Gulingkan Prabowo": Dinasihati Nggak Bisa, Bisanya Hanya Dijatuhkan
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 4 HP Tahan Air yang Bisa Digunakan saat Berenang, Anti Rusak dan Anti Rewel
Pilihan
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
-
90 Menit yang Menentukan! Trump Tak Jadi Pakai Senjata Nuklir ke Iran karena Ditekan?
-
Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang Iran Selama Dua Pekan
-
Berkas 4 Oknum BAIS TNI Tersangka Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus Dilimpahkan ke Otmil
Terkini
-
Kabar Terbaru Biaya Haji 2026, Presiden Prabowo Akan Beri Pengumuman Penting Sore Ini!
-
JK Resmi Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Buntut soal Tuduhan Danai Kasus Ijazah Jokowi
-
DPR Sambut Gencatan Senjata AS-Iran, Dave Laksono: Diplomasi Masih Jadi Instrumen Utama!
-
2 Masalah Besar Ini Jadi Alasan Donald Trump Pilih Damai Sementara dengan Iran
-
Perubahan Iklim Memperluas Risiko Kebakaran Hutan: Ribuan Spesies Terancam Punah
-
Biaya Penerbangan Haji Terancam Naik hingga 51 persen, Pemerintah Pastikan Tak Bebani Jemaah
-
Keracunan MBG di Jakarta Timur Berangsur Pulih, Mayoritas Pasien Segera Pulang
-
BPOM Perluas Vaksin Campak untuk Dewasa, Tenaga Kesehatan Jadi Prioritas
-
Dalih AI Tak Mempan! JK Resmi Polisikan Rismon Sianipar: Dia Hanya Bantah Pembuatnya, Bukan Isinya!
-
30 Negara Bersatu Rancang Strategi Pembukaan Selat Hormuz Pasca Gencatan Senjata