-
Trump menangguhkan serangan ke Iran demi pembukaan Selat Hormuz dan negosiasi di Islamabad.
-
Krisis ekonomi dan ancaman pemakzulan menjadi faktor utama Trump menyepakati gencatan senjata sementara.
-
Pasar global merespons positif dengan penurunan harga minyak mentah pasca pengumuman damai tersebut.
Suara.com - Keputusan besar diambil oleh Presiden Donald Trump dengan menghentikan sementara agresi militer terhadap fasilitas energi milik Iran.
Langkah penangguhan pemboman ini direncanakan berlangsung selama dua pekan ke depan sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata.
Kebijakan ini diambil dengan syarat ketat yakni pembukaan akses Selat Hormuz secara total dan tanpa penundaan oleh pihak Teheran.
Trump menilai dokumen usulan yang dikirimkan Iran melalui perantara Pakistan memiliki poin-poin yang bisa didiskusikan lebih lanjut.
Meskipun memberikan ruang dialog, Trump menegaskan bahwa draf yang ada saat ini masih memerlukan banyak perbaikan signifikan.
Ia memberikan peringatan keras akan adanya serangan udara yang jauh lebih masif jika kesepakatan final gagal dicapai.
Di sisi lain, pemerintah Iran justru menganggap perubahan sikap Washington ini sebagai sebuah kemenangan telak dalam sejarah mereka.
Teheran mengklaim bahwa Amerika Serikat tidak memiliki pilihan selain mengikuti kerangka kerja yang telah mereka susun sebelumnya.
Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran mengonfirmasi bahwa pertemuan diplomatik akan segera digelar di Islamabad, Pakistan, pada Jumat mendatang.
Baca Juga: Gencatan Senjata AS-Iran Bisa Goyang Netanyahu, Ini Analisis Pengamat!
Seorang pakar dari Middle East Institute, Alan Eyre, memberikan analisis tajam mengenai alasan di balik melunaknya sikap sang presiden.
Menurutnya alasan ekonomi dan desakan dunia menjadi hal dasar keputusannya itu.
Ia berpendapat bahwa Trump merasa sangat terancam oleh potensi keruntuhan ekonomi akibat gangguan di jalur perdagangan minyak dunia.
"Itulah mengapa sangat melegakan bahwa ia mundur dari ancaman dahsyatnya untuk mengakhiri peradaban dan membawa Iran kembali ke zaman batu," kata Eyre dikutip dari Al Jazeera.
Eyre menambahkan bahwa langkah mundur ini adalah upaya Trump untuk mengklaim kemenangan semu di tengah kekacauan yang terjadi.
"Kita beruntung dia tidak mewujudkannya. Jadi skenario terbaiknya adalah dia menyatakan kemenangan dan kita mencoba memperbaiki kekacauan yang ditinggalkannya," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
AI hingga Microchip, RI-China Buka Jalan Baru Kerja Sama Teknologi
-
Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas
-
Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke
-
Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen
-
Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya
-
Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan
-
22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing
-
Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan
-
Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut
-
Prabowo Tak Main-Main! Bidik 4 Korporasi di Balik Karhutla Kalimantan, Izin Bakal Dicabut