- Ketua Umum HMI Jawa Barat, Siti Nurhayati, menyoroti penyempitan ruang demokrasi akibat intimidasi terhadap aktivis di Indonesia.
- Siti mengkritik lambannya pengusutan kasus kekerasan terhadap Andrie Yunus serta penggunaan peradilan militer yang dianggap tidak transparan.
- Presiden Prabowo didesak menindak tegas pelaku kekerasan, sementara Wapres Gibran diminta melakukan tekanan politik konkret untuk penuntasan kasus.
Suara.com - Kondisi demokrasi di Indonesia mendapat sorotan tajam dari Ketua Umum Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Jawa Barat, Siti Nurhayati Barsasmy. Ia menilai ruang bagi para pengkritik kekinian kian menyempit akibat bayang-bayang intimidasi dan kekerasan yang masih menghantui para aktivis.
Dalam bincang-bincang di podcast Madilog kanal YouTube Forum Keadilan TV, Siti menyebut bahwa meski konstitusi menjamin kebebasan berpendapat, fakta di lapangan justru menunjukkan adanya degradasi nilai-nilai kemanusiaan dan rasionalitas dalam bernegara.
“Indonesia hari ini dalam kehidupan demokrasinya... masih ada elemen di mana rasionalitas dan intelektualitasnya masih terganggu... dan terlebih kan mengkikis terhadap nilai hak asasi manusia,” ujar Siti, dikutip Rabu (8/4/2026).
Siti secara spesifik mengaitkan keresahannya dengan kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus. Menurutnya, pengungkapan pelaku di tingkat lapangan sama sekali belum menyentuh rasa keadilan publik jika dalang di baliknya masih melenggang bebas.
“Otak pelaku dan aktor intelektualnya itu dalang di baliknya harus diungkap... ini pola-pola lama ortodok,” tegas Siti.
Ia menyayangkan proses hukum yang terkesan berjalan di tempat selama hampir tiga minggu tanpa kejelasan motif. Siti juga mengkritik penggunaan peradilan militer dalam kasus ini, mengingat korbannya adalah warga sipil.
Mekanisme tersebut dikhawatirkan Siti menutup pintu bagi masyarakat untuk mengawal kasus secara transparan.
“Peradilan militer kan tertutup kita tidak bisa mengawal secara transparan," ungkapnya.
Lebih jauh, Siti mencium adanya potensi tarik-menarik kepentingan antara institusi yang terlibat dalam penanganan kasus ini.
Baca Juga: Siang Ini, Presiden Prabowo Kumpulkan Seluruh Kabinet Merah Putih dan Dirut BUMN di Istana
Menurutnya, ego sektoral demi menjaga reputasi masing-masing instansi seringkali menjadi penghambat pengungkapan kasus secara tuntas.
“Ada dua institusi betul yang punya kepentingan berbeda untuk reputasi instansi mereka,” tambahnya.
Harapan untuk Prabowo dan Sentilan untuk Gibran
Terkait posisi pimpinan nasional, Siti menaruh harapan besar kepada Presiden Prabowo Subianto untuk menunjukkan taji kepemimpinannya dalam melindungi hak asasi manusia dan menghukum pelaku kekerasan tanpa pandang bulu.
“Harapan kita kepada Presiden itu tentu harus menguatkan integritasnya... harus menghukum dan mengutuk siapa pun yang melakukannya,” ucap Siti.
Namun, kritik lebih tajam dialamatkan Siti kepada Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- 5 Serum Penumbuh Rambut Terbaik untuk Rambut Menipis dan Area Botak
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Terdakwa Militer Dituntut Ringan, Keluarga Kacab BRI Gugat Pasal Peradilan Koneksitas ke MK
-
Hujan Lebat Disertai Petir Ancam Akhir Pekan Warga Jakarta Selatan dan Timur Jelang Petang
-
Program MBG Serap 1,28 Juta Tenaga Kerja, Ribuan UMKM hingga Peternak Ikut Kecipratan
-
Jateng Genjot Investasi EBT dan Pengelolaan Sampah, Ahmad Luthfi Tawarkan ke Para Pengusaha Tiongkok
-
'Kan Bisa di-Google', Jimly Asshiddiqie Sindir Pansel yang Loloskan Hery Susanto
-
Pansel Dinilai Kecolongan Loloskan Hery Susanto Jadi Ketua Ombudsman
-
Studi Temukan Mikroplastik Menyusup ke Sperma dan Ketuban, Apa Dampaknya?
-
Momen Prabowo Mau Reshuffle Zulhas Gara-Gara Salah Kasih Info Nama Desa, Ternyata Cuma Guyon
-
Hindari Area Kuningan, Dishub DKI Terapkan Buka-Tutup Jalan Hingga 26 Mei 2026
-
Usai 9 WNI Dipulangkan, Wanda Hamidah Serukan Konvoi Lebih Besar ke Palestina