- Ketua Umum HMI Jawa Barat, Siti Nurhayati, menerima teror setelah mengunggah konten solidaritas untuk aktivis Andrie Yunus.
- Siti memilih mempublikasikan teror tersebut melalui media sebagai strategi guna menarik perhatian publik terhadap intimidasi aktivis.
- Meskipun diintimidasi, Siti tetap berkomitmen menyuarakan kebenaran serta mengajak generasi muda untuk tidak takut menghadapi tekanan.
Suara.com - Ketua Umum Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Jawa Barat, Siti Nurhayati Barsasmy, mengaku mengalami teror dan intimidasi setelah mengunggah konten solidaritas untuk aktivis Andrie Yunus.
Teror tersebut, menurutnya, menjadi bukti bahwa suara kritis dari kalangan aktivis masih dianggap mengganggu oleh pihak-pihak tertentu.
Dalam wawancara bersama Margie Syarif di kanal YouTube Forum Keadilan TV, Siti mengungkap bahwa dirinya sempat mempertimbangkan langkah yang harus diambil saat menghadapi ancaman.
Ia bahkan merujuk pada informasi yang ia baca terkait respons terhadap teror.
“Jika misalkan kita disiram harus dikucuri dengan air yang mengalir, jika kita diteror oleh orang yang tidak bertanggung jawab lebih baik lapor media,” ujarnya, dikutip Rabu (8/4/2026).
Keputusan untuk tidak langsung melaporkan ke aparat, menurutnya, bukan semata karena ketidakpercayaan, melainkan bagian dari strategi menyikapi situasi yang ia hadapi.
Siti menilai publikasi melalui media justru dapat memperluas perhatian terhadap kasus yang dialaminya.
Ia menegaskan bahwa konten yang diunggahnya bukan merupakan sikap kelembagaan HMI, melainkan murni dorongan personal sebagai aktivis yang merasa terpanggil oleh kasus kekerasan yang menimpa sesama pejuang hak asasi manusia.
“Ini pure adalah bentuk empati saya solidaritas saya kepada Bang Andrie Yunus ini meskipun saya tidak mengenal secara pribadi... siapa pun yang menyuarakan kebenaran tersebut di angkara negeri ini itu adalah kawan saya,” tegas Siti.
Baca Juga: Ketum HMI Jabar Siti Nurhayati Ngaku Diteror Usai Bela Andrie Yunus, Keluarga Sempat Mengungsi
Menurut Siti, pengalaman yang dialaminya tidak berdiri sendiri. Ia menyebut teror serupa juga dialami oleh aktivis lain, termasuk di lingkungan HMI sendiri, yang menunjukkan adanya pola intimidasi terhadap suara kritis.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa ancaman tersebut tidak membuatnya gentar. Baginya, rasa takut justru menjadi tujuan utama dari pelaku teror.
“Nggak ngefek Bang karena ancaman-ancaman tersebut kan kenapa kita harus takut terhadap para pengecut... kalau misalnya takut saya pasti berhenti untuk menyuarakan hal ini,” jelasnya.
Siti memandang bahwa tindakan intimidasi merupakan indikasi bahwa suara yang disampaikan mulai menyentuh kepentingan tertentu. Ia menilai jika suara tersebut tidak berdampak, maka tidak akan ada respons dalam bentuk ancaman.
“Kalau misalkan kita ini merasa tidak mengganggu terhadap kepentingannya, mereka tidak akan merespon itu dengan hal-hal yang sifatnya pengecut,” ujarnya.
Lebih jauh, ia menyebut bahwa kekhawatiran terbesar dari pihak yang melakukan teror adalah munculnya solidaritas luas dari masyarakat, khususnya generasi muda dan aktivis.
Berita Terkait
-
Ketum HMI Jabar Siti Nurhayati Ngaku Diteror Usai Bela Andrie Yunus, Keluarga Sempat Mengungsi
-
Novel Ungkap Kejanggalan Kasus Andrie Yunus: Berkas Dilimpah, Padahal Korban Belum Diperiksa?
-
Desakan Pengusutan Kasus Andrie Yunus di Peradilan Umum Terus Menguat, Lebih Adil Bagi Korban
-
Berkas 4 Oknum BAIS TNI Tersangka Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus Dilimpahkan ke Otmil
-
Ratusan Mahasiswa BEM SI BSJB Geruduk Komnas HAM, Desak Usut Tuntas Kasus Andrie Yunus
Terpopuler
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- 5 Serum Penumbuh Rambut Terbaik untuk Rambut Menipis dan Area Botak
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Terdakwa Militer Dituntut Ringan, Keluarga Kacab BRI Gugat Pasal Peradilan Koneksitas ke MK
-
Hujan Lebat Disertai Petir Ancam Akhir Pekan Warga Jakarta Selatan dan Timur Jelang Petang
-
Program MBG Serap 1,28 Juta Tenaga Kerja, Ribuan UMKM hingga Peternak Ikut Kecipratan
-
Jateng Genjot Investasi EBT dan Pengelolaan Sampah, Ahmad Luthfi Tawarkan ke Para Pengusaha Tiongkok
-
'Kan Bisa di-Google', Jimly Asshiddiqie Sindir Pansel yang Loloskan Hery Susanto
-
Pansel Dinilai Kecolongan Loloskan Hery Susanto Jadi Ketua Ombudsman
-
Studi Temukan Mikroplastik Menyusup ke Sperma dan Ketuban, Apa Dampaknya?
-
Momen Prabowo Mau Reshuffle Zulhas Gara-Gara Salah Kasih Info Nama Desa, Ternyata Cuma Guyon
-
Hindari Area Kuningan, Dishub DKI Terapkan Buka-Tutup Jalan Hingga 26 Mei 2026
-
Usai 9 WNI Dipulangkan, Wanda Hamidah Serukan Konvoi Lebih Besar ke Palestina