- Presiden Prabowo Subianto menekankan peran vital perairan Indonesia dalam mendukung distribusi kebutuhan energi negara-negara Asia Timur pada Rabu (8/4/2026).
- Sebanyak 70 persen kebutuhan energi dan perdagangan Asia Timur bergantung pada jalur laut strategis yang melewati wilayah perairan Indonesia.
- Posisi Selat Malaka, Selat Sunda, dan Selat Makassar menjadi titik kunci yang sangat menentukan stabilitas energi bagi kawasan tersebut.
Suara.com - Presiden Prabowo Subianto menungkapkan peran vital jalur perairan Indonesia bagi distribusi kebutuhan energi negara-negara di kawasan Asia Timur.
Mulanya, Prabowo mengajak anggota kabinet, eselon I kementerian/lembaga, serta para direktur utama BUMN untuk belajar dan memahami sejarah.
Ia lantas bercerita mengenai peran vital Selat Hormuz ketika terjadi perang di kawasan Timur Tengah.
"Sekarang perang di Timur Tengah itu membuktikan satu selat, satu Selat Hormuz, itu menentukan hidupnya bangsa menentukan harga minyak satu telat, 33 mil, 60 km, yang sekarang dikunci Hormuz itu dipegang satu negara," kata Prabowo dalam Rapat Kerja Pemerintah di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Terlepas dari Selat Hormuz, Prabowo kemudian mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki jalur perairan dan perdagangan serupa yang dilintasi kapal-kapal pengangkut minyak.
"Tapi sadarkan kita, sadarkah kita bahwa 70 persen kebutuhan energi Asia Timur, 70 persen energi dan 70 persen perdagangan lewat laut-laut Indonesia,"
"Sadarkah kita bahwa Selat Malaka, Selat Sunda, Selat Makasar dan sebagainya itu laut Indonesia. Sadarkah kita, betapa pentingnya Indonesia, sadarkah kita betapa kuncinya Indonesia 70 persen energi Korea, Jepang, Taiwan, Tiongkok, Filipina," kata Prabowo.
Berita Terkait
-
Purbaya Tak Masalah Jika Gaji Menteri Dipotong, Perkirakan Sampai 25%
-
Prabowo: Meski Krisis Timur Tengah Picu Lonjakan Harga Energi, Kondisi Indonesia Masih Aman
-
Ungkit Omongan Prabowo, KontraS Polisikan 4 Anggota BAIS Pakai Pasal Percobaan Pembunuhan-Terorisme!
-
Prabowo: Jika Pemerintah Dinilai Tak Baik, Ganti Lewat Pemilu atau Impeachment
-
Prabowo Dorong Joint Venture Garuda dan Saudia Airlines untuk Efisiensi Penerbangan Haji
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
-
90 Menit yang Menentukan! Trump Tak Jadi Pakai Senjata Nuklir ke Iran karena Ditekan?
-
Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang Iran Selama Dua Pekan
Terkini
-
Pertahankan Subsidi BBM untuk Rakyat Miskin, Prabowo Subianto: Yang Kaya Jangan Minta!
-
Kilang Minyak Iran Diserang Usai Gencatan Senjata Diumumkan
-
Kampanye Kocak Wajib Militer Thailand Sukses Gaet 30 Ribu Relawan
-
Komnas HAM: Ada Potensi Pelaku Lain dalam Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
-
Prabowo: Meski Krisis Timur Tengah Picu Lonjakan Harga Energi, Kondisi Indonesia Masih Aman
-
Kekerasan Seksual di Transportasi Online Berulang, Sistem Keamanannya Bermasalah?
-
Ungkit Omongan Prabowo, KontraS Polisikan 4 Anggota BAIS Pakai Pasal Percobaan Pembunuhan-Terorisme!
-
Prabowo: Jika Pemerintah Dinilai Tak Baik, Ganti Lewat Pemilu atau Impeachment
-
Siapa Shehbaz Sharif? Tokoh Kunci di Balik Gencatan Senjata AS-Iran
-
Minta Evaluasi Mingguan, Ketua DPRD DKI Kawal Kebijakan WFH ASN Jakarta Agar Tak Rugikan Warga