News / Nasional
Rabu, 08 April 2026 | 17:49 WIB
Presiden Prabowo Subianto di Istana Medeka, Jakarta, Rabu (8/4/2026). [Suara.com/Novian Ardiansyah]
Baca 10 detik
  • Presiden Prabowo Subianto menekankan peran vital perairan Indonesia dalam mendukung distribusi kebutuhan energi negara-negara Asia Timur pada Rabu (8/4/2026).
  • Sebanyak 70 persen kebutuhan energi dan perdagangan Asia Timur bergantung pada jalur laut strategis yang melewati wilayah perairan Indonesia.
  • Posisi Selat Malaka, Selat Sunda, dan Selat Makassar menjadi titik kunci yang sangat menentukan stabilitas energi bagi kawasan tersebut.

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto menungkapkan peran vital jalur perairan Indonesia bagi distribusi kebutuhan energi negara-negara di kawasan Asia Timur.

Mulanya, Prabowo mengajak anggota kabinet, eselon I kementerian/lembaga, serta para direktur utama BUMN untuk belajar dan memahami sejarah.

Ia lantas bercerita mengenai peran vital Selat Hormuz ketika terjadi perang di kawasan Timur Tengah.

"Sekarang perang di Timur Tengah itu membuktikan satu selat, satu Selat Hormuz, itu menentukan hidupnya bangsa menentukan harga minyak satu telat, 33 mil, 60 km, yang sekarang dikunci Hormuz itu dipegang satu negara," kata Prabowo dalam Rapat Kerja Pemerintah di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Terlepas dari Selat Hormuz, Prabowo kemudian mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki jalur perairan dan perdagangan serupa yang dilintasi kapal-kapal pengangkut minyak.

"Tapi sadarkan kita, sadarkah kita bahwa 70 persen kebutuhan energi Asia Timur, 70 persen energi dan 70 persen perdagangan lewat laut-laut Indonesia,"

"Sadarkah kita bahwa Selat Malaka, Selat Sunda, Selat Makasar dan sebagainya itu laut Indonesia. Sadarkah kita, betapa pentingnya Indonesia, sadarkah kita betapa kuncinya Indonesia 70 persen energi Korea, Jepang, Taiwan, Tiongkok, Filipina," kata Prabowo.

Load More