- Wakil Ketua Umum PAN, Viva Yoga Mauladi, meminta publik tidak mengkhawatirkan wacana menjatuhkan pemerintahan Presiden Prabowo pada Rabu (8/4/2026).
- PAN menilai narasi oposisi dari Saiful Mujani hanyalah riak kecil yang tidak akan mengguncang stabilitas politik nasional Indonesia.
- Partai Amanat Nasional tetap menyatakan dukungan penuh kepada Presiden Prabowo karena kinerja pemerintah dianggap sudah di jalur tepat.
Suara.com - Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Viva Yoga Mauladi, meminta publik tidak perlu mengkhawatirkan secara berlebihan pernyataan ilmuwan politik Saiful Mujani terkait wacana menjatuhkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Ia mengibaratkan narasi tersebut hanyalah riak kecil yang tidak akan mengguncang stabilitas nasional.
"Pernyataan Saiful Mujani tidak usah dikhawatirkan terlalu dalam, sebab itu hanya seperti bui di lautan, bukan gelombang," ujar Viva kepada wartawan, Rabu (8/4/2026).
Menurutnya, munculnya pikiran-pikiran oposisional adalah hal yang lumrah dan akan selalu ada dalam setiap rezim kepemimpinan nasional.
Dalam kacamata teori demokrasi, perbedaan pandangan tersebut justru menjadi bagian dari mekanisme check and balances yang dinamis bagi jalannya pemerintahan.
Ia menekankan bahwa PAN tetap solid mendukung penuh pemerintahan saat ini. Berdasarkan pengamatan dan berbagai hasil survei, mayoritas masyarakat Indonesia justru mengapresiasi dan merasa puas atas kinerja Presiden Prabowo.
"PAN akan terus berjuang bersama-sama dengan Presiden Prabowo dalam menuntaskan janji-janji kemerdekaan. Jika ada kekurangan atau ada yang protes, maka hal itu wajar saja," imbuhnya.
Lebih lanjut, Viva menilai bahwa celetukan atau pernyataan Saiful Mujani tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap iklim politik nasional.
Ia membandingkan posisi Saiful dengan tokoh intelektual besar Indonesia lainnya yang memiliki basis massa fanatik.
Baca Juga: Buntut Seruan Gulingkan Prabowo, Saiful Mujani dan Islah Bahrawi Mau Dilaporkan ke Polisi
"Sebagai seorang intelektual, Mas Saiful Mujani tidak memiliki akar basis massa yang besar dan fanatik, sebagaimana Nurcholish Madjid (Cak Nur) atau Gus Dur," tegasnya.
Viva juga memberikan catatan mengenai peran ideal seorang intelektual. Menurutnya, seorang intelektual seharusnya menggunakan pengetahuan dan nalar kritis untuk memberi arah pada kehidupan masyarakat, berpihak pada kebenaran, serta memiliki integritas dalam kehidupan nyata.
Ia meyakini kepemimpinan Presiden Prabowo saat ini sudah berada di jalur yang tepat dalam mengelola negara sebesar Indonesia dengan segala kompleksitasnya.
"Mengelola negara yang luas wilayahnya 5,2 juta km persegi dengan penduduk 288 juta jiwa memerlukan kepemimpinan yang kuat dan visioner, serta manajemen pembangunan modern yang integratif, partisipatif, dan produktif," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Buntut Seruan Gulingkan Prabowo, Saiful Mujani dan Islah Bahrawi Mau Dilaporkan ke Polisi
-
Begini Pernyataan Saiful Mujani Serukan "Gulingkan Prabowo" yang Bikin Geger
-
Bukan Kritik Saiful Mujani, Pengamat UGM: Kegagalan Ekonomi Adalah Ancaman Sesungguhnya bagi Prabowo
-
Tanggapi Kritik Saiful Mujani, Sekjen Golkar Pasang Badan: Kereta Sudah di Rel yang Tepat!
-
Respons Seskab Teddy soal Kritik Saiful Mujani ke Program Prabowo
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
Menteri Imipas Buka Suara soal Usulan Napi Penerima Amnesti Wajib Ikut Komcad
-
Demo Pendukung MBG Digelar Hari Ini, 1.686 Personel Gabungan Turun Mengamankan
-
KPK Jangan Melempem! Usut Tuntas Skandal Amplop Menhut Raja Juli di Kasus Suap Hutan Kuansing
-
DPRD DKI Nilai Tarif Transjakarta Naik Jadi Rp 5.000 Masih Wajar, Ini Alasannya
-
KPK Doakan Gus Yaqut Cepat Sembuh agar Proses Hukum Kasus Korupsi Haji Segera Rampung
-
Momen Akrab Gibran, Puan, Muzani, dan Sultan di Parlemen, Ternyata Bahas Soal Ini
-
Kemasan Rokok Seragam Berisiko Tabrak UU Merek, Wamenkum: Jangan Over Regulation!
-
Sebut Polri Paling Korup, Burhanuddin Muhtadi Bongkar Kelemahan Survei IndexMundi
-
Jalan Cinta Amblas Nyaris 90 Derajat, DKI Bongkar Pemicunya: Tanggul Kali Sunter Retak!
-
Isi Amplop Menhut Raja Juli Masih Misteri, KPK Duga Suap Hutan Kuansing Pakai Dolar Singapura