News / Nasional
Rabu, 08 April 2026 | 22:17 WIB
Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Muhammad Sarmuji di DPP Partai Golkar, Slipi Jakarta Barat, Rabu (8/4/2026) malam. [Suara.com/Faqih]
Baca 10 detik
  • Sekjen Golkar, Muhammad Sarmuji, menyatakan bahwa perombakan kabinet merupakan hak prerogatif sepenuhnya milik Presiden Prabowo Subianto.
  • Golkar berharap tidak ada kadernya yang terkena perombakan sehingga partai tersebut tidak menyiapkan calon pengganti menteri.
  • Seskab Teddy Indra Wijaya meminta publik menunggu pernyataan resmi Presiden terkait kepastian isu perombakan kabinet tersebut.

Suara.com - Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, angkat bicara saat disinggung soal isu perombakan kabinet atau reshuffle.

Ia mengatakan bahwa reshuffle merupakan kewenangan Presiden, karena Kepala Negara yang paling mengetahui komposisi para menteri yang membantunya.

“Isu reshuffle itu sudah seringlah kita dengar. Tapi kan itu kewenangan Presiden. Kita serahkan kewenangan pada Presiden, karena Presiden paling tahu bagaimana komposisi kabinet timnya,” katanya di DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Rabu (8/4/2026) malam.

Sehingga, lanjut Sarmuji, dirinya menyerahkan hal ini sepenuhnya kepada Prabowo Subianto selaku Kepala Negara.

“Itu kita serahkan pada Presiden saja,” jelasnya.

Sarmuji juga berharap, jika nanti Prabowo memang melakukan perubahan terhadap kabinetnya, tidak ada menteri dari Partai Golkar yang terdampak.

“Ya, mudah-mudahan tidak ada. Mudah-mudahan tidak ada,” ujarnya.

Sejauh ini, Sarmuji mengklaim pihaknya tidak menyiapkan calon pengganti menteri, karena ia yakin tidak ada kader Partai Golkar yang terimbas reshuffle.

“Enggak ada, enggak ada. Itu urusan Presiden saja, ya. Kami yakin mudah-mudahan enggak ada yang di-reshuffle dari Partai Golkar, jadi kami tidak menyiapkan calon,” tandasnya.

Baca Juga: Sinyal Reshuffle Kabinet Prabowo Mencuat Lagi, Pengamat: Antara Masalah Kinerja atau Loyalitas

Isu perombakan kabinet atau reshuffle kembali mencuat di tengah dinamika pemerintahan. Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya angkat bicara, meski dengan pernyataan singkat.

Saat ditemui di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (7/4/2026), Teddy tidak memberikan jawaban panjang terkait kemungkinan reshuffle. Ia hanya meminta publik dan awak media untuk menunggu perkembangan selanjutnya.

"Tunggu aja," kata Teddy singkat.

Ia menegaskan bahwa kewenangan terkait perombakan kabinet sepenuhnya berada di tangan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, hanya Presiden yang berhak menyampaikan keputusan resmi kepada publik.

"Nanti bapak presiden yang akan menceritakan," ujarnya.

Pernyataan Teddy tersebut menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada pengumuman resmi terkait reshuffle kabinet.

Load More