-
Serangan Israel di Lebanon menewaskan ratusan warga sipil saat proses gencatan senjata berlangsung.
-
Militer Israel memperluas target serangan hingga ke pemukiman lintas agama di pusat Beirut.
-
Sebanyak 1,2 juta warga Lebanon terpaksa mengungsi akibat perintah evakuasi dan gempuran udara.
Suara.com - Tragedi kemanusiaan kembali pecah di wilayah selatan Lebanon akibat eskalasi serangan udara militer Israel yang sangat masif.
Gempuran tersebut terjadi secara mengejutkan tepat saat sedang berlangsung upaya gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.
Dikutip dari CNN, Aksi militer pada Rabu (8/3) tersebut telah mengakibatkan jatuhnya ratusan korban jiwa dari kalangan masyarakat sipil setempat.
Laporan resmi dari kantor berita NNA menyebutkan bahwa gempuran tersebut menyasar titik-titik krusial di Lebanon.
Beberapa kota besar yang menjadi sasaran utama ledakan bom adalah wilayah pesisir Tyre dan juga Sidon.
Menteri Kesehatan Lebanon, Rakan Nassereddine, memberikan konfirmasi resmi mengenai jumlah korban yang terus bertambah drastis.
Rakan Nassereddine mengatakan ratusan orang tewas dan luka-luka akibat gempuran Israel di sejumlah kota termasuk Kota Tyre dan Sidon.
Pernyataan tersebut menunjukkan betapa parahnya skala kerusakan yang dialami oleh fasilitas publik di wilayah itu.
Korban luka saat ini sedang berupaya mendapatkan perawatan medis di tengah keterbatasan fasilitas kesehatan yang ada.
Baca Juga: Lakukan Evaluasi Imbas 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Pemerintah Bakal Tarik Pasukan Perdamaian?
Tim penyelamat masih terus menyisir reruntuhan bangunan untuk mencari kemungkinan adanya korban yang masih terjebak.
Kekerasan bersenjata ini tidak hanya berhenti di perbatasan selatan, namun juga merambah hingga pusat kota Beirut.
Ibu kota Lebanon tersebut menghadapi serangan udara yang disebut sangat destruktif dan mengenai wilayah pemukiman padat.
Salah satu serangan bahkan dilaporkan jatuh di area yang sangat dekat dengan jalur pejalan kaki umum.
Lokasi tersebut merupakan pusat aktivitas ekonomi dan sosial bagi penduduk lokal yang kini hancur lebur.
Ketakutan luar biasa kini menyelimuti seluruh warga Beirut karena ancaman bom bisa datang kapan saja.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Durian Musang King dan Black Thorn Jadi Komoditas Baru Andalan Sulsel
Pilihan
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
-
Penampakan 50 Pria Baju Loreng Geruduk Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Febrie Adriansyah
-
Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
-
50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
Terkini
-
Uang yang Disita KPK dari Bupati Kuansing Ternyata Bagian dari 'Kembalian' Menhut Raja Juli
-
TNI Jaga Rumah Jampidsus, Pengamat Nilai Batas Ranah Sipil dan Militer Mulai Kabur
-
Santri Korban Pembakaran di Ponpes Lombok Alami Trauma Berat, Sering Teriak dan Halusinasi
-
Misteri Harta Jampidsus Febrie: LHKPN Rp18 M vs Temuan Emas 74 Kg di Rumah Sentul City
-
Tak Lagi Berbasis Latihan Kemiliteran, Pelatihan SPPI Kini Lebih Humanis
-
Kesaksian Orang Dalam Cafe deClan: Ada Perdebatan Sebelum Polisi Bongkar Ruang Rahasia
-
Qodari: Tarif Listrik Harusnya Naik, tapi Pemerintah Menjaga Daya Beli Masyarakat
-
Muncul Rumor Dua Jenderal Ikut Geruduk Polda Metro Jaya, TNI Buka Suara
-
Qodari: Pemilihan Logo HUT ke-81 RI Cerminkan Perhatian Pemerintah dalam Hormati Pilihan Publik
-
Militer Israel Rudal Nobar Piala Dunia 2026 di Gaza, Satu Pekerja Kemanusiaan Tewas