-
Serangan Israel di Lebanon menewaskan ratusan warga sipil saat proses gencatan senjata berlangsung.
-
Militer Israel memperluas target serangan hingga ke pemukiman lintas agama di pusat Beirut.
-
Sebanyak 1,2 juta warga Lebanon terpaksa mengungsi akibat perintah evakuasi dan gempuran udara.
Distrik-distrik yang dihuni oleh komunitas lintas agama pun tidak luput dari hantaman rudal militer Israel.
Kawasan yang mayoritas ditempati warga Kristen serta Islam Sunni turut merasakan dampak ledakan yang mengerikan.
Video amatir yang berhasil didapatkan memperlihatkan visualisasi kehancuran yang sangat nyata di lapangan.
Kepulan asap hitam pekat membumbung tinggi menyelimuti langit Beirut sesaat setelah jet tempur melepaskan bom.
Suasana mencekam terlihat jelas dari gedung-gedung yang runtuh akibat getaran ledakan yang sangat dahsyat tersebut.
Suara raungan sirene ambulans terdengar bersahut-sahutan di seluruh penjuru kota untuk mengangkut para korban.
Petugas medis bekerja ekstra keras di tengah risiko serangan susulan yang diprediksi masih akan terjadi.
Militer Israel secara resmi telah mengeluarkan perintah pengungsian paksa kepada penduduk di berbagai wilayah strategis.
Instruksi pengungsian ini menyasar warga di Haret Hreik, Ghobeiry Laylaki, Hadath, hingga ke kawasan Shiyah.
Baca Juga: Lakukan Evaluasi Imbas 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Pemerintah Bakal Tarik Pasukan Perdamaian?
Penduduk di Tawhidat al-Ghadir dan Burj al-Barajneh juga dipaksa segera meninggalkan rumah mereka demi keselamatan jiwa.
Arus perpindahan manusia secara besar-besaran kini menjadi pemandangan pilu di sepanjang jalan protokol Lebanon.
Data terbaru mencatat jumlah pengungsi akibat konflik ini telah menembus angka yang sangat fantastis.
Saat ini tercatat ada 1,2 juta warga Lebanon yang kehilangan tempat tinggal akibat serangan tersebut.
Masyarakat internasional kini menyoroti ketidakmampuan mekanisme gencatan senjata dalam melindungi nyawa warga sipil yang tak berdosa.
Krisis kemanusiaan di Lebanon diprediksi akan semakin dalam jika aksi militer tidak segera dihentikan sepenuhnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
Pilihan
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
Terkini
-
Donald Trump Desak Pakistan Bujuk Iran Gencatan Senjata Demi Amankan Selat Hormuz dari Krisis Minyak
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Kecewa dengan AS-Israel, Reza Pahlavi Provokasi Rakyat Iran Lakukan Kudeta
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
IRGC Siapkan Balasan Mematikan Jika Gencatan Senjata Gagal
-
Israel Bom Lebanon Tewaskan 182 Warga, Perdana Menteri Nawaf Salam Umumkan Hari Berkabung Nasional
-
Bukan Sekadar Simpan Pinjam, Kelompok ASKA Jadi Benteng Sosial Istri Nelayan dari Jeratan Utang
-
Selat Hormuz Bisa Dibuka Sebelum Pertemuan AS dan Iran di Pakistan
-
Investasi untuk Anak Cucu Lewat Mangrove, Cara Warga Pesisir Lombok Timur Cegah Banjir Rob
-
Siapa Sadiq al-Nabulsi? Tokoh Islam Terpandang Lebanon Tewas dalam Serangan Israel