-
Serangan udara Israel di Lebanon mengakibatkan 182 warga sipil meninggal dunia dan ratusan luka.
-
Perdana Menteri Nawaf Salam menetapkan hari berkabung nasional dan memerintahkan penutupan seluruh kantor administrasi.
-
Pemerintah Lebanon menempuh jalur diplomatik internasional guna menghentikan aksi militer Israel yang menghancurkan.
Dalam sebuah pernyataan, kantor perdana menteri mengatakan Kamis (9/4) akan menjadi "hari berkabung nasional untuk para martir dan korban luka dari serangan Israel yang menargetkan ratusan warga sipil yang tidak bersalah dan tidak berdaya".
Pemerintah juga memberikan instruksi khusus kepada seluruh instansi administrasi publik untuk menghentikan aktivitas sementara waktu.
Seluruh bendera di gedung-gedung pemerintahan diperintahkan untuk dikibarkan setengah tiang sebagai tanda penghormatan dan kesedihan.
Langkah penutupan kantor pemerintahan ini dilakukan guna memberikan ruang bagi masyarakat untuk berfokus pada masa pemulihan.
Keheningan melanda berbagai kota di Lebanon seiring dengan duka yang menyelimuti keluarga para korban yang kehilangan nyawa.
Kantor Perdana Menteri Lebanon saat ini terus berupaya melakukan komunikasi intensif dengan berbagai pihak di tingkat global.
Kantor Salam mengatakan bahwa ia terlibat dalam upaya diplomatik "untuk memobilisasi semua sumber daya politik dan diplomatik Lebanon untuk menghentikan mesin pembunuh Israel".
Pemerintah Lebanon berharap tekanan internasional dapat segera menghentikan eskalasi militer yang terus memakan banyak korban jiwa.
Setiap jalur negosiasi kini sedang ditempuh agar gencatan senjata dapat segera direalisasikan demi keselamatan rakyat sipil.
Baca Juga: Lakukan Evaluasi Imbas 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Pemerintah Bakal Tarik Pasukan Perdamaian?
Dunia internasional kini menyoroti bagaimana respon organisasi global terhadap krisis kemanusiaan yang sedang melanda wilayah Lebanon ini.
Keadaan di lapangan menunjukkan ketakutan yang luar biasa di kalangan penduduk yang harus melarikan diri dari rumah.
Anak-anak dan lansia menjadi kelompok yang paling terdampak secara mental akibat suara ledakan yang menggelegar di Beirut.
Banyak keluarga yang terpisah saat mencoba menyelamatkan diri dari reruntuhan bangunan yang roboh dihantam rudal militer Israel.
Kebutuhan akan obat-obatan dan logistik darurat semakin mendesak di tengah keterbatasan fasilitas yang tersedia saat ini.
Masyarakat Lebanon kini bersatu dalam kesedihan namun tetap menuntut keadilan atas tindakan militer yang dinilai melanggar kemanusiaan.
Solidaritas Nasional di Tengah Krisis
Warga di berbagai penjuru negeri bahu-membahu memberikan bantuan kepada mereka yang paling terdampak oleh serangan udara ini.
Relawan medis bekerja tanpa henti di tengah keterbatasan peralatan demi menyelamatkan nyawa para korban yang terus berdatangan.
Pesan solidaritas mengalir dari berbagai elemen masyarakat untuk menguatkan satu sama lain di masa yang sangat sulit ini.
Duka nasional ini menjadi pengingat bagi dunia tentang kerentanan warga sipil di tengah konflik bersenjata yang berkepanjangan.
Pemerintah berjanji akan terus mendampingi proses pemulihan fisik dan mental bagi seluruh masyarakat Lebanon yang menjadi korban.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Durian Musang King dan Black Thorn Jadi Komoditas Baru Andalan Sulsel
Pilihan
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
Terkini
-
Darurat Korupsi! Golkar Desak Evaluasi Total Rekrutmen Kepala Daerah Usai OTT Beruntun
-
Mulut Dimasukkan Sepatu! Viral Pengakuan Manajer Bank Ngaku Disiksa Atasan
-
Sita 74 Kg Emas dan Valas Rp476 Miliar, Kortas Tipidkor Polri Bongkar Brankas Rahasia di Sentul
-
Gebrakan RUU Sisdiknas: Wajib Belajar Kini 13 Tahun, Termasuk 1 Tahun di PAUD
-
Usai Cafe de'CLAN Signature, Polisi Sita 74 Kg Emas dan Ratusan Miliar Hasil TPPU di Sentul City!
-
Geledah Rumah Mewah di Sentul City Bogor, Polisi Diduga Sita Emas Hingga Mata Uang Asing
-
Rumah Mewah di Sentul City Digeledah Polisi Tengah Malam, Diduga Milik Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Meluas ke 12 Titik! Polisi Geledah Pacific Place hingga Rumah Mewah di Sentul Terkait Kasus TPPU
-
Bahaya State Capture, Pakar Ungkap Cara Militer 'Kuasai' Negara Lewat Jalur Legal
-
Jejak Densus 88 Kuntit Jampidsus di Cafe de'CLAN Signature: Kini Ditemukan Brankas Dolar Rp67 M!