News / Internasional
Kamis, 09 April 2026 | 06:40 WIB
IRGC serang 25 target strategis energi AS di Timur Tengah meski ada kesepakatan gencatan senjata. (X)
Baca 10 detik
  • IRGC tetap siaga tempur meski ada kesepakatan gencatan senjata antara Teheran dan Washington.

  • Operasi True Promise 4 menghancurkan 25 target termasuk kilang ExxonMobil dan Dow Chemical.

  • Iran bersumpah membalas setiap agresi pada tingkat lebih tinggi demi kedaulatan bangsa mereka.

Perusahaan Dow Chemical yang berbasis di Arab Saudi juga dilaporkan terkena dampak serangan operasi tersebut.

IRGC juga membidik instalasi minyak milik AS yang berada di lokasi pelabuhan utama Yanbu, Saudi.

Bukan hanya di Arab Saudi, fasilitas milik ExxonMobil yang beroperasi di Qatar pun tidak luput.

Pasukan elit Iran ini juga mengonfirmasi serangan terhadap fasilitas milik perusahaan Bapco di negara Bahrain.

Selain itu kilang minyak milik Amerika Serikat yang berada di Uni Emirat Arab ikut menjadi sasaran.

Infrastruktur energi di Pelabuhan Fujairah Uni Emirat Arab juga diklaim telah berhasil dihantam oleh militer.

Lebih lanjut IRGC menyebutkan bahwa kilang minyak Al-Ahmadi di Kuwait juga menjadi bagian dari target.

Instalasi milik Dolphin Gas Company di Qatar turut masuk dalam daftar penghancuran Operasi True Promise 4.

Area yang dikenal sebagai pulau minyak Zirku di Uni Emirat Arab juga mengalami serangan serupa.

Baca Juga: Trump Klaim Menang Telak di Iran Saat Gencatan Senjata Mulai Berlaku Bagi Militer Amerika Serikat

Beberapa titik rahasia lainnya juga disebut telah berhasil dilumpuhkan dalam misi yang dilaksanakan semalam itu.

Pihak IRGC menyatakan bahwa seluruh aksi ini merupakan bentuk pembuktian atas kapabilitas pertahanan mereka saat ini.

Keberhasilan menyerang puluhan titik strategis menunjukkan kelemahan sistem pertahanan udara lawan di wilayah pesisir.

Iran bersikeras bahwa mereka memiliki hak penuh untuk melindungi kepentingan nasional dari segala bentuk intimidasi asing.

Kondisi geopolitik saat ini memaksa militer Iran untuk tetap memegang kendali senjata meskipun diplomasi berjalan.

Dunia kini menanti bagaimana respons balasan dari Washington atas hancurnya fasilitas perusahaan energi mereka di sana.

Load More