-
IRGC tetap siaga tempur meski ada kesepakatan gencatan senjata antara Teheran dan Washington.
-
Operasi True Promise 4 menghancurkan 25 target termasuk kilang ExxonMobil dan Dow Chemical.
-
Iran bersumpah membalas setiap agresi pada tingkat lebih tinggi demi kedaulatan bangsa mereka.
Perusahaan Dow Chemical yang berbasis di Arab Saudi juga dilaporkan terkena dampak serangan operasi tersebut.
IRGC juga membidik instalasi minyak milik AS yang berada di lokasi pelabuhan utama Yanbu, Saudi.
Bukan hanya di Arab Saudi, fasilitas milik ExxonMobil yang beroperasi di Qatar pun tidak luput.
Pasukan elit Iran ini juga mengonfirmasi serangan terhadap fasilitas milik perusahaan Bapco di negara Bahrain.
Selain itu kilang minyak milik Amerika Serikat yang berada di Uni Emirat Arab ikut menjadi sasaran.
Infrastruktur energi di Pelabuhan Fujairah Uni Emirat Arab juga diklaim telah berhasil dihantam oleh militer.
Lebih lanjut IRGC menyebutkan bahwa kilang minyak Al-Ahmadi di Kuwait juga menjadi bagian dari target.
Instalasi milik Dolphin Gas Company di Qatar turut masuk dalam daftar penghancuran Operasi True Promise 4.
Area yang dikenal sebagai pulau minyak Zirku di Uni Emirat Arab juga mengalami serangan serupa.
Baca Juga: Trump Klaim Menang Telak di Iran Saat Gencatan Senjata Mulai Berlaku Bagi Militer Amerika Serikat
Beberapa titik rahasia lainnya juga disebut telah berhasil dilumpuhkan dalam misi yang dilaksanakan semalam itu.
Pihak IRGC menyatakan bahwa seluruh aksi ini merupakan bentuk pembuktian atas kapabilitas pertahanan mereka saat ini.
Keberhasilan menyerang puluhan titik strategis menunjukkan kelemahan sistem pertahanan udara lawan di wilayah pesisir.
Iran bersikeras bahwa mereka memiliki hak penuh untuk melindungi kepentingan nasional dari segala bentuk intimidasi asing.
Kondisi geopolitik saat ini memaksa militer Iran untuk tetap memegang kendali senjata meskipun diplomasi berjalan.
Dunia kini menanti bagaimana respons balasan dari Washington atas hancurnya fasilitas perusahaan energi mereka di sana.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
Pilihan
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
Terkini
-
Misi Revolusi Hijau: Prabowo Resmikan Pabrik Bus Listrik di Magelang Hari Ini
-
Sidak Random! BGN Temukan Bangunan Tak Layak 'Mirip Goa' Jadi SPPG di Bandung Barat
-
Korban Tewas Serangan Israel ke Lebanon Bertambah Jadi 254 Orang
-
Teka-teki Pengganti Anwar Usman: Istana Kantongi Nama Calon Hakim MK, Siap Dilantik Pekan Ini!
-
Bahlil Mohon Maaf ke Kader Golkar Sering 'Slow Respons', Ngaku Kurang Tidur Akibat Geopolitik
-
Wapres AS JD Vance Sebut Iran Bodoh Jika Gagalkan Gencatan Senjata Gegara Lebanon
-
Dubes UEA: Konflik Iran Bukan Perang Agama, 85% Rudal Justru Sasar Negara Arab, Bukan Israel!
-
Donald Trump Minta Bagian dari Tarif Tol Kapal Selat Hormuz
-
Trump Sebut Lebanon Tak Termasuk Kesepakatan Gencatan Senjata, Timur Tengah Memanas
-
Trump Ungkap Keuntungan Iran Setuju Buka Selat Hormuz: Akan Banyak Duit yang Dihasilkan