- Selat Hormuz adalah jalur transit energi terpenting dunia, menyalurkan seperlima minyak global dari produsen Teluk Persia, terutama ke pasar Asia.
- Selat Malaka adalah koridor perdagangan tersibuk, menangani seperempat barang dan minyak dunia, serta menjadi jalur vital bagi industri manufaktur Asia Timur.
- Jika Hormuz ditutup, pasokan energi global akan terancam. Jika Malaka terganggu, rantai pasok industri dunia bisa lumpuh, yang dikenal sebagai "Dilema Malaka" bagi China.
Suara.com - Di tengah memanasnya konflik Timur Tengah, dua selat sempit di belahan bumi yang berbeda kini menjadi pusat perhatian dunia: Selat Hormuz dan Selat Malaka.
Meski sama-sama menjadi urat nadi perekonomian global, kedua jalur air ini memiliki peran yang sangat berbeda dalam mengendalikan arus energi dan perdagangan dunia.
Selat Hormuz Jalur Energi Dunia
Saat Iran menjadikan Selat Hormuz sebagai alat tawar geopolitik, mata dunia juga tertuju pada Selat Malaka yang memegang kunci rantai pasok manufaktur Asia.
Selat Hormuz seringkali digambarkan sebagai titik transit energi paling penting di dunia.
Terletak di antara Iran, Oman, dan Uni Emirat Arab, selat ini menjadi gerbang utama bagi ekspor energi dari produsen raksasa Teluk Persia untuk mencapai pasar global.
Menurut data Administrasi Informasi Energi AS (EIA) dikutip dari Firstpost, Kamis (9//4/2026), sekitar 20 juta barel minyak melintasi Selat Hormuz setiap harinya pada 2025.
Angka tersebut setara dengan seperlima dari total konsumsi minyak dunia, dengan nilai perdagangan mencapai hampir 600 miliar dolar AS per tahun.
Negara-negara industri besar seperti China, India, dan Jepang sangat bergantung pada pasokan yang melewati koridor sempit ini, dengan 82 persen ekspornya ditujukan ke pasar Asia.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Mendidih Lagi, Tapi di Bawah USD 100/Barel
Uniknya, blokade di Hormuz tidak hanya merugikan negara pengimpor, tetapi juga menjadi pedang bermata dua bagi negara produsen Teluk, termasuk Iran sendiri yang mengekspor 1,7 juta barel per hari.
Meskipun Arab Saudi dan UEA telah membangun jaringan pipa minyak alternatif untuk mengurangi ketergantungan, kapasitasnya tidak akan pernah bisa menggantikan volume masif yang ditangani oleh selat ini.
Jika Hormuz ditutup, analis memperkirakan pasar minyak global bisa kehilangan delapan hingga sepuluh juta barel per hari.
Selat Malaka Urat Nadi Manufaktur Dunia
Sementara Hormuz identik dengan energi, Selat Malaka adalah jantung dari rute pelayaran komersial dunia.
Terletak di antara Indonesia, Malaysia, dan Singapura, selat ini merupakan jalur maritim terpendek yang menghubungkan Samudra Hindia dan Samudra Pasifik.
Berita Terkait
-
Skandal Paspor Juga Muncul di Belgia, Ragnar Oratmangoen dan Joey Pelupessy Gimana Nasibnya?
-
Penuh Visi, John Herdman Dorong Transformasi Sistem Pembinaan Usia Dini
-
Berapa Gaji SPPI Koperasi Merah Putih? Ini Link Resmi dan Syarat Pendaftarannya
-
Striker Kelahiran Hawaii Dapat Restu John Herdman, Kapan Bela Timnas Indonesia?
-
Blak-blakan John Herdman di Depan Erick Thohir, Tuntut PSSI Perbaiki Masalah Ini
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
- Harga Sepeda Lipat Entry Level Terbaik Berapa? Ini 5 Rekomendasinya di Tahun 2026
- 3 HP Infinix Murah dengan Fast Charging 33W, Mulai Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Rumor Jadi Kutu Loncat ke PSI, Ini Respon Menohok Dedi Mulyadi
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
Terkini
-
Pembuktian Iklan Mobil Balap XL: Benarkah Paling Tercepat?
-
Bogem Mentah Eks Atlet Kickboxing: Saat Satpam RS Graha Sehat Hajar Perawat Tanpa Ampun
-
PLTS 100 GWp Jadi Jalan Indonesia Menuju Kemandirian Energi, Panel Surya dan Baterai Lokal Disiapkan
-
Ekonomi AS Goyah! Kepercayaan Konsumen Anjlok ke Level Terendah
-
Pernyataan Budi Arie Soal 'Percepatan 2029' Ramai, Relawan Gibran: Itu Bukan Representasi Jokowi!
-
Mengapa Bunyi Tidak Bisa Merambat di Ruang Hampa Udara? Jawabannya Ada pada Hukum Fisika Ini
-
Profesor IIUM Malaysia Dipecat Buntut Klaim Sejarah Orang Melayu Kuno Bisa Terbang
-
Niat Awal Cuma Nyolong, Pemuda Pringsewu Rudapaksa Pelajar di Kamar Kos
-
Capek Terjebak Sinyal Lemah di Tiap Momen Penting? Lawan bareng XL Aja!
-
Dua Calon Gubernur BI Bakal Dites oleh DPR, Ada Nama Destry Damayanti dan Aida S. Budiman