- Selat Hormuz adalah jalur transit energi terpenting dunia, menyalurkan seperlima minyak global dari produsen Teluk Persia, terutama ke pasar Asia.
- Selat Malaka adalah koridor perdagangan tersibuk, menangani seperempat barang dan minyak dunia, serta menjadi jalur vital bagi industri manufaktur Asia Timur.
- Jika Hormuz ditutup, pasokan energi global akan terancam. Jika Malaka terganggu, rantai pasok industri dunia bisa lumpuh, yang dikenal sebagai "Dilema Malaka" bagi China.
Sekitar seperempat dari seluruh barang yang diperdagangkan secara internasional dan seperempat minyak yang diangkut melalui laut melintasi Selat Malaka.
Bahkan, dengan rata-rata 23 juta barel minyak per hari, Malaka melampaui Hormuz sebagai koridor transit minyak tersibuk di dunia berdasarkan volume.
Berbeda dari Hormuz yang arusnya didominasi ekspor energi, lalu lintas di Malaka bergerak dua arah.
Energi dari Asia Barat dan Afrika mengalir ke timur menuju pusat manufaktur Asia Timur, sementara produk jadi dari pabrik-pabrik di Asia diangkut ke barat menuju pasar global.
Arus bolak-balik inilah yang menjadikan Selat Malaka sebagai salah satu koridor maritim paling padat di dunia.
Kepadatan ini juga yang membuatnya sangat sensitif secara strategis, dengan risiko kemacetan, kecelakaan, hingga isu keamanan seperti pembajakan.
Lebih dari itu, selat ini menjadi inti dari kalkulasi geopolitik yang dikenal sebagai "Dilema Malaka".
Istilah yang diciptakan oleh mantan Presiden China Hu Jintao pada 2003 ini merujuk pada kekhawatiran negara-negara besar, terutama China, bahwa blokade angkatan laut di selat ini dapat melumpuhkan ekonomi mereka.
Karena begitu besar porsi minyak impor China yang melewati Malaka, setiap gangguan dapat memicu konsekuensi ekonomi yang sangat serius.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Mendidih Lagi, Tapi di Bawah USD 100/Barel
Meskipun ada rute alternatif seperti Selat Lombok dan Sunda di Indonesia, opsi tersebut akan menambah jarak tempuh dan biaya pelayaran secara signifikan.
Berita Terkait
-
Skandal Paspor Juga Muncul di Belgia, Ragnar Oratmangoen dan Joey Pelupessy Gimana Nasibnya?
-
Penuh Visi, John Herdman Dorong Transformasi Sistem Pembinaan Usia Dini
-
Berapa Gaji SPPI Koperasi Merah Putih? Ini Link Resmi dan Syarat Pendaftarannya
-
Striker Kelahiran Hawaii Dapat Restu John Herdman, Kapan Bela Timnas Indonesia?
-
Blak-blakan John Herdman di Depan Erick Thohir, Tuntut PSSI Perbaiki Masalah Ini
Terpopuler
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
Tundukkan Garudayaksa 3-2, Batam Prime FC Asuhan Okto Maniani Juara BIFS 2026
-
Investor Butuh Kepastian, 3 Hal Ini Diminta agar Eksplorasi Migas Makin Agresif
-
Sistemik dan Akut, Dosen UGM Bongkar Borok Penanganan Kekerasan Gender yang Hanya Jalan Jika Viral
-
Bukan Water Bombing, Prabowo Dorong 'Ubi Bombing' dari Singkong Atasi Karhutla
-
Hanura Desak Prabowo Sanksi Keras Korporasi Nakal Sebabkan Karhutla
-
DSI Bukan Regulator, Ekspor 3 Komoditas Dijamin Tak Akan Ribet
-
Antara Pompa Air yang Haus dan Pangkalan Gas yang Bisu di Tengah Kemarau
-
Dobrak Format Konvensional, Jakal Bookshop Fest 2026 Hadirkan 140 Aktivasi
-
Pembangunan Papua Masih Diiringi Konflik, Sejarawan Pertanyakan: Untuk Siapa?
-
Beli Buku Lebih Murah! Nikmati Diskon 20 Persen di Kinokuniya Pakai BRI