- Ahmad Khozinudin membantah tudingan aliran dana lima miliar rupiah dari Jusuf Kalla terkait polemik ijazah Jokowi di Jakarta.
- Jusuf Kalla resmi melaporkan Rismon ke Bareskrim Polri atas dugaan fitnah terkait tuduhan pendanaan yang dinilai tidak benar.
- Kuasa hukum Roy Suryo mendorong penyelesaian polemik melalui jalur pengadilan agar dibuktikan secara hukum, bukan sekadar opini media.
Suara.com - Polemik tudingan pendanaan Rp5 miliar dalam kasus ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi makin memanas. Kali ini, kubu Roy Suryo angkat bicara dan membantah keras adanya aliran dana dari Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK).
Kuasa hukum Roy Suryo, Ahmad Khozinudin, menegaskan tidak pernah ada hubungan apa pun dengan JK, baik langsung maupun tidak langsung, termasuk dalam bentuk pendanaan.
“Kasarnya saya ingin tegaskan bahwa kami tidak menerima sepeser pun, satu rupiah pun dana untuk perjuangan ini baik dari Pak JK atau pihak lainnya,” tegas Khozinudin di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (9/4/2026).
Ia juga menampik tudingan bahwa langkah mereka mendampingi Roy Suryo maupun pihak lain didorong kepentingan finansial. Khozinudin mengklaim keterlibatan mereka semata karena dorongan moral.
“Kami datang mendampingi Pak Roy, bersama Pak Roy, pernah dampingi Rismon itu karena dorongan panggilan hati untuk menyelamatkan negara kita,” ujarnya.
Selain itu Khozinudin juga mendorong agar polemik ini dibawa ke jalur hukum untuk diuji secara terbuka. Ia menilai klaim kubu Rismon Hasiholan Sianipar yang menyebut rekaman pernyataannya terkait JK sebagai pendana isu ijazah Jokowi adalah hasil rekayasa AI tidak memiliki nilai jika tidak dibuktikan secara hukum.
“Itu menurut kami tidak bernilai. Bantahan itu baru bisa disampaikan setelah ada laporan. Sebelumnya tidak pernah ada bantah,” katanya.
Ia bahkan menantang pihak kuasa hukum Rismon untuk tidak sekadar berargumen di media.
“Jika saudara menyatakan itu bukan video klien saudara, maka sampaikan itu di pengadilan, bukan melalui media,” tegas Khozinudin.
Baca Juga: Roy Suryo Dukung JK Polisikan Rismon Sianipar 11 Ribu Triliun Persen, Meski Yakin Itu Rekayasa AI!
JK Laporkan Rismon ke Bareskrim
Sebelumnya, Jusuf Kalla resmi melaporkan Rismon ke Bareskrim Polri atas dugaan fitnah terkait tudingan pendanaan Rp5 miliar.
Laporan tersebut teregister dengan nomor LP/B/135/IV/SPKT Bareskrim Polri, 8 April 2026.
JK menegaskan tudingan itu tidak hanya tidak benar, tetapi juga bertentangan dengan karakter pribadinya.
“Saya tidak mempunyai sifat itu, mengkritik orang dari belakang. Kalau saya tidak suka saya katakan tidak suka, atau tidak benar. Masa saya bayar orang, nggak lah,” kata JK usai melaporkan Rismon ke Bareskrim.
JK juga menilai tuduhan tersebut sebagai penghinaan, mengingat relasinya dengan Jokowi sebagai presiden yang pernah ia dampingi selama menjabat.
“Tidak pantas dan tidak mungkin saya lakukan,” ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Mendagri Tito: Mayoritas Wilayah Terdampak Banjir di Sumatera Berangsur Normal
-
Maimon Herawati Ungkap 'Silent Hero' di Balik Bebasnya 428 Relawan Global Sumud Flotilla
-
Janji Humanis Cuma Slogan? Aksi Kasar Satpol PP Usir Tukang Es Krim di CFD Jakarta Panen Kecaman
-
Sinyal Hijau Membawa Petaka? Menelusuri Penyebab Tabrakan Argo Bromo vs KRL di Bekasi Timur
-
Mangkir Dua Kali, Polisi Bakal Jemput Paksa Terduga Pelaku Pemerkosa Siswi SLB Kalideres
-
'Kami Diperlakukan Seperti Hewan!' Kesaksian Relawan Indonesia yang Ditawan Militer Israel
-
Duduk Perkara Kakek Mujiran Dipenjara Gegara Laporan PTPN I, BP BUMN Bereaksi
-
Soroti Rentetan Kasus Kekerasan, Lukman Hakim Saifuddin: Kondisi Saat Ini Sangat Mencemaskan
-
Listrik Sumatra Utara Sudah Pulih 100 Persen, PLN Minta Warga Waspada Hoaks
-
Penuh Haru! 9 WNI Korban Penyekapan Israel Akhirnya Tiba di Indonesia