News / Internasional
Kamis, 09 April 2026 | 17:11 WIB
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan, Duduk di Kursi Terdakwa [Channel 14]
Baca 10 detik
  • Pengadilan Distrik Yerusalem melanjutkan persidangan kasus korupsi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu setelah sempat ditunda akibat konflik militer.
  • Netanyahu menghadapi tiga dakwaan hukum terkait penerimaan gratifikasi, negosiasi media, serta penyalahgunaan regulasi untuk kepentingan politik pribadi.
  • Agenda persidangan akan kembali berlangsung rutin di Yerusalem dan Tel Aviv mulai hari Minggu dengan prosedur pengamanan ketat.

Suara.com - Pengadilan Distrik Yerusalem memutuskan untuk melanjutkan persidangan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu setelah penghentian sementara karena serangan militer AS-Israel ke Iran.

Keputusan pengadilan ini diambil setelah AS dan Iran menyepakati gencatan senjata selama dua pekan.

Dilansir dari Channel 14, Kamis (9/4), sdang yang telah memasuki hari ke-81 itu akan kembali digelar dalam waktu dekat.

Benjamin Netanyahu terjerat sejumlah kasus hukum yang menyeretnya ke Pengadilan Distrik Yerusalem, Israel.

Di Pengadilan Distrik Yerusalem, Netanyahu terjerat tiga kasus. Kasus pertama atau Case 1000, PM Israel itu dituduh menerima hadiah mahal (cerutu, sampanye, dll) dari seorang pengusaha kaya Israel.

Case 2000 atau kasus kedua Netanyahu yang juga disidangkan di Pengadilan Distrik Yerusalem.

Benjamin Netanyahu Kirim Pesan Keras ke Teheran Usai Klaim Tewaskan Ali Larijani [@IsraeliPM]

Di kasus kedua ini, Netanyahu diduga bernegosiasi dengan salah satu media Israel untuk pemberitaan positif.

Sebagai imbalannya, Netanyahu diduga membuat kebijakan yang merugikan media-media lainnya.

Terakhir ada Case 4000 atau skandal Bezeq–Walla. Di kasus ketiga ini, Netanyahu dituduh memberi keuntungan regulasi besar ke perusahaan telekomunikasi Bezeq.

Baca Juga: HOAKS! Donald Trump Provokasi Masyarakat Indonesia yang Sunni agar Tak Dukung Iran

Sebagai imbalan liputan media yang menguntungkan di situs Walla bagi citra politik Netanyahu.

Kasus ketiga ini menurut sejumlah media Israel yang paling berat karena memuat unsur suap.

Dari ketiga kasus yang menjeratnya, menurut laporan Channel 14, pengadilan menyatakan proses hukum akan dilaksanakan di Yerusalem setiap hari Minggu, sementara sidang lanjutan berlangsung di Tel Aviv pada Senin hingga Rabu.

Sidang terdekat dijadwalkan berlangsung Minggu pukul 09.30 waktu setempat.

Agenda tersebut menjadi kelanjutan dari proses pembuktian setelah jeda panjang yang dipicu serangan ke Iran.

Penangguhan terakhir terjadi pada 24 Februari, saat kesaksian ke-80 disampaikan di persidangan.

Load More