-
Konflik Timur Tengah menyebabkan penurunan distribusi minyak 13 persen dan gas alam 20 persen.
-
Presiden Donald Trump menyepakati gencatan senjata dengan Iran selama dua minggu untuk stabilitas.
-
Selat Hormuz akan dibuka kembali demi memulihkan rantai pasok energi dan pangan global.
Pemerintah Amerika Serikat sepakat untuk melakukan gencatan senjata dengan pihak Iran selama jangka waktu dua minggu.
Keputusan diplomasi ini diharapkan mampu meredakan tensi militer yang sempat memuncak selama beberapa waktu belakangan.
Abbas Araghchi selaku Menteri Luar Negeri Iran segera merespons positif pengumuman kesepakatan damai sementara tersebut.
Ia menyatakan bahwa Selat Hormuz akan segera diaktifkan kembali sebagai jalur perdagangan internasional yang sangat vital.
Wilayah perairan ini memegang peranan kunci karena menjadi lintasan bagi 20 persen suplai minyak bumi global.
Produk turunan minyak bumi serta pengiriman LNG dunia sangat bergantung pada kelancaran akses di jalur Selat Hormuz.
Langkah pembukaan kembali jalur laut ini dianggap sebagai titik terang di tengah awan mendung konflik Timur Tengah.
Hubungan kedua negara sempat memanas setelah adanya operasi militer gabungan dari pihak Amerika Serikat dan Israel.
Serangan yang dilancarkan pada tanggal 28 Februari tersebut menyasar beberapa titik strategis di wilayah kedaulatan Iran.
Baca Juga: Iran Kembali Tutup Selat Hormuz, Kapal Tanker Terpaksa Putar Balik di Oman
Tindakan militer itu memicu reaksi keras dari Teheran yang segera melakukan serangan balasan secara langsung.
Pihak militer Iran sempat membidik instalasi militer milik Amerika Serikat serta wilayah Israel sebagai bentuk pertahanan.
Ketegangan tersebut juga berujung pada penutupan akses logistik di Selat Hormuz yang mencekik pasar energi internasional.
Akibat pembatasan lalu lintas laut tersebut, harga energi di pasar global mengalami lonjakan yang sangat drastis.
Kini, dengan adanya kesepakatan gencatan senjata, stabilitas ekonomi dunia diharapkan bisa perlahan pulih kembali.
Langkah diplomasi ini menjadi kunci utama untuk mencegah kerusakan ekonomi yang jauh lebih dalam bagi semua bangsa.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
- 4 Rekomendasi Sampo Urang-Aring untuk Menghitamkan dan Menyuburkan Rambut
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Takut Teror Susulan, Ahmad Bahar Minta Perlindungan LPSK Usai Konflik dengan Hercules
-
'Saya Mengaku Bersalah', Penyesalan Noel ke Buruh dan Keluarga di Sidang Korupsi K3
-
TNI Disuruh Urus MBG hingga Begal, Pakar UGM: Lalu Siapa yang Menjaga Pertahanan Negara?
-
Jembatan dan Sekolah Masih Jadi PR, Muzakir Manaf Buka-bukaan Soal Kondisi Terkini Aceh Pascabencana
-
Tangis Penyesalan Noel di Sidang Korupsi K3: Saya Seharusnya Lebih Hati-hati
-
Perempuan Menjaga Pangan dan Alam, Mengapa Justru Paling Rentan terhadap Krisis Iklim?
-
Angka Kecurangan Capai 99 Persen, Ada Apa dengan Fakultas Kedokteran di SNBT 2026?
-
Ironi Awak Kapal Perikanan: Banting Tulang di Tengah Laut, Pulang Malah Nombok Utang ke Majikan
-
Biadab! Sambil Hujan-hujanan, Pria Mabuk di Tangsel Cabuli Bocah Saat Main Petak Umpet
-
Vivace E Menjawab Kebutuhan Rumah Modern yang Estetik, Aman, dan Ramah Anak