- Pakar geopolitik Dina Sulaeman memperingatkan konflik di Selat Hormuz dapat memicu krisis global pada sektor digital dan pangan.
- Iran menargetkan 17 korporasi teknologi besar Amerika Serikat yang diduga mendukung kepentingan militer dalam konflik di Gaza.
- Gangguan di Selat Hormuz berisiko mengguncang stabilitas ekonomi Amerika Serikat melalui ketergantungan pasar obligasi terhadap negara kawasan Teluk.
Jika ekonomi negara-negara tersebut terganggu akibat konflik di kawasan itu, maka stabilitas keuangan Amerika Serikat juga berpotensi ikut terdampak.
Dina bahkan mencatat bahwa dalam waktu lima minggu saja, negara-negara yang bergantung pada jalur Selat Hormuz sudah mulai merasakan tekanan ekonomi yang cukup signifikan.
Iran Disebut Terapkan Akses Selektif
Terkait akses jalur pelayaran, Dina menyebut Iran sebenarnya tidak menutup total Selat Hormuz. Namun negara tersebut disebut menerapkan kebijakan selektif terhadap kapal yang melintas.
“Sebenarnya kan Selat Hormuz itu tidak ditutup oleh Iran. Cuma Iran mengatakan yang boleh lewat itu teman kami saja. Artinya sebenarnya negara-negara kalau memang ingin barangnya lewat dan dengan selamat ya tinggal berteman saja,” pungkasnya.
Reporter: Tsabita Aulia
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
Pilihan
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
Terkini
-
Didampingi Teddy hingga Zulhas, Prabowo Bertolak ke NTB, Ini Agendanya
-
Respons Pramono Soal Tiga Pekerja Proyek Air Bersih Tewas: Bukan Tanggung Jawab Langsung PAM Jaya
-
Kejaksaan Punya Personel Pengamanan Internal, Kenapa Libatkan TNI Jaga Rumah Jampidsus?
-
Febrie Adriansyah Pastikan Tak Ada Proses Hukum yang Dihilangkan dalam Kasus Dugaan Korupsi Asabri
-
LSAK Usul KPK Ambil Alih Kasus Korupsi Batu Bara Pejabat Kejaksaan: Syarat Hukum Sudah Terpenuhi
-
Pramono Kaji Tambah Penerima Kartu Layanan Gratis, Siapa Saja yang Dapat?
-
Febrie Adriansyah Buka Suara, Bantah Punya Kafe di Cipete yang Digeledah Polisi
-
Ditinjau Gubsu Bobby Nasution dan Komisi VII DPR RI, PRSU Bakal Masuk Kalender Event Nasional
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
-
Dikaitkan dengan Kasus Blackout Sumatera, Jampidsus Febrie: Saya Tidak Paham Keterkaitannya