- Menteri Keuangan AS Scott Bessent secara sepihak menyatakan bahwa China dilarang keras untuk membeli atau mendapatkan pasokan minyak mentah dari Iran.
- AS mengerahkan 10.000 pasukan untuk memblokir Selat Hormuz lantaran panik mengetahui militer Iran sukses memakai satelit intelijen China di Asia Barat.
- Di tengah blokade ilegal tersebut, Donald Trump justru mengisyaratkan keputusasaannya dengan berharap perundingan damai bisa kembali dilanjutkan di Pakistan.
Narasi Kemenangan Palsu di Balik Rencana Perundingan
Sang presiden secara sepihak mengklaim bahwa peperangan berdarah dengan Republik Islam Iran ini sudah hampir mencapai titik akhir kemenangannya.
"Saya pikir ini sudah hampir berakhir, ya, maksud saya, saya melihatnya sudah sangat dekat dengan kata berakhir," ujar Trump mencoba memanipulasi pandangan publiknya.
Ia bahkan memandang rendah kekuatan negara lawan dengan mengatakan, "Jika saya mencabut tiang pancang saat ini, butuh waktu 20 tahun bagi mereka untuk membangun kembali negara itu, dan kita belum selesai, kita lihat saja apa yang terjadi, saya pikir mereka sangat ingin membuat kesepakatan."
Kendati terus melontarkan retorika perang yang pongah, pemimpin Gedung Putih itu pada akhirnya harus menelan ludah sendiri dan mengakui bahwa perundingan damai dengan otoritas Teheran dapat dilanjutkan kembali di Pakistan.
Kepanikan Washington untuk segera mengakhiri perang melalui meja diplomasi ini sekaligus menjadi bukti sah bahwa blokade militer AS di Selat Hormuz hanyalah tameng rapuh untuk menutupi kelemahan operasional mereka.
Sikap tangguh Iran yang pantang menyerah dan sukses mengamankan kedaulatannya kini terbukti sukses memukul balik arogansi Amerika Serikat hingga memaksa musuhnya itu memohon jadwal negosiasi baru.
Berita Terkait
-
Kapal Tanker China Gagal Tembus Blokade AS di Teluk Persia
-
Krisis Kemanusiaan! Rakyat Lebanon: Tewas Dirudal Israel atau Mati Kelaparan
-
Iran Beberkan Update Negosiasi Damai ke Turki, Soroti Dosa Besar AS-Israel
-
Apa Itu Nafta? Yang Bikin Harga Plastik Makin Mahal
-
Skenario Terburuk IMF, Perang Iran Bikin Pertumbuhan Ekonomi Dunia Anjlok Hingga Level Terendah
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
Terkini
-
Bakal Bertemu Prabowo-Gibran? Djarot Beri Sinyal Megawati Hadiri Peringatan Hari Lahir Pancasila
-
3 Kali ke Prancis dalam 5 Bulan, Elite PDIP Pertanyakan Urgensi Kunjungan Presiden Prabowo
-
Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa
-
Bukan Mistis! Misteri Barang Terbakar Sendiri di Sleman Terungkap, Pakar UGM Bongkar Biang Keroknya
-
Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
-
Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif
-
Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?
-
Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT
-
Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi
-
HLUN 2026 Momentum Wujudkan Lansia Tangguh Menuju Indonesia Emas