News / Internasional
Rabu, 15 April 2026 | 16:55 WIB
Indonesia borong minyak Rusia (freepik)

Suara.com - Situasi politik global yang memanas dalam beberapa tahun terakhir telah membawa dampak besar terhadap stabilitas ekonomi dunia.

Perang AS-Iran, sanksi ekonomi antarnegara, hingga ketidakpastian produksi energi membuat harga minyak dan gas berfluktuasi tajam.

Kondisi ini memaksa banyak negara, termasuk Indonesia, untuk mencari strategi baru demi menjaga ketahanan energi nasional.

Di tengah dinamika tersebut, Indonesia mengambil langkah strategis dengan menjalin kerja sama energi bersama Rusia, salah satu produsen minyak dan gas terbesar di dunia.

Keputusan ini bukan tanpa alasan, melainkan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan pasokan energi tetap aman, stabil, dan berkelanjutan.

Lalu, apa saja fakta di balik langkah Indonesia yang disebut “borong” minyak Rusia? Berikut ulasannya seperti Suara.com telah rangkum dari Sputnik Globe.

Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Rusia, Vladimir Putin [MFA Russia]

1. Indonesia Amankan Pasokan Minyak Mentah dan LPG dari Rusia

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa Indonesia telah mencapai kesepakatan dengan Rusia terkait suplai energi. Kesepakatan tersebut mencakup pasokan minyak mentah (crude oil), bahan bakar, serta liquefied petroleum gas (LPG).

Langkah ini menjadi penting mengingat kebutuhan energi domestik Indonesia terus meningkat, sementara produksi dalam negeri belum sepenuhnya mampu memenuhi permintaan. Dengan tambahan pasokan dari Rusia, pemerintah berharap bisa menjaga kestabilan distribusi energi di dalam negeri.

Baca Juga: YouTube Hapus Video Lego Kritik Trump, Iran Murka: Pembungkaman Ala Barat

2. Hasil Negosiasi Langsung dengan Menteri Energi Rusia

Kesepakatan ini bukan terjadi secara tiba-tiba. Bahlil Lahadalia melakukan pembahasan teknis langsung dengan Menteri Energi Rusia Sergey Tsivilev pada Selasa, 14 April 2026 di Rusia.

Pertemuan tersebut menjadi bagian penting dari proses negosiasi yang lebih luas. Dalam diskusi itu, kedua pihak membahas berbagai aspek kerja sama energi, mulai dari pasokan hingga potensi pengembangan infrastruktur pendukung.

Hasilnya, Rusia menyatakan kesiapan untuk membantu Indonesia dalam memperkuat ketahanan energi nasional, termasuk menyediakan suplai energi dalam jangka panjang.

3. Tindak Lanjut Pertemuan Prabowo dan Vladimir Putin

Kerja sama ini juga tidak lepas dari peran diplomasi tingkat tinggi. Sehari sebelum pertemuan teknis, Presiden Prabowo Subianto telah lebih dulu bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Kremlin.

Load More