- DPP PDI Perjuangan menggelar seminar nasional peringatan 71 tahun Konferensi Asia Afrika di Jakarta pada Sabtu, 18 April 2026.
- Ketua DPP PDIP Ahmad Basarah menyoroti ancaman neo-kolonialisme melalui dominasi ekonomi, teknologi, serta krisis geopolitik global saat ini.
- Acara tersebut menegaskan pentingnya mengaktualisasikan semangat Bung Karno dalam melawan imperialisme demi menjaga kedaulatan serta perdamaian bangsa.
Suara.com - DPP PDI Perjuangan menggelar seminar nasional dalam rangka memperingati 71 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Sabtu (18/4/2026).
Dalam forum yang mengangkat tema "Relevansi Gerakan Asia Afrika dalam Krisis Geopolitik Saat Ini" tersebut, ancaman kolonialisme modern menjadi sorotan utama.
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri hadir sebagai keynote speech, didampingi Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dan Ketua DPP PDIP Ahmad Basarah.
Dalam pidatonya di awal acara ini, Ahmad Basarah menegaskan, bahwa KAA yang dicetuskan pada 1955 merupakan warisan gemilang dari Bung Karno sebagai pendiri bangsa.
Basarah menekankan, bahwa meskipun penjajahan fisik telah banyak berakhir, esensi kolonialisme belum sepenuhnya hilang melainkan bertransformasi menjadi neo-kolonialisme.
Hal ini terlihat dari dominasi ekonomi, ketergantungan teknologi, hingga tekanan geopolitik global yang kian tajam.
Ia mengingatkan kembali pesan kuat Bung Karno dalam KAA untuk membangkitkan kedaulatan bangsa-bangsa terjajah: “Lahirkanlah Asia Baru dan Afrika Baru.”
Menurutnya, pemikiran Bung Karno sejak dekade 1920-an terbukti relevan dalam melihat krisis dunia saat ini, mulai dari rivalitas kekuatan besar hingga agresi militer.
Ia mengutip pandangan Bung Karno bahwa imperialisme adalah wujud paling agresif dari kapitalisme.
Baca Juga: RDP DPR-BPIP Diwarnai Candaan, Willy Aditya Singgung Merger NasDem-Gerindra
“Runtuhnya kolonialisme lama tidak berarti berakhirnya imperialisme. Imperialisme akan terus berganti wajah, berganti strategi, dan berganti instrumen,” tegas Basarah mengutip buku Di Bawah Bendera Revolusi.
Basarah juga menyoroti krisis geopolitik terkini, termasuk ketegangan di Timur Tengah antara Iran dan Israel, serta blokade ekonomi oleh negara-negara besar.
Ia menegaskan, posisi Bung Karno bahwa perdamaian dunia tidak mungkin tercapai tanpa kemerdekaan yang hakiki dari segala bentuk penjajahan.
“Perdamaian adalah prasyarat bagi kemerdekaan, sebab tanpa perdamaian, kemerdekaan akan kehilangan makna dan nilainya,” ucapnya.
Dalam konteks perlawanan terhadap dominasi global, Basarah membandingkan semangat kemandirian bangsa lain dengan Indonesia. Mengingat pengaruh pemikiran Bung Karno yang merambah hingga ke Iran, ia melontarkan kritik reflektif bagi bangsa sendiri.
“Jika bangsa Iran saja mampu mempraktikkan ajaran Trisakti Bung Karno, bagaimana dengan pemerintah dan bangsa Indonesia saat ini?” tanya Basarah.
Berita Terkait
-
Bupati Malang Lantik Anak Jadi Kadis, PDIP: Sulit Mengelak Tudingan Nepotisme
-
Megawati Terima Dubes Jerman, Bahas Geopolitik hingga Warisan Konferensi Asia Afrika
-
Megawati Beri Hard Warning ke Kader PDIP: Jangan Korupsi, Turun ke Bawah!
-
RDP DPR-BPIP Diwarnai Candaan, Willy Aditya Singgung Merger NasDem-Gerindra
-
Dubes Arab Saudi Temui Megawati, Minta Peran Aktif untuk Perdamaian Timur Tengah
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
-
4 Anggota TNI Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Dituntut 2,5 Tahun, Jaksa Sebut Aksi Balas Dendam
-
Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
-
Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
-
KPK Gelar OTT di Kantor Imigrasi Jakarta Barat, Jadi Operasi Ke-11 Sepanjang 2026
Terkini
-
Mahfud Tegaskan Polisi Tak Bisa Menolak Putusan Praperadilan Kasus Andrie Yunus
-
Dadan Hindayana dan Dua Eks Wakil Kepala BGN Diperiksa, Kejagung Gelar Konferensi Pers Sore Ini
-
'Apa Salah Saya?' Ketua Komisi VII DPR Sentil Menpar Widiyanti Gara-gara Tak Disapa Saat Rapat
-
Kantor BGN Digeledah Kejagung Usai Dadan Dicopot, Mensesneg: Tunggu Saja Hasilnya
-
Ekonomi Dicekik Sanksi AS, Rusia Tegaskan Dukungan Tanpa Henti untuk Kuba
-
Penggeledahan Belum Rampung, Tim Kejagung Masih Periksa Kantor BGN
-
Energi Terbarukan Kian Murah, Mengapa Masih Sulit Berkembang di Indonesia?
-
Prabowo Sering ke Luar Negeri, Dasco Pasang Badan: Strategi Presiden Dinamis, Tak Bisa Dibatasi
-
Danantara Disorot! Minim Transparansi Jadi Celah Korupsi dan Gerus Kepercayaan Investor
-
Dasco Tegaskan Revisi UU Pemilu Jadi Inisiatif DPR, Komisi II Segera Gelar Pembahasan