News / Nasional
Minggu, 19 April 2026 | 18:19 WIB
ilustrasi penangkapan, borgol. [Envato Elements]
Baca 10 detik
  • Ketua DPD II Partai Golkar Maluku Tenggara, Nus Kei, tewas akibat penikaman di Bandara Karel Sadsuitubun, Minggu (19/4/2026).
  • Polres Maluku Tenggara menangkap dua terduga pelaku berinisial HR dan FU dua jam setelah kejadian penikaman berlangsung.
  • Penyidik kepolisian saat ini masih mendalami motif penyerangan serta mengumpulkan bukti pendukung guna memproses kasus secara transparan.

Setelah berhasil diringkus dalam waktu singkat, HR dan FU langsung dibawa ke markas kepolisian untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Penyidik dari Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Maluku Tenggara kini tengah bekerja keras untuk menggali keterangan dari kedua terduga pelaku guna mengungkap tabir di balik aksi nekat tersebut.

Hingga saat ini, polisi masih mengumpulkan bukti-bukti pendukung, termasuk mencari senjata tajam yang digunakan serta memeriksa saksi-saksi di lokasi kejadian.

“Untuk motif, sementara masih dilakukan pendalaman oleh penyidik,” ujarnya.

Kepolisian menegaskan bahwa penanganan kasus ini akan dilakukan tanpa intervensi dari pihak manapun.

Mengingat profil korban sebagai figur publik dan politisi, Polda Maluku memberikan perhatian khusus agar kasus ini tidak berkembang menjadi isu liar yang dapat memicu konflik horizontal di tengah masyarakat.

Kapolda Maluku telah memberikan atensi penuh terhadap insiden ini. Instruksi tegas telah dikeluarkan kepada seluruh jajaran di Polres Maluku Tenggara agar bertindak cepat namun tetap mengedepankan prosedur hukum yang berlaku.

Ia menjelaskan, Kapolda Maluku telah menginstruksikan jajarannya untuk menangani kasus ini secara profesional, transparan dan tuntas.

Selain fokus pada penegakan hukum, pihak kepolisian juga memberikan perhatian pada aspek keamanan wilayah.

Baca Juga: Ketua Golkar Maluku Tenggara Tewas Ditikam di Bandara Karel Sadsuitubun

“Kami mengimbau untuk tidak melakukan aksi balasan yang dapat memperkeruh situasi. Percayakan penanganan kasus ini kepada Polri. Saat ini situasi di Maluku Tenggara aman dan kondusif,” katanya.

Polda Maluku memastikan perkembangan penanganan kasus akan disampaikan secara berkala kepada publik. Langkah transparansi ini diambil agar masyarakat mendapatkan informasi yang akurat langsung dari sumber resmi, sekaligus menangkal penyebaran berita bohong atau hoaks yang berpotensi mengganggu ketertiban umum di Maluku Tenggara.

Load More