Band rock The Strokes bongkar sejarah operasi kotor CIA dan kecam agresi militer AS-Israel di Republik Islam Iran lewat aksi panggung epik di Festival Coachella. [Dok. IG The Strokes]
Baca 10 detik
- The Strokes menampilkan montase visual di Coachella yang membongkar sejarah operasi kotor kudeta CIA di berbagai negara, termasuk penggulingan PM Iran Mohammad Mossadegh.
- Penampilan tersebut mengutuk hancurnya 30 universitas di Iran akibat agresi AS-Israel dan rata-nya Universitas Al-Israa di Gaza oleh militer zionis.
- Video aksi panggung ini viral disaksikan 3,7 juta kali semalaman di X, sebelum mesin sensor platform tersebut secara represif menghapus tayangannya.
Tidak berhenti di situ, layar panggung juga menayangkan rekaman tragis kehancuran Universitas Al-Israa, institusi pendidikan tinggi terakhir yang berdiri di Jalur Gaza sebelum pasukan penjajah Israel meratakannya dengan tanah pada tahun 2024.
Potongan video penampilan bersejarah The Strokes ini langsung menyebar dengan sangat cepat bagaikan api liar di kalangan anak muda lintas platform media sosial.
Hegemoni dan Pembungkaman Digital
Salah satu klip viral tersebut bahkan sukses melampaui 3,7 juta penayangan di platform X hanya dalam waktu satu malam saja.
Namun, mesin sensor platform X dengan cepat bertindak represif dengan menghapus banyak video protes tersebut demi membungkam kebebasan berekspresi yang mengancam narasi penguasa Barat.
Komentar
Berita Terkait
-
Bibit Bom Waktu Harga Pangan Bakal Meroket Imbas Perang AS - Iran Dimulai dari Sini
-
Gencatan Senjata AS-Iran Berakhir 22 April, Begini Analisis Pakar Hubungan Internasional
-
11 Ilmuwan Nuklir Tewas Misterius, DPR AS Bakal Periksa Kementerian Perang
-
Pengamat Sebut Amerika Serikat 'Kalah' di Perang Iran: Kas Negara Boncos, Tujuan Tak Tercapai
-
Menghitung Efek Domino Perang Iran: Keuangan Rumah Tangga, Harga BBM hingga Cicilan KPR
Terpopuler
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 5 Tinted Sunscreen yang Bagus untuk Flek Hitam dan Melasma
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Diduga Nekat Haji Pakai Visa Kerja, 13 WNI 'Gigit Jari' Dicegah Imigrasi di Bandara Soetta
-
Bibit Bom Waktu Harga Pangan Bakal Meroket Imbas Perang AS - Iran Dimulai dari Sini
-
Gencatan Senjata AS-Iran Berakhir 22 April, Begini Analisis Pakar Hubungan Internasional
-
11 Ilmuwan Nuklir Tewas Misterius, DPR AS Bakal Periksa Kementerian Perang
-
Menteri PPPA Bongkar Data Mengejutkan Soal Ketimpangan Gender di Indonesia, Apa Saja?
-
Pengamat Sebut Amerika Serikat 'Kalah' di Perang Iran: Kas Negara Boncos, Tujuan Tak Tercapai
-
Menghitung Efek Domino Perang Iran: Keuangan Rumah Tangga, Harga BBM hingga Cicilan KPR
-
Respons Pernyataan Cak Imin, Gus Ulil: Dari Dulu NU Dipimpin Ulama!
-
Megawati di Hari Kartini: Terus Ajarkan Semangat Perjuangan Agar RI Terbebas dari Ketidakadilan
-
Media Belanda Soroti Kenapa Hari Kartini Tak Dijadikan Hari Libur Nasional?