-
Ahmad Vahidi pimpin IRGC, membawa ideologi radikal yang mengancam stabilitas kawasan Timur Tengah.
-
Rekam jejak Vahidi melibatkan serangan teror global dan penindasan brutal terhadap demonstran Iran.
-
Penunjukan ini memicu keraguan atas komitmen Iran terhadap gencatan senjata dengan Amerika Serikat.
Suara.com - Penunjukan Ahmad Vahidi sebagai pemimpin tertinggi Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menandai babak baru ketegangan geopolitik Iran.
Vahidi kini menjadi sosok sentral yang menentukan nasib gencatan senjata di tengah tenggat waktu ketat dari Presiden Donald Trump.
Kehadirannya di puncak hierarki militer mengaburkan pengaruh Presiden Masoud Pezeshkian dalam pengambilan keputusan strategis negara tersebut.
Para analis menilai langkah ini sebagai sinyal kuat bahwa mesin perang Teheran kini memegang kendali penuh atas kebijakan luar negeri.
Naiknya tokoh ekstrem ini memicu kekhawatiran besar akan kembalinya aksi konfrontasi bersenjata yang lebih brutal di kawasan Timur Tengah.
"Menurut standar apa pun, Vahidi dianggap sebagai seorang radikal bahkan di antara elit garis keras rezim, dan kenaikannya adalah peringatan bahwa mesin perang Teheran sekarang memegang kendali," kata Lisa Daftari, analis kebijakan luar negeri dan jurnalis, kepada Fox News Digital.
Daftari juga menekankan bahwa penempatan figur dengan masa lalu kelam membuktikan Iran sama sekali tidak melunak terhadap tekanan global.
"Menempatkan seseorang dengan rekam jejak yang begitu berdarah dan mematikan di pucuk pimpinan Korps Garda Revolusi menegaskan bahwa rezim ini tidak moderat di bawah tekanan. Sebaliknya," tambah Daftari, "rezim ini justru melipatgandakan orang-orang yang kariernya dibangun di atas penyanderaan, pembunuhan, dan penindasan domestik. Menurut standar apa pun, Vahidi dianggap sebagai seorang radikal bahkan di antara elit garis keras rezim, dan kenaikannya adalah peringatan bahwa mesin perang Teheran sekarang memegang kendali."
Kondisi politik formal di Iran saat ini terlihat semakin lemah karena kekuasaan bergeser ke jaringan informal militer.
Baca Juga: Bibit Bom Waktu Harga Pangan Bakal Meroket Imbas Perang AS - Iran Dimulai dari Sini
Struktur pemerintahan sipil mulai terpinggirkan oleh dominasi para perwira tinggi Garda Revolusi yang memiliki hubungan personal kuat.
Pengaruh Vahidi Melampaui Institusi Formal
Behnam Ben Taleblu, peneliti senior di Foundation for Defense of Democracies, menggambarkan Iran sebagai "sistem yang dijalankan oleh manusia, bukan hukum, namun sukses karena melembagakan kekuasaan mereka."
Keputusan krusial kini lebih banyak mengalir melalui tangan dingin para komandan lapangan daripada melalui meja birokrasi pemerintahan sipil.
Beni Sabti dari Institute for National Security Studies menyebut Vahidi sebagai figur yang jauh lebih dominan dibanding tokoh politik lainnya.
Kedekatan akses langsung kepada pemimpin tertinggi memberikan Vahidi kekuatan yang tidak tertandingi oleh pejabat militer mana pun saat ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 3 HP Xiaomi dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
Terkini
-
Menakar Ramalan '98 Jilid 2' Noel: Nyanyian Kosong atau Ancaman Nyata Penggulingan Prabowo?
-
'Presiden Punya Mata dan Telinga', Prabowo Pantau Terus Kasus Korupsi Imigrasi dan BGN
-
Antisipasi El Nino dan Krisis Sampah, Dedi Mulyadi Kumpulkan Kepala Daerah se-Jabar
-
Sentil Netizen, Eky Priyagung: Masyarakat Lebih Peduli Isu Viral Ketimbang Kerusakan Lingkungan
-
KPK Sita 19 Kendaraan hingga Perhiasan dari Rumah Silmy Karim
-
Mobil Sport, Motor Harley, Hingga Uang Asing Dibawa KPK dari Rumah Silmy Karim
-
Wamen Silmy Karim Tersangka Korupsi Rp145 M, Yusril Akui Imigrasi Masih Banyak Pungli
-
WALHI: Target Ekonomi 8 Persen Bisa Sulap Papua Jadi Hamparan Sawit Raksasa
-
Pemprov DKI Kebut Pembersihan Sampah Muara Angke, Ditargetkan Tuntas Akhir Pekan
-
'Nyerah Jadi WNI tapi Sayang sama RI', Aksi Ibu di Yogya Soroti Ekonomi hingga Korupsi