-
Donald Trump mengancam akan memulai serangan bom jika kesepakatan damai dengan Iran gagal.
-
Iran menyiapkan strategi militer baru sebagai respons atas blokade dan ancaman dari Amerika Serikat.
-
Nasib perundingan di Pakistan terancam batal menyusul ketegangan di wilayah perairan Selat Hormuz.
Saat ditanya oleh PBS News mengenai konsekuensi berakhirnya gencatan senjata, Trump menjawab singkat: "Maka banyak bom akan mulai meledak."
Trump bersikeras bahwa pertemuan di Pakistan seharusnya tetap berjalan sesuai rencana awal meskipun suasana sedang memanas secara global.
"Maksud saya, mereka seharusnya ada di sana. Kami setuju untuk berada di sana, meskipun mereka bilang kami tidak melakukannya. Tapi tidak, itu sudah diatur. Dan kita akan lihat apakah itu ada atau tidak. Jika mereka tidak ada di sana, itu juga tidak apa-apa," tambah Trump.
Di sisi lain, pejabat Iran mengeluhkan sikap arogan Trump yang dianggap merusak suasana kondusif menjelang pertemuan tingkat tinggi tersebut.
Narasi maksimalisme yang diusung Trump dinilai menjadi hambatan terbesar dalam mencapai titik temu yang sebelumnya hampir disepakati.
Mediator dari Pakistan juga telah mengingatkan Washington agar menurunkan tensi retorika publik demi kelancaran proses negosiasi yang sedang berjalan.
Konflik ini berakar dari perselisihan panjang terkait program nuklir dan pengaruh regional Iran yang ditentang keras oleh pemerintahan Trump.
Gencatan senjata dua minggu yang disepakati sebelumnya merupakan upaya darurat untuk mencegah perang terbuka yang dapat mengganggu pasokan energi dunia.
Penyitaan kapal di Selat Hormuz oleh Amerika Serikat menjadi pemicu terbaru yang meruntuhkan kepercayaan tipis di antara kedua negara tersebut.
Baca Juga: AS Dinilai Tak Realistis Soal Nuklir, Perdamaian dengan Iran Sulit Terwujud
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan
-
Langkah Kecil yang Diam-Diam Bisa Membuat Perempuan Lebih Percaya Diri