- DPR RI resmi mengesahkan UU PPRT dalam sidang paripurna pada Selasa, 21 April 2026, setelah diperjuangkan selama 22 tahun.
- Pengesahan UU ini terjadi berkat komitmen politik pimpinan DPR serta sinergi kuat antara legislatif dan pihak pemerintah.
- Regulasi baru ini menjamin hak dasar pekerja rumah tangga dan melarang praktik eksploitatif oleh perusahaan penyalur tenaga kerja.
Suara.com - Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga atau UU PPRT akhirnya disahkan melalui sidang paripurna DPR RI, Selasa (21/4/2026), setelah 22 tahun diperjuangkan masyarakat sipil.
Pengesahan tersebut bisa terjadi, setelah rapat Badan Legislasi DPR bersama pemerintah yang dipimpin Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad pada Senin (20/4) malam, menyetujui membawa RUU PPRT ke sidang paripurna.
Langkah progresif ini mendapat sorotan luas, terutama terkait peran Dasco yang memimpin langsung jalannya rapat marathon hingga larut malam.
Komitmen politik yang ditunjukkan oleh Dasco dinilai sebagai kunci utama pecahnya kebuntuan legislasi yang telah berlangsung selama 22 tahun tersebut.
Ketua Bidang Pergerakan Sarinah Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPP GMNI), Ainun Samidah, menyampaikan apresiasi atas kepemimpinan Dasco.
Menurutnya, kegigihan Dasco dalam mengawal proses persidangan hingga tuntas di malam hari menunjukkan keberpihakan nyata terhadap kelompok masyarakat yang selama ini terpinggirkan.
"DPP GMNI mengapresiasi peran aktif Pak Dasco yang memastikan RUU PPRT tak lagi ditunda. Kerja dia hingga larut malam adalah bukti nyata negara hadir melindungi kaum marhaen," kata Ainun dalam keterangan persnya, Rabu (22/4/2026).
Ainun menambahkan, kehadiran jajaran pemerintah termasuk Menteri Hukum Supratman Andi Agtas, Wakil Menteri Sekretaris Negara Bambang Eko Suhariyanto, serta Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor dalam rapat tersebut, mempertegas sinergi yang kuat antara legislatif dan eksekutif.
Kado Hari Kartini dan Hari Buruh
Baca Juga: UU PPRT Disahkan: Menteri PPPA Pastikan Tak Ada Lagi Pekerja Tanpa Perlindungan
Dasco mengatakan, UU PPRT ini bisa dikatakan sebagai kado untuk para PRT dalam peringatan Hari Kartini yang jatuh pada 21 April/
Selain Hari Kartini, pengesahan ini juga menjadi angin segar menjelang peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) pada 1 Mei mendatang.
Keberhasilan DPR RI di bawah koordinasi Dasco dalam menuntaskan regulasi yang sempat "mangkrak" selama 22 tahun ini dianggap sebagai prestasi legislasi yang monumental di periode ini.
Kenali hak-hak Anda
Perjalanan UU PPRT adalah potret nyata dari lambatnya mesin birokrasi legislasi di masa lalu. Berdasarkan catatan sejarah parlemen, RUU ini baru mulai masuk ke dalam Prolegnas pada masa pemerintahan periode 2009-2014. Meski selalu terdaftar, pembahasan sering kali menemui jalan buntu.
Pada tahun 2014, langkah RUU PPRT sempat terhenti hanya sampai di tingkat Badan Legislasi (Baleg) DPR tanpa ada kemajuan signifikan.
Berita Terkait
-
UU PPRT Disahkan: Menteri PPPA Pastikan Tak Ada Lagi Pekerja Tanpa Perlindungan
-
Kado Hari Kartini, DPR Sahkan RUU PPRT Jadi Undang-Undang
-
Suster Natalia Sumringah, BNI Pastikan Dana Gereja Rp28 Miliar Kembali Paling Cepat Besok
-
Tangis Haru Suranti dan Perjuangan 22 Tahun JALA PRT Sambut Pengesahan UU PPRT di DPR
-
RUU Pemilu Digodok Matang, DPR Cari Formula Ambang Batas Parlemen yang Paling Adil
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
Pilihan
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
Terkini
-
Tentara Israel Blokade Jalan Sekolah di Umm al-Khair Menghambat Hak Pendidikan Siswa Palestina
-
KPK Duga Sudewo Terima Fee Proyek DJKA Lewat Orang Kepercayaannya
-
Menlu Sugiono Tegas Tolak 'Pajak' di Selat Hormuz: Langgar Kebebasan Navigasi
-
Sasar Wilayah Tanpa Negeri, 103 Sekolah Swasta di Jakarta Resmi Gratis Mulai Juli Ini!
-
Konvoi Mobil Menteri Israel Tabrak Mati Bocah Palestina yang Lagi Naik Sepeda ke Sekolah
-
Bareskrim Polri Bongkar Jaringan Penjualan Phishing Tool, Pelaku Sejoli Asal NTT
-
Tembus Miliaran, Segini Banyaknya Donasi Warga Indonesia yang Sampai ke Iran
-
2 Warga Palestina Ditembak Mati di Sekolah, 1 Korban Anak-anak
-
KontraS: Operasi Balas Dendam TNI-Polri di Papua Bentuk Pelanggaran HAM Berat
-
Kawal Program MBG, Komnas HAM Susun Kajian Strategis dan SNP Hak Atas Pangan