Suara.com - Kesepakatan gencatan senjata yang diharapkan membawa kedamaian ke Jalur Gaza nyatanya berbanding terbalik dengan realitas di lapangan.
Organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) baru-baru ini merilis data mengkhawatirkan yang menunjukkan lonjakan drastis dalam intensitas serangan dan kekerasan selama kurun waktu satu minggu terakhir.
Belum genap 6 bulan sejak gencatan senjata resmi dimulai pada 10 Oktober 2025, aktivitas kekerasan telah mencapai puncaknya dengan tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Angka ini memicu keprihatinan mendalam dari komunitas internasional dan organisasi kemanusiaan yang telah berusaha membantu penduduk Gaza yang terluka selama lebih dari dua tahun perang. Lantas bagaimana penjelasan lengkapnya? Berikut telah Suara.com rangkum dari Middle East Monitor.
Lonjakan Kekerasan Mencapai Rekor Tertinggi
Juru bicara PBB Stephane Dujarric mengumumkan dalam konferensi pers resmi pada hari Selasa bahwa data terkini dari mitra organisasi di lapangan menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan.
Periode antara 12 hingga 18 April, serangan berbentuk tembakan senjata, pengeboman, dan penyerangan udara meningkat sebesar 46 persen jika dibandingkan dengan minggu sebelumnya.
Angka ini bukan sekadar statistik biasa. Ini adalah rekor tertinggi yang dicatat sejak perjanjian penghentian peperangan mulai berlaku 6 bulan lalu.
Artinya, meskipun sudah ada kesepakatan formal untuk berhenti berperang, intensitas kekerasan justru terus meningkat dan kini mencapai titik paling kritis.
"Laporan dari mitra kami di medan perang menunjukkan peningkatan insiden sebesar 46 persen dibandingkan minggu sebelumnya, yang merupakan total mingguan tertinggi sejak perjanjian gencatan senjata Oktober dimulai," ujar Dujarric dalam pernyataannya.
Baca Juga: Tak Hanya dengan Rudal, Begini Cara Bejat Tentara Zionis Usir Warga Palestina dari Tepi Barat
Wilayah Terparah Mengalami Peningkatan Drastis
Data PBB mengidentifikasi 3 wilayah administratif Gaza yang menjadi pusat dari lonjakan kekerasan ini.
Pemerintah Utara Gaza (North Gaza), Kota Gaza (Gaza City), dan Deir al Balah dilaporkan mengalami peningkatan insiden paling tajam dibandingkan wilayah lainnya.
Ketiga daerah ini telah menjadi zona pertempuran berulang selama periode gencatan senjata. Warga sipil di lokasi-lokasi ini menghadapi risiko konstan dari berbagai bentuk serangan, dari pertukaran tembakan hingga pengeboman yang menyasar instalasi militer sekaligus pemukiman penduduk.
Peningkatan kekerasan di area-area ini tercermin dalam laporan medisinnya. Rumah sakit yang masih beroperasi di ketiga wilayah tersebut melaporkan lonjakan kedatangan pasien cedera dan korban tewas dalam jangka waktu yang sama dengan peningkatan insiden kekerasan.
Bom Tak Meledak Menjadi Ancaman Serius
Berita Terkait
-
Tak Hanya dengan Rudal, Begini Cara Bejat Tentara Zionis Usir Warga Palestina dari Tepi Barat
-
Tolak 'Di-Gaza-kan', Hezbollah Siap Hancurkan Blokade 'Garis Kuning' Israel di Lebanon
-
Warga Israel Muak dengan Netanyahu, Akui Rezim Zionis Gagal Kalahkan Iran
-
Biadab! Tentara Zionis dan Pemukim Ilegal Israel Bantai Warga Palestina di Tepi Barat
-
Militer Iran Siaga Tempur 100 Persen Tantang Serangan AS Meski Status Gencatan Senjata Diperpanjang
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
Terkini
-
Akademisi Tekankan Pengawasan Ketat Aliran Dana Asing, Ini Alasannya
-
Jalur Haji Syam: Rute Legendaris dari Damaskus ke Madinah yang Sarat Makna Spiritual
-
Konflik Parkir di Blok M Memanas: Pemilik Lahan Diancam Dibakar hingga Dibunuh
-
Studi: Listrik Bersih Asia Tumbuh 37 Persen, Surya dan Angin Jadi Penggerak Utama
-
Dasco Lepas Keberangkatan Kloter I Jemaah Haji ke Mekkah Hari Ini
-
Geger Jejak Misterius di Mars, NASA Temukan Struktur Aneh seperti Sisik Hewan
-
Efek Jera ala Tanah Abang: Pencuri iPhone Diarak Sambil Dikalungi Tulisan 'Saya Copet'
-
Tak Hanya dengan Rudal, Begini Cara Bejat Tentara Zionis Usir Warga Palestina dari Tepi Barat
-
Siap-siap Nabung! Presiden Prabowo Berencana Perbanyak Konser K-Pop di Indonesia
-
Harga BBM dan Sembako Naik, Puan Minta Pemerintah Lakukan Mitigasi Cepat