- Bareskrim Polri menerbitkan status DPO terhadap Frendry Dona sebagai pengendali laboratorium narkoba ilegal di kawasan Jakarta Timur.
- Penyelidikan bermula dari laporan pengemudi ojek online terkait pengiriman paket berisi cartridge vape mengandung zat berbahaya etomidate.
- Penggerebekan gudang di Pulogadung mengungkap peredaran narkoba terstruktur dengan barang bukti senilai lebih dari 410 juta rupiah.
Suara.com - Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri resmi menerbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO) terhadap Frendry Dona alias Fhoku (38).
Pria ini diburu lantaran menjadi otak pengendali clandestine lab atau laboratorium tersembunyi yang memproduksi cartridge vape berisi zat berbahaya etomidate di kawasan Jakarta Timur.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso, menegaskan peran vital Frendry dalam jaringan ini.
"DPO atas nama Frendry Dona alias Fhoku yang berperan sebagai pengendali clan lab etomidate di Jakarta," ujar Eko dalam keterangannya, Rabu (22/4/2026).
Residivis Berkulit Putih
Berdasarkan foto DPO yang dirilis, Frendry Dona memiliki ciri fisik yang cukup mencolok.
Ia memiliki kulit putih dengan wajah oriental dan mata sipit yang tajam. Rambutnya hitam lurus dengan potongan poni lempar yang menutupi dahi hingga hampir menyentuh telinga.
Dalam surat DPO Nomor: DPO/57/IV/2026/Dittipidnarkoba, polisi merinci tinggi badan Frendry sekitar 165 cm dengan berat 65 kg. Ia memiliki hidung mancung dengan bentuk bibir yang tidak terlalu tebal.
Rekam jejaknya pun cukup kelam, ia merupakan pemain lama dalam dunia gelap narkotika.
Baca Juga: Warteg hingga Toko Listrik di Pulogebang Dilalap Api, 13 Unit Damkar Berjibaku Padamkan Kebakaran!
"Yang bersangkutan merupakan residivis kasus narkoba," ungkap Eko.
Siasat Licin Manfaatkan 'Ojol'
Terbongkarnya identitas Frendry berawal dari keberanian seorang pengemudi ojek online (ojol).
Driver tersebut curiga dengan paket yang diantarnya pada Senin (13/4/2026) malam dan langsung melapor ke Bareskrim Polri. Setelah diperiksa melalui X-ray, paket tersebut ternyata berisi narkoba.
"Didapatkan 13 bungkus catridge warna hitam berlogo 'Mafia' diduga bersisi cairan etomidate dan satu bungkus bening yang diduga berisi sabu," jelas Eko.
Polisi kemudian melakukan operasi penyamaran (undercover delivery) sebagai pengemudi ojol.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Pegawai Bank di Jember Bakar Kantor demi Tutupi Korupsi Rp3 Miliar
-
QRIS Indonesia Makin Mendunia, BI Kebut Kerja Sama Pembayaran dengan Arab Saudi dan Hong Kong
-
Cak Imin Pastikan Prabowo Hadiri Puncak Harlah ke-28 PKB Malam Ini: Pasti Berpidato!
-
Mesin Mobil Bergetar Saat RPM Rendah? Jangan Panik, Ini Penyebab dan Solusi Praktisnya
-
Pemerintah Siapkan Otoritas Pelindungan Data Pribadi Independen, Jadi Fondasi Regulasi AI Nasional
-
Petaka di Ujung Tol Kalianda: Perjalanan Pikap Berakhir Duka, 2 Orang Tewas
-
Cabai Makin Murah, Tapi Daging Sapi dan Telur Ayam Terus Naik, Ini Update Harga Pangan
-
Ensiklopedia Digital Open Source Berbasis MediaWiki Siap Perkuat Dokumentasi Pengetahuan Indonesia
-
Kebijakan Tahan BI Rate 5,75 persen Disebut Bisa Dorong Penyaluran Kredit Perbankan
-
Flek Hitam Muncul di Usia Berapa? Ini Cara Mencegah dan Menghilangkannya