- Sekretaris AL AS mendadak mundur saat militer memimpin operasi blokade besar di Selat Hormuz.
- Keputusan ini menambah daftar panjang eksodus pejabat tinggi Pentagon sejak meletusnya perang melawan Iran.
- Jabatan strategis tersebut kini dipegang oleh Hung Cao, mantan pengungsi Vietnam dan lulusan militer.
Setelah kesuksesan tersebut, Phelan juga membangun Rugger Management. Firma investasi swasta elit ini memiliki basis operasional di kawasan Palm Beach, Florida.
Selama menjabat di Pentagon, ia ditugaskan mengawal proyek raksasa modernisasi galangan kapal AS. Pemerintah menargetkan pendanaan puluhan miliar dolar demi memperluas armada laut masa depan.
Sosok Pengganti dengan Kisah Dramatis
Kekosongan kursi pimpinan kini resmi diisi oleh Wakil Sekretaris Hung Cao sebagai pelaksana tugas. Latar belakang Cao sangat kontras dengan pendahulunya yang berasal dari kalangan jetset.
Cao memiliki kisah hidup dramatis karena lahir di Vietnam Selatan yang dilanda perang. Ia berstatus pengungsi dan tiba di AS pada 1975 setelah negaranya jatuh.
Tak seperti Phelan, Cao memiliki akar militer yang kuat di lapangan tempur. Ia adalah lulusan murni dari Akademi Angkatan Laut yang sangat memahami taktik operasional.
Pascamiliter, ia terjun ke dunia korporat sebagai Wakil Presiden di CACI International. Perusahaan tersebut merupakan kontraktor pemerintah yang bergerak di bidang teknologi informasi canggih.
Pada tahun 2024, Cao sempat mencoba peruntungan di panggung politik Amerika. Sayangnya, pencalonannya sebagai Senat AS mewakili wilayah Virginia gagal membuahkan hasil.
Baca Juga: Trauma Berat Dilecehkan Syekh Ahmad Al Misry, Korban Teriak Histeris hingga Nyaris Murtad
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
Pilihan
-
Merantau ke Kota Kecil, Danu Tetap Sulit Cari Kerja: Sampai Melamar Pawang Satwa
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
Terkini
-
Soroti Data Amburadul, DPRD DKI: Penataan Kampung Kumuh Jakarta Tak Tepat Sasaran!
-
Tampang Frendry Dona, Bos Lab Vape Narkoba Buron yang Manfaatkan Celah Sistem Ojol!
-
ASN Putra Daerah Tewas Ditembak OPM, TNI-Polri Sisir Hutan Yahukimo Buru Pelaku!
-
Warteg hingga Toko Listrik di Pulogebang Dilalap Api, 13 Unit Damkar Berjibaku Padamkan Kebakaran!
-
Kepala Angkatan Laut AS Dipecat Usai Bentrok dengan 'Anak Kesayangan' Donald Trump
-
Trump Klaim Selamatkan 8 Perempuan Iran dari Tiang Gantungan, Teheran: Penyebar Hoax!
-
Tentara Zionis Israel Bombardir Lebanon, 5 Warga Sipil Tewas Termasuk Seorang Jurnalis
-
Kejaksaan RI Buka Lelang, 400 Aset Sitaan Bakal Ditawarkan ke Publik
-
Golkar Usul Ambang Batas Parlemen 4-6 Persen, Bisa Berjenjang Hingga Tingkat Daerah
-
Wacana KTP Hilang Bakal Kena Denda, Dukcapil: Bukan untuk Memberatkan Warga