News / Nasional
Kamis, 23 April 2026 | 18:02 WIB
Direktur Eksekutif Indikator Politik Burhanuddin Muhtadi. (Suara.com/Novian)
Baca 10 detik
  • Direktur Eksekutif Indikator Politik Burhanuddin Muhtadi menyatakan proses regenerasi kepemimpinan partai politik di Indonesia mengalami kebuntuan total atau gridlock.
  • Kemandekan demokratisasi internal ini menyebabkan kader berkualitas menarik diri dari dunia politik karena hilangnya kesempatan untuk berkembang.
  • Burhanuddin mendukung usulan KPK mengenai pembatasan masa jabatan ketua umum partai demi memicu perbaikan kualitas regenerasi partai politik.

Burhanuddin juga mengapresiasi langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang mengusulkan adanya perubahan regulasi terkait usulan batas masa jabatan ketua umum partai politik menjadi dua periode.

Meski perubahan undang-undang bukan ranah KPK, ia menilai usulan tersebut penting untuk memantik kritik masyarakat terhadap partai.

"Menurut saya KPK punya terobosan yang menarik dengan memasukkan usulan tadi. Memang kewenangannya bukan di KPK untuk perubahan undang-undang, tetapi setidaknya menjadi diskusi publik ya, supaya memikirkan partai, agar partai tidak lepas dari kritik, termasuk juga memberi kesempatan buat regenerasi," ujarnya.

Menurut Burhanuddin, fungsi utama partai politik sejak zaman dahulu adalah regenerasi dan kaderisasi.

Jika fungsi ini hilang, maka masa depan demokrasi internal partai di Indonesia akan tetap berada dalam "gambar yang buram". (Dinda Pramesti K)

Load More