- Teknisi kapal USS Chief diserang monyet di Phuket hingga dievakuasi ke pangkalan Jepang.
- Insiden aneh ini tidak menghentikan misi vital pembersihan ranjau Iran di Selat Hormuz.
- Presiden AS perintahkan intensitas operasi sapu ranjau dilipatgandakan demi atasi krisis minyak dunia.
Suara.com - Seorang teknisi Angkatan Laut AS terpaksa dievakuasi usai diserang seekor monyet di Thailand. Insiden ini terjadi tepat sebelum ia bertugas membersihkan ranjau di Selat Hormuz.
Kejadian tak terduga ini menjadi ironi di tengah ketegangan militer global. Persiapan menghadapi senjata mematikan buatan Iran justru sempat terhambat oleh seekor satwa liar.
Meski terdengar sepele, evakuasi medis tetap harus dilakukan demi keselamatan sang prajurit. Sang teknisi ahli tersebut akhirnya langsung diterbangkan ke Jepang.
Kronologi Serangan Tak Terduga di Phuket
Peristiwa bermula saat kapal USS Chief berlabuh sejenak di perairan Thailand. Sang teknisi yang sedang turun ke darat tiba-tiba dicakar oleh primata nakal tersebut.
Media Axios melaporkan bahwa monyet liar di kota Phuket memang kerap berbuat onar. Beberapa insiden pencurian makanan bahkan sering berujung pada tindakan agresif terhadap manusia.
Mengutip The New York Post, seorang pejabat militer membenarkan kejadian langka ini.
“Hal-hal aneh bisa terjadi. Ini jelas merupakan sesuatu yang tidak diketahui sama sekali,” jelasnya.
Beruntung, luka yang dialami korban tidak terlalu parah atau mengancam nyawa. Ia langsung dipindahkan ke pangkalan Kepala Staf di Sasebo untuk mendapat perawatan medis.
Baca Juga: Benyamin Netanyahu Menderita Kanker Prostat
Misi Tempur USS Chief Tetap Berjalan
Ketiadaan satu kru tidak menyurutkan langkah armada Paman Sam. Kapal penyapu ranjau USS Chief terus melaju menembus perairan Timur Tengah sesuai jadwal operasi.
Kapal ini mengemban tugas krusial untuk mensterilkan jalur pelayaran dari jebakan mematikan. Ratusan kapal laut kini terjebak di Teluk Persia akibat ranjau tebaran Iran.
Krisis ini memicu guncangan pasokan dan menaikkan harga minyak global secara drastis. Blokade pelabuhan Iran pun diperketat guna menekan kendali Teheran atas lalu lintas laut.
Presiden Trump telah menginstruksikan eskalasi operasi militer pada Kamis (23/4/2026) lalu.
Arahan ini dikeluarkan demi meredam kekacauan pasokan energi dunia akibat peperangan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih
-
Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat, Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional
-
Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026
-
Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah
-
Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi
-
MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan
-
Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap
-
Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta
-
Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal
-
Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda