Warga mendatangi lokasi penambangan PT Wijaya Inti Nusantara (WIN) dekat permukiman warga di Desa Torobulu, Kecamatan Laeya, Kabupaten Konawe Selatan pada 2025 lalu [Ist]
Baca 10 detik
- Warga Desa Torobulu mengungsi karena aktivitas pertambangan PT WIN di Konawe Selatan mengancam keselamatan hunian dan lingkungan sekitar.
- Aliansi Pejuang Lingkungan menuntut penghentian operasi tambang serta evaluasi izin perusahaan akibat kerusakan lahan dan krisis air.
- DPRD Konawe Selatan menjadwalkan investigasi lapangan dan rapat dengar pendapat untuk merespons tuntutan warga terkait dugaan pelanggaran lingkungan.
- Sektor Perikanan: Petambang empang harus gulung tikar karena air tercemar lumpur tambang. Wilayah pesisir yang keruh juga membuat nelayan sulit mencari ikan.
- Sektor Pertanian: Petani di Desa Mondoe mengeluhkan rusaknya irigasi yang mengaliri 40 hektar sawah akibat sedimentasi lumpur yang parah.
- Krisis Air Bersih: Aktivitas tambang diduga kuat telah menutup sumber-sumber mata air alami warga.
Tuntutan Tegas Warga
Aliansi Pejuang Lingkungan dan HAM menekankan bahwa pembiaran terhadap praktik bad mining practice ini merupakan bentuk pelanggaran Hak Asasi Manusia. Mereka melayangkan empat tuntutan utama:
- Hentikan segera seluruh aktivitas pertambangan di Desa Torobulu yang mengancam keselamatan dan lingkungan.
- Evaluasi Izin: Mendesak Bupati Konawe Selatan mengevaluasi izin operasional PT WIN dan menuntut tanggung jawab atas kerusakan alam di Torobulu dan Mondoe.
- Sanksi Hukum: Meminta Inspektorat, Gakkum, dan DLH menjatuhkan sanksi tegas atas dugaan tindak pidana lingkungan.
- Pemulihan Lingkungan: Mewajibkan PT WIN melakukan reklamasi dan pemulihan atas wilayah yang telah rusak akibat eksploitasi serampangan.
Tag
Komentar
Berita Terkait
-
Kadin China Kirim Surat Protes ke Prabowo, Keluhkan Royalti Tambang, RKAB Nikel hingga Satgas PKH
-
RI Bakal Punya Pusat Riset Timah di Bangka
-
Purbaya Nurut Bahlil soal Tunda Kenaikan Tarif Royalti Tambang
-
Sah! Menteri Bahlil Tunda Kenaikan Royalti Tambang Demi Jaga Iklim Investasi
-
Bocoran Revisi Royalti Tambang: Emas, Tembaga, hingga Timah Kena Tarif Baru?
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Jokowi Disebut Sudah Pulih 99 Persen, Siap Keliling Indonesia Juni 2026 Sapa Rakyat
-
DIY Catat Ribuan Kasus ODGJ Berat pada 2025, Mayoritas Usia Produktif
-
Main Game dan Merokok saat Rapat, Anggota DPRD Jember Achmad Syahri Disidang Etik Gerindra Jumat Ini
-
Ibam Divonis 4 Tahun Penjara di Kasus Chromebook, Nadiem Makarim: Itu di Luar Nalar
-
Kejagung Pamerkan Tumpukan Uang Rp10,2 Triliun Setinggi 2 Meter Hasil Denda Kehutanan
-
Blok M Disorot! Polisi Dalami Jaringan Prostitusi Anak yang Diduga Libatkan Warga Negara Jepang
-
Tidak Ada Pertimbangan, Spontan Saja: Pengakuan Anggota BAIS TNI soal Penyiraman Andrie Yunus
-
Imbas Konflik Timur Tengah, Calbee Ganti Kemasan Camilan Jadi Hitam Putih
-
Ada WNI! 28 Kru Kapal Pesiar Tersangka Jaringan Kejahatan Seksual Anak Ditangkap, Disney Terlibat
-
Penggeledahan Kasus Bea Cukai Berlanjut, KPK Amankan Kontainer Berisi Sparepart Kendaraan