- Serda Edi Sudarko mengakui rencana penyiraman air keras terhadap aktivis Andrie Yunus dalam sidang Pengadilan Militer Jakarta, Rabu (13/5/2026).
- Aksi tersebut dipicu emosi Serda Edi terhadap video viral Andrie Yunus yang dianggap arogan saat mendobrak rapat TNI tahun 2025.
- Empat terdakwa militer sepakat melakukan serangan setelah berdiskusi di mess pada 11 Maret 2026 guna membela martabat institusi TNI.
Suara.com - Sebuah video viral di media sosial menjadi titik awal dari rangkaian peristiwa yang berujung pada rencana penyiraman cairan berbahaya terhadap seorang aktivis.
Itulah benang merah yang terurai dalam kesaksian Sersan Dua (Serda) Edi Sudarko, Terdakwa I kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, di hadapan majelis hakim Pengadilan Militer II-08 Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Dalam sidang pemaparan keterangan terdakwa, Serda Edi mengaku mengenal nama Andrie Yunus bukan dari pertemuan langsung, melainkan semata-mata dari linimasa media sosial.
Perkenalan yang serba maya itu ternyata menyimpan bara yang membara, bermula dari sebuah video yang memperlihatkan Andrie mendobrak rapat tertutup TNI di Hotel Fairmont pada 2025.
"Arogansi Andrie Yunus dan overacting, memaksa masuk ke ruang rapat," ungkap Serda Edi.
Emosi yang tersulut itu ia bingkai bukan sebagai amarah pribadi, melainkan sebagai bentuk pembelaan terhadap martabat institusi.
"Saya anggap itu menginjak-injak harga diri TNI," tutur Serda Edi lagi.
Senin, 9 Maret 2026, menjadi hari pertama gejolak batin itu ia tumpahkan kepada rekannya, Letnan Satu (Lettu) Budhi Hariyanto Widhi atau Terdakwa II, usai salat zuhur berjamaah di Masjid Al-Ikhlas.
"Saya menyampaikan bahwa saya merasa kesal melihat dalam video tersebut Andrie Yunus bersifat arogansi, overacting, waktu itu di Hotel Fairmont, dan tidak punya rasa sopan santun," tegas Serda Edi.
Baca Juga: Eks Direktur BAIS Bongkar Rahasia Dapur Intelijen: Cuma Kasih 'Bisikan', Sisanya Hak Presiden
Terdakwa II kala itu hanya menanggapi singkat, meminta agar pembicaraan dilanjutkan di mess.
Dua hari berselang, Rabu malam, 11 Maret 2026 sekitar pukul 19.45, percakapan berlanjut di dalam kamar mess dan mengambil wujud yang jauh lebih gelap bersama Kapten Nandala Dwi Prasetyo (Terdakwa III) dan Letnan Satu (Lettu) Sami Lakka (Terdakwa IV).
"Kami karena ada tamu, membuatkan kopi untuk ngobrol bareng," jelas Serda Edi.
Di situlah Serda Edi menunjukkan video Hotel Fairmont kepada ketiga rekannya dan menyatakan niatnya secara gamblang.
"Saya menyampaikan bahwa saya ingin memukuli AY," akunya.
Yang terjadi berikutnya adalah eskalasi yang mengguncang. Niat memukul yang semula dilontarkan Serda Edi justru diredam Terdakwa II, namun digantikan dengan usul yang jauh lebih mengerikan.
Berita Terkait
-
Eks Direktur BAIS Bongkar Rahasia Dapur Intelijen: Cuma Kasih 'Bisikan', Sisanya Hak Presiden
-
Hati-hati! Eks Intelijen BAIS Sebut RI Bisa Jadi 'Padang Kurusetra' Rebutan AS-China
-
TNI Bangun Jalan di Pedalaman Cilegon, Distribusi Hasil Bumi Jadi Lebih Mudah
-
Datang ke RSCM, Oditur Militer Pulang Tanpa Bisa Temui Andrie Yunus
-
Sulit Datangkan Andrie Yunus, Oditur Militer Buka Opsi Hadirkan Dokter RSCM ke Persidangan
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
Terkini
-
Ketua BPP PPAD HBL Mantiri: Purnawirawan Harus Jadi Perekat Persatuan Bangsa
-
Gubernur Jakarta Siapkan Jalur Bawah Tanah di Bundaran HI Buat Penjalan Kaki
-
Janji Pramono Anung di HUT ke-499 Jakarta: Banjir Masih Ada, Tapi Tidak Akan Separah Dulu
-
Pramono Ungkap Biang Kerok Kemacetan Jakarta, 8 Juta Orang Keluar-Masuk Setiap Hari
-
Unik! Demi Nonton Mahalini, Warga 'Nangkring' di Atas Mobil Damkar saat Perayaaan HUT Jakarta
-
Bocah Terpisah dari Ortu hingga Istri Kehilangan Suami Warnai Malam Puncak HUT DKI Jakarta
-
5 Peserta Latsarmil KDMP Tewas, Koalisi Sipil: Stop Militerisasi Ruang Sipil!
-
Kepercayaan Rakyat ke Polri Meroket, Rudianto Lallo: Modal Besar Tingkatkan Pelayanan
-
Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen, Sari Yuliati: Hasil Kerja Nyata dan Konsistensi
-
Pilih Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta, Zulhas: Artis Itu Kreatif dan Kerjanya Produktif