- Presiden ke-7 RI Joko Widodo telah pulih dari gangguan kesehatan dan siap menyapa masyarakat mulai Juni 2026 mendatang.
- Sekjen Projo, Freddy Alex Damanik, mengonfirmasi rencana Jokowi berkeliling Indonesia guna menyerap aspirasi warga didampingi para relawan setianya.
- Informasi tersebut disampaikan setelah pertemuan strategis antara Jokowi dan Budi Arie di Rawamangun pada awal Mei 2026 lalu.
Suara.com - Kabar mengenai kondisi kesehatan Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), akhirnya menemui titik terang. Setelah sempat menepi dari aktivitas publik akibat gangguan kesehatan, pria yang identik dengan gaya kepemimpinan blusukan ini dikabarkan telah pulih hampir sepenuhnya.
Tidak hanya sekadar sembuh, Jokowi bahkan sudah menyusun agenda besar untuk kembali turun ke lapangan dan menyapa masyarakat di berbagai penjuru tanah air pada pertengahan tahun 2026 mendatang.
Kepastian mengenai kondisi kesehatan dan rencana kegiatan Jokowi ini disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Projo, Freddy Alex Damanik.
Informasi tersebut didapatkan usai adanya pertemuan intensif antara Jokowi dengan Ketua Umum Projo yang juga menjabat di kabinet, Budi Arie Setiadi, pada awal bulan Mei ini.
Freddy Alex Damanik menjelaskan bahwa kondisi fisik Jokowi saat ini sangat prima dan menunjukkan progres yang sangat signifikan.
Berdasarkan pengakuan langsung dari mantan Wali Kota Solo tersebut, tingkat kesembuhannya sudah mencapai angka maksimal.
"Kata Pak Jokowi 99 persen (pulih), Juni mungkin beliau sudah akan keliling Indonesia untuk menyapa rakyat," ujarnya dikutip, Rabu (13/5/2026).
Kehadiran Jokowi di tengah masyarakat nantinya tidak akan dilakukan sendirian, melainkan tetap dalam pengawalan dan pendampingan dari para relawan setianya yang tergabung dalam Projo.
Meskipun sudah tidak memegang jabatan formal kenegaraan, Jokowi tampaknya ingin menjaga silaturahmi dan komunikasi yang intens dengan basis massanya.
Baca Juga: Nadiem Makarim Ungkap Peran Jokowi dalam Pembentukan Tim Shadow
Strategi komunikasi ini akan diformalkan melalui pertemuan-pertemuan berkala yang sudah disepakati bersama.
"Nanti akan ada pertemuan rutin Pak Jokowi dengan relawan, disepakati sekali dalam 3 bulan, tapi tetap pintu Pak Jokowi selalu terbuka kapan saja untuk para relawannya," ujar Freddy.
Pertemuan antara Jokowi dan Budi Arie yang menjadi dasar informasi ini berlangsung pada Rabu (1/5) di sebuah kawasan di Rawamangun, Jakarta Timur.
Dalam suasana yang tampak santai namun produktif, keduanya terlihat berbincang di sebuah area makan.
Meski dihadiri oleh beberapa pimpinan relawan lainnya, terdapat momen khusus di mana Jokowi dan Budi Arie melakukan pembicaraan tertutup untuk membahas hal-hal strategis.
Freddy mengungkapkan bahwa durasi pembicaraan empat mata tersebut berlangsung cukup lama, yang menunjukkan adanya isu-isu penting yang dibahas di luar sekadar urusan kesehatan.
Berita Terkait
-
Nadiem Makarim Ungkap Peran Jokowi dalam Pembentukan Tim Shadow
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Selamat Ginting Nilai Prabowo Masih Konsolidasi Hadapi Pengaruh Jokowi
-
Analis Bongkar Misi Reshuffle Prabowo Hapus Bayang-bayang Jokowi dan Jadikan Dudung 'The New Luhut'
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Peringati Tragedi Mei 1998, Komnas Perempuan Ingatkan Sejarah Kelam Kekerasan Seksual Massal
-
Pemilahan Sampah di Jakarta Dinilai Butuh Sistem Data yang Lebih Terbuka, Mengapa?
-
Jakarta Barat Dikepung Dua Proyek Besar, Arus Daan Mogot dan Latumenten Direkayasa
-
Anggota DPR Kecewa Menhub Absen Rapat Kecelakaan Maut: Yang Punya Gawe Kok Nggak Hadir?
-
Sita 2,3 Juta Hektare Lahan dan Rp10,2 Triliun, Jaksa Agung: Ini Bukan Sekadar Seremonial!
-
Bidan Tak Boleh Terima Titipan Bayi Jangka Waktu Lama, Pemkab Sleman Bakal Perketat Pengawasan
-
Jaksa Ungkap Surat Tuntutan Nadiem Makarim Setebal 1.597 Halaman
-
Diselipkan Dalam Gulungan Karpet, Polisi Bongkar Penyelundupan 760 Botol Merkuri ke Filipina
-
Netizen Tagih Maaf Personal Juri LCC Kalbar, Pimpinan MPR: Institusi Sudah Mewakili
-
Polisi Menduga Merkuri yang Diselundupkan ke Filipina Berasal dari Tambang Gunung Botak