- Presiden ke-7 RI Joko Widodo telah pulih dari gangguan kesehatan dan siap menyapa masyarakat mulai Juni 2026 mendatang.
- Sekjen Projo, Freddy Alex Damanik, mengonfirmasi rencana Jokowi berkeliling Indonesia guna menyerap aspirasi warga didampingi para relawan setianya.
- Informasi tersebut disampaikan setelah pertemuan strategis antara Jokowi dan Budi Arie di Rawamangun pada awal Mei 2026 lalu.
"Ada banyak pimpinan relawan, namun dalam pertemuan tersebut Budi Arie dan Pak Jokowi ada pembicaraan lebih kurang 20 sampai 30 menit," kata Freddy.
Pihak Projo sendiri menegaskan bahwa sosok Jokowi tetap menjadi magnet politik yang kuat di Indonesia.
Agenda keliling Indonesia pada Juni 2026 nanti disebut murni sebagai aksi sosial untuk menyerap aspirasi, tanpa ada agenda politik praktis yang kaku.
Namun, Projo tidak menampik bahwa setiap langkah Jokowi akan selalu memiliki dampak elektoral maupun politis mengingat tingkat kecintaan rakyat yang masih tinggi terhadapnya.
"Bahasanya beliau sih menyapa rakyat, tidak ada agenda khusus. Tapi kami yakini Pak Jokowi adalah insan politik yang masih sangat dicintai rakyat dan karena itu masih punya pengaruh dalam politik Indonesia. Nanti sewaktu turun ke masyarakat akan didampingi relawannya," tambahnya.
Selain membahas rencana perjalanan, pertemuan di Rawamangun tersebut juga menyinggung soal posisi politik Jokowi terhadap partai-partai yang ada saat ini.
Hingga kini, Jokowi diketahui belum memberikan pernyataan resmi mengenai pelabuhan politik barunya setelah purna tugas.
Freddy menegaskan bahwa dalam diskusi tersebut, tidak ada arahan khusus bagi relawan untuk bergabung ke partai politik tertentu, termasuk partai yang kini dipimpin oleh putra bungsunya, Kaesang Pangarep.
"Kepada Projo, Pak Jokowi belum pernah mengatakan bergabung ke partai mana pun, termasuk mengajak Projo gabung ke partai mana pun, makanya teman-teman Projo masih ada di berbagai partai, termasuk di partainya Mas Kaesang PSI, teman-teman Projo juga banyak yang bergabung," imbuhnya.
Baca Juga: Nadiem Makarim Ungkap Peran Jokowi dalam Pembentukan Tim Shadow
Selama masa pemulihannya, Jokowi ternyata tetap aktif memantau perkembangan situasi nasional. Ia secara rutin menerima laporan mengenai kondisi sosial dan ekonomi dari berbagai wilayah di Indonesia.
Freddy menekankan bahwa Jokowi tidak pernah benar-benar lepas dari urusan rakyat.
"Dalam pertemuan itu, Pak Jokowi juga menyatakan sampai sekarang beliau masih selalu menerima informasi dan masukan dari masyarakat Indonesia dari Papua sampai Aceh tentang kondisi masyarakat Indonesia," kata Freddy.
Mengingat kembali riwayat kesehatannya, Presiden ke-7 RI ini sempat mengalami gangguan kesehatan berupa alergi kulit yang cukup mengganggu di bagian wajah dan leher.
Masalah kesehatan ini muncul tepat setelah kepulangannya dari kunjungan luar negeri ke Vatikan pada akhir Mei 2025.
Kondisi fisik yang sempat berubah tersebut sempat menimbulkan kekhawatiran di kalangan pendukungnya mengenai kondisi kesehatan jangka panjang sang mantan presiden.
Namun, kekhawatiran tersebut segera ditepis oleh orang-orang terdekatnya. Ajudan pribadi Jokowi, Komisaris Polisi Syarif Muhammad Fitriansyah, memberikan klarifikasi untuk menenangkan publik.
Ia memastikan bahwa apa yang dialami Jokowi bukanlah sesuatu yang membahayakan jiwa atau penyakit yang aneh.
Ia menegaskan itu alergi biasa, bukan penyakit langka, dan saat itu sedang dalam proses pemulihan.
Berita Terkait
-
Nadiem Makarim Ungkap Peran Jokowi dalam Pembentukan Tim Shadow
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Selamat Ginting Nilai Prabowo Masih Konsolidasi Hadapi Pengaruh Jokowi
-
Analis Bongkar Misi Reshuffle Prabowo Hapus Bayang-bayang Jokowi dan Jadikan Dudung 'The New Luhut'
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci
-
Donald Trump Ingin 3 Periode, Bakal Tabrak Konstitusi AS?
-
Tak Ditemukan Tanda Kekerasan, Penyebab Kematian Sutrimo Masih Misteri
-
Bencana Karhutla Bukan Soal Tak Mampu, Masalahnya Ada di Komitmen
-
Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
-
Korban Tolak RJ, Sidang Kasus Pengeroyokan Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Berlanjut
-
Telok Abang Palembang Bukan Sekadar Tradisi Agustus, Kini Jadi Ikon Budaya Kota
-
Terungkap, Trik Warga Israel Bisa Lolos Masuk Bali Meski Tak Ada Hubungan Diplomatik
-
Insanul Fahmi Terpuruk dan Jualan Sayur, Wardatina Mawa: Tapi Semua Sudah Terlambat
-
Bus Koridor 13 Mogok di Ciledug, Penumpang Turun Jalan Kaki