- Dico Milandika tewas dikeroyok belasan orang saat melerai perselisihan kekasihnya di Weston Billiard, Jakarta Barat, 10 Mei 2026.
- Pihak pengelola Weston Billiard tidak melaporkan kejadian pengeroyokan tersebut kepada pengurus RW setempat meski terjadi di wilayahnya.
- Polda Metro Jaya sedang menyelidiki kasus ini setelah Polsek Grogol Petamburan menerima laporan dan melakukan olah tempat kejadian.
Andreas mengungkapkan bahwa keributan di tempat billiard itu bukan hal baru. Ia menyebut perselisihan kerap terjadi menjelang dini hari, saat tempat tersebut tutup.
"Kalau dengar-dengar orang ngomong ya, Bu, ya sering kejadian itu lah, setelah bubaran. Jam 4 pagi," tuturnya.
Menurutnya, pengunjung yang kerap terlibat keributan bukan berasal dari warga sekitar, melainkan dari luar wilayah Grogol.
"Anak dari Tambora, dari Kali Anyar, kebanyakan Jakarta Pusat yang datang ke sini. Kalau anak Grogol kayaknya jarang dengar dia ribut gitu," ungkapnya.
Weston Billiard disebut Andreas baru beroperasi sejak akhir 2025, belum genap setengah tahun.
"Masih baru itu, belum ada setengah tahun kayaknya. Akhir Desember kayaknya bukanya, 2025 akhir," ujarnya.
Meski telah terjadi insiden maut, Andreas memastikan tempat tersebut masih beroperasi seperti biasa hingga saat ini, tanpa ada penutupan atau garis polisi yang terpasang.
"Setahu saya buka terus. Enggak ada garis polisi, saya lihat buka terus yang di situ," katanya.
Andreas juga menyebut adanya kerusakan fisik di lokasi kejadian.
Baca Juga: Seorang Ibu Curhat Anaknya Tewas Dikeroyok, Hotman Paris Minta Pelaku Segera Ditahan
"Katanya, di biliard situ kan, nah ada yang kacanya bolong. Di situ jatuhnya dari situ," pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan pihak kepolisian Polda Metro Jaya masih menyelidiki insiden ini setelah Polsek Grogol Petamburan menerima laporan dan melakukan pengecekan di tempat kejadian perkara (TKP).
Reporter: Dinda Pramesti K
Berita Terkait
-
Niat Lerai Cekcok Berujung Maut, Dico Tewas Dikeroyok dan Dilempar dari Lantai 2 Weston Billiard
-
Viral Delapan Siswa SMK 1 Polewali Keroyok Satpam karena Tak Terima Ditegur Merokok
-
Kesaksian Warga soal Pengeroyokan Penjaga Warung di Kemayoran: Saya Anggota, Jangan Ikut Campur!
-
Seorang Ibu Curhat Anaknya Tewas Dikeroyok, Hotman Paris Minta Pelaku Segera Ditahan
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
Terkini
-
32 Ibu Hamil Lolos Skrining Latsarmil, Komnas Perempuan Bongkar Bobroknya Seleksi SPPI!
-
Kasus GMS di SMA Strada Bukti Kegagalan Sistemik Negara Lindungi Siswa Disabilitas
-
Sindir Prabowo Soal 'Kebocoran', JPPI: Program MBG Pelaku Utama Pencaplok Dana Guru!
-
Skandal Suap Hutan Kuansing Merembet ke Kemenhut, Peran Pusat Kini Mulai Didalami!
-
Dulu Disekap, Kini Dipolisikan! Karyawan Toko Padel Jaksel Diduga Curi 10 Raket
-
Ada di Rumah Saat OTT, Istri Kedua Bupati Kuansing Sempat Diamankan KPK Terkait Suap Jabatan
-
TikTok PHK Ratusan Karyawan Posisi Penting di Irlandia, Lebih Pilih Pakai AI
-
Harga BBM Non Subsidi Malaysia Turun, Segini Jadinya
-
Kenapa Malaysia Terapkan 2 Hari WFH untuk PNS Mulai Agustus 2026?
-
Ada Pihak Bantu Bupati Kuansing Saat OTT, KPK Sempat Kehilangan Jejak