- Militer Myanmar merebut kembali kota perbatasan Mawtaung dari kelompok oposisi pada Selasa, 19 Mei 2026 setelah operasi besar.
- Operasi militer selama dua pekan tersebut melibatkan ratusan bentrokan dan mengakibatkan korban jiwa di kedua belah pihak.
- Keberhasilan ini memperkuat kendali junta atas jalur perdagangan internasional antara Myanmar dan Thailand senilai jutaan dolar AS.
Suara.com - Militer Myanmar mengklaim berhasil merebut kembali kota perbatasan strategis Mawtaung di wilayah selatan negara itu pada Selasa (19/5/2026).
Keberhasilan tersebut disebut memperkuat kendali junta atas jalur perdagangan internasional di tengah perang saudara yang belum mereda.
Kota Mawtaung yang berbatasan langsung dengan Thailand dikenal sebagai salah satu pos perdagangan penting.
Pada tahun fiskal 2023-2024, nilai perdagangan yang melintas di kawasan itu tercatat mencapai 26,7 juta dolar AS.
Media pemerintah Myanmar melaporkan wilayah di Tanintharyi tersebut sebelumnya jatuh ke tangan kelompok oposisi sejak November tahun lalu.
Militer Myanmar kemudian melancarkan operasi balasan besar-besaran selama dua pekan terakhir untuk merebut kembali kota tersebut.
Surat kabar pemerintah The Global New Light of Myanmar menyebut operasi itu melibatkan lebih dari 200 bentrokan, baik dalam skala kecil maupun besar.
Dalam laporan tersebut, sedikitnya 24 anggota pasukan oposisi dilaporkan tewas.
Pihak militer Myanmar juga disebut mengalami korban jiwa selama operasi berlangsung.
Baca Juga: Padahal Berlatar Myanmar, Syuting Film Extraction: Tygo di Jakarta Bikin Macet dan UMKM Rugi
"Arus perdagangan lintas batas dan aktivitas transportasi antara kedua negara melalui jalur Tanintharyi-Mawtaung akan dapat dilanjutkan," demikian pernyataan resmi media pemerintah Myanmar.
Perebutan kembali Mawtaung menjadi dorongan penting bagi junta militer setelah sebelumnya sempat mengalami tekanan besar dari kelompok pemberontak.
Sejak kudeta militer pada 2021 yang menggulingkan pemerintahan sipil pimpinan Aung San Suu Kyi, Myanmar terus dilanda konflik bersenjata antara junta dengan kelompok etnis bersenjata serta pasukan pro-demokrasi.
Pada akhir 2023, serangan gabungan kelompok pemberontak sempat membuat posisi militer Myanmar terdesak di sejumlah wilayah.
Namun dalam beberapa bulan terakhir, junta mulai merebut kembali sejumlah jalur penting, termasuk jalan raya utama menuju perbatasan China dan akses perdagangan utama dengan Thailand.
Dua kelompok militer etnis yang sebelumnya menjadi kekuatan utama dalam serangan pemberontak 2023 juga diketahui telah menandatangani gencatan senjata yang dimediasi Beijing.
Berita Terkait
-
Menlu: Prabowo Tekankan Jalur Dialog Atasi Konflik Perbatasan Myanmar di KTT ASEAN
-
Jadi Peternak Kambing tapi Berizin Direktur, WNA Myanmar Terancam Deportasi dari Yogyakarta
-
Aung San Suu Kyi Pindah ke Tahanan Rumah Saat Krisis Politik Myanmar
-
Timur Tengah Gencatan Senjata, Jet Tempur Myanmar Bombardir Wilayah Thailand
-
Terjebak Perdagangan Orang, 249 WNI Dipaksa Kerja 18 Jam di KambojaMyanmar
Terpopuler
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Wadanyon TPNPB-OPM Diciduk di Bandara Yahukimo, Satgas Damai Cartenz Sita Amunisi
-
Penampakan Lukisan Emas dan Mercy Koruptor Jimmy Sutopo yang Dilelang Rp5,5 Miliar, Mewah Banget!
-
PDIP Balas Pujian Prabowo: Kami Memang Seharusnya di Luar Pemerintah
-
Bareskrim Bongkar Sindikat Kosmetik Merkuri di Cirebon, Pemilik Akun Lou Glow Ditangkap
-
Andrie Yunus Nyaris Buta, Bakal Dikirim ke Profesor India yang Tangani Novel Baswedan
-
Influencer ZNM Diperiksa Bareskrim Polri Jumat Besok, Buntut Viral Gunakan Gas N2O Whip Pink
-
Kepala BPOM Tegaskan Penjualan Obat di Minimarket Tak Bisa Sembarangan: Tetap Diawasi Apoteker
-
Buat 'Makam Reformasi', Mahasiswa UI Tutup Logo Makara dengan Kain Putih
-
Indonesia Lanjutkan Perjuangan Tata Kelola Royalti Digital di Forum Hak Cipta Dunia
-
Delapan Dosen UPN Veteran Yogyakarta Dilaporkan dalam Dugaan Kasus Kekerasan Seksual