- Mahasiswa IKM UI menggelar aksi #Reformati di Tugu Makara pada Rabu, 20 Mei 2026, untuk memperingati kegagalan mandat reformasi.
- Ketua BEM UI mengkritik sikap pemerintah yang dianggap terus melakukan penyangkalan terhadap sejarah kelam dan pelanggaran hak asasi manusia.
- BEM UI merencanakan rangkaian diskusi publik dan pemutaran film untuk membangun gerakan berkelanjutan sebagai bentuk perlawanan terhadap ketidakadilan.
"Karena kita juga beritikad untuk menjaga ruang aman dan menciptakan ruang aman yang memang kita impikan, sebab bagi kita ruang aman itu adalah harga mati," ucap Lintang.
Ia menekankan bahwa merawat ingatan adalah fondasi untuk tetap menjadi manusia yang beradab.
"Sejarah itu masih disangkal dan kekerasan seksual yang sangat identik dengan kasus pemerkosaan massal sudah diisukan selama hampir tiga dekade ini," tambahnya.
Bukan Sekadar Aksi Seremonial
Belajar dari pengalaman gerakan Agustus 2025 yang sempat memuncak namun kemudian meredup, Yatalathof menegaskan bahwa gerakan kali ini dirancang untuk memiliki nafas panjang dan dampak yang nyata.
"Kita ingin benar-benar semua masyarakat merasakan bahwa ketika (situasi) ini tidak berubah maka yang akan terjadi besoknya adalah dia yang menjadi korban," tegasnya.
Sebagai tindak lanjut, BEM UI berencana menggelar nonton bersama film Pesta Babi di setiap fakultas untuk membangun urgensi kolektif.
Tak hanya itu, diskusi publik mengenai fundamental ekonomi akibat anjloknya IHSG dan nilai Rupiah juga akan segera digulirkan.
Aksi malam itu ditutup dengan upacara "Reformati" yang sarat simbolisme.
Baca Juga: Suara Lantang di Depan Kantor Komnas HAM: Perempuan RI Menolak Lupa pada Luka Sejarah Kelam Bangsa
Logo UI yang biasanya identik dengan kain putih, ditutup dengan banner bertuliskan "Reformati". Diiringi suara lantang Sumpah Mahasiswa Indonesia, pembacaan manifesto, dan lagu "Buruh Tani", mahasiswa UI mengirimkan pesan kuat: Reformasi mungkin sedang mati, tapi perlawanan baru saja dimulai.
Reporter: Cornelius Juan Prawira
Berita Terkait
-
Buat 'Makam Reformasi', Mahasiswa UI Tutup Logo Makara dengan Kain Putih
-
Jenderal TNI Maruli Simanjuntak Soroti Dana Film Dokumenter Pesta Babi: Duitnya dari Mana?
-
Menolak Lupa! 28 Tahun Reformasi, Aliansi Perempuan: Jangan Jadikan Tubuh Kami Sasaran Kekerasan
-
Suara Lantang di Depan Kantor Komnas HAM: Perempuan RI Menolak Lupa pada Luka Sejarah Kelam Bangsa
-
Terpopuler: 10 Fakta Film Pesta Babi, Link Download Logo Hari Kebangkitan Nasional
Terpopuler
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
- Kunjungi Korban Gempa di NTT Hari Ini, Gus Miftah Gelontorkan Bantuan Rp500 Juta
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Ahli UMJ Sebut Penggeledahan Rumah Febrie di Sentul Tetap Sah, Wilayah Hukum Bukan Penghalang
-
Aging Population dan Gen Z yang Terjepit Generasi Sandwich
-
Asap Karhutla Ganggu Penerbangan di Nabire, Dua Pesawat Batal Beroperasi
-
Dirut Bulog Ahmad Rizal Ramdhani Raih Gelar Doktor dari Universitas Indonesia
-
Kalimantan Membara, Ridwan Andi Wittiri Desak Evaluasi Total Karhutla: Ini Soal Nyawa Rakyat
-
Viral Kuskus Waigeo di Atas Pohon Tumbang: Saat Hutan Habitat Satwa Endemik Papua Menyusut
-
Bung Ropan Ubah Pernyataan soal Rizky Ridho, Peluang ke Timnas Indonesia Masih Terbuka
-
Sempat Ingin Berhenti demi Orang Tua, Kasman Kini Jadi Jembatan Bahasa di Industri Nikel Obi
-
Siapkan 1.000 Pengacara dan Digitalisasi Data, PPP Mulai Panaskan Mesin Hadapi Pemilu 2029
-
Hadirkan CFX Cryptalk dan CFX Seaside Mixer, Ekosistem CFXM Dorong Sinergi Industri Aset Digital