News / Nasional
Kamis, 21 Mei 2026 | 08:07 WIB
Aksi massa "#Reformati" yang dihadiri mahasiswa UI dengan pakaian bernuansa hitam sambil membawa lilin yang menyala di depan Tugu Makara pada Rabu (20/5/2026). (Suara.com/ Cornelius Juan Prawira)
Baca 10 detik
  • Mahasiswa IKM UI menggelar aksi #Reformati di Tugu Makara pada Rabu, 20 Mei 2026, untuk memperingati kegagalan mandat reformasi.
  • Ketua BEM UI mengkritik sikap pemerintah yang dianggap terus melakukan penyangkalan terhadap sejarah kelam dan pelanggaran hak asasi manusia.
  • BEM UI merencanakan rangkaian diskusi publik dan pemutaran film untuk membangun gerakan berkelanjutan sebagai bentuk perlawanan terhadap ketidakadilan.

"Karena kita juga beritikad untuk menjaga ruang aman dan menciptakan ruang aman yang memang kita impikan, sebab bagi kita ruang aman itu adalah harga mati," ucap Lintang.

Ia menekankan bahwa merawat ingatan adalah fondasi untuk tetap menjadi manusia yang beradab.

"Sejarah itu masih disangkal dan kekerasan seksual yang sangat identik dengan kasus pemerkosaan massal sudah diisukan selama hampir tiga dekade ini," tambahnya.

Sebuah peragaan berbentuk makam dengan batu nisan yang terbuat dari kardus bertuliskan "R.I.P REFORMASI" dalam aksi massa "#Reformati" di Tugu Makara UI, Universitas Indonesia, Depok, Rabu (20/5/2026). (Suara.com/Cornelius Juan Prawira)

Bukan Sekadar Aksi Seremonial

Belajar dari pengalaman gerakan Agustus 2025 yang sempat memuncak namun kemudian meredup, Yatalathof menegaskan bahwa gerakan kali ini dirancang untuk memiliki nafas panjang dan dampak yang nyata.

"Kita ingin benar-benar semua masyarakat merasakan bahwa ketika (situasi) ini tidak berubah maka yang akan terjadi besoknya adalah dia yang menjadi korban," tegasnya.

Sebagai tindak lanjut, BEM UI berencana menggelar nonton bersama film Pesta Babi di setiap fakultas untuk membangun urgensi kolektif.

Tak hanya itu, diskusi publik mengenai fundamental ekonomi akibat anjloknya IHSG dan nilai Rupiah juga akan segera digulirkan.

Aksi malam itu ditutup dengan upacara "Reformati" yang sarat simbolisme.

Baca Juga: Suara Lantang di Depan Kantor Komnas HAM: Perempuan RI Menolak Lupa pada Luka Sejarah Kelam Bangsa

Logo UI yang biasanya identik dengan kain putih, ditutup dengan banner bertuliskan "Reformati". Diiringi suara lantang Sumpah Mahasiswa Indonesia, pembacaan manifesto, dan lagu "Buruh Tani", mahasiswa UI mengirimkan pesan kuat: Reformasi mungkin sedang mati, tapi perlawanan baru saja dimulai.

Reporter: Cornelius Juan Prawira

Load More