- Spanduk berisi kritik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran terpasang di gerbang masuk kampus UGM, Sleman, pada Kamis, 21 Mei 2026.
- Pihak UGM menegaskan pemasangan spanduk mencatut identitas kampus dan tidak merepresentasikan sikap resmi universitas sehingga segera diturunkan.
- BEM UGM menyatakan spanduk tersebut merupakan bentuk keresahan mahasiswa akar rumput terkait kondisi ekonomi serta ketidakpastian kepemimpinan nasional.
Sheron menyebut keresahan itu berkaitan dengan situasi ekonomi dan ketidakpastian yang dirasakan masyarakat belakangan ini. Menurutnya, kondisi tersebut turut berdampak pada kehidupan mahasiswa dan masyarakat luas.
"Dalam konteks ini, semua masyarakat Indonesia sedang mengalami ketidakpastian yang berat di masa kepemimpinan Pak Prabowo, terutama jika melihat kondisi ekonomi belakangan ini," ujarnya.
Menurut Sheron, kampus seharusnya menjadi ruang yang terbuka bagi kebebasan berekspresi sivitas akademika. Ia berharap ruang akademik tetap memberi tempat bagi mahasiswa untuk menyampaikan kritik dan kegelisahan sosial.
"Kampus sebagai ruang hidup kaum akademis, selayaknya dan sepantasnya dibebaskan dalam berekspresi," ucapnya.
Ia menegaskan bahwa keberadaan spanduk hanya merupakan simbol dari gerakan yang lebih besar. Menurut dia, pencopotan spanduk tidak akan menghentikan aspirasi mahasiswa yang ingin terus menyuarakan keresahan mereka.
"Spanduk sudah menjalankan fungsinya sebagai simbol, yang utama adalah amplifikasi gerakan ini. Spanduk bisa saja dibakar diturunkan tapi semangat bergerak itu jadi point utamanya," tandasnya.
Berita Terkait
-
Nilai Rezim Prabowo-Gibran Mundur, PSAD UII Sebut Amanat Reformasi 1998 Telah Dikhianati
-
Dukung Prabowo Sikat Oknum 'Coklat' dan 'Hijau' Beking Kejahatan, Sahroni: Pecat dan Pidana!
-
Sebut Kelas Menengah Makin Rentan, Sosiolog UGM: Apabila Tak Diatasi Cepat, Dampaknya Akan Beruntun
-
Pidato di DPR RI, Presiden Prabowo Sebut Rakyat Tak Bermimpi Hidup Kaya
-
Bukan Sekadar Fiskal, Pimpinan DPD: Pidato Prabowo Ekspresi Nyata Ekonomi Pancasila
Terpopuler
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- Petinggi FPI Novel Bamukmin Ditunjuk Jadi Komisaris Hotel Indonesia Natour
- 'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Running Asics Diskon di Sports Station, Potongan Harga hingga 64 Persen
Pilihan
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
Terkini
-
Anggaran MBG 2027 Bakal Turun, Segini Hitung-hitungannya!
-
Banggar DPR Respons Usulan Gaji Kepala Daerah Naik Demi Cegah Korupsi: Direm Dulu, Jaga Fiskal
-
Tampang Ciut Bang Jago Naik Ninja Pukul Pengendara di Jagakarsa, Kini Pasrah Dites Urine Polisi
-
Sekolah Rakyat Bertambah 100 Unit pada 2027, Pemerintah Siapkan Dana Jumbo Rp26,3 Triliun
-
Komnas HAM Kecam Tewasnya Ibu Hamil di Intan Jaya, Desak Kasus Diusut Tuntas
-
Gagal Ngumpet! Maling Motor Sembunyi di Plafon Rumah Pacar Jatuh Terjerembab Usai Didobrak
-
Misteri Amplop di Meja Menhut, Kenapa Raja Juli Baru Lapor KPK Setelah Bupati Kuansing Ditangkap?
-
Polri Paling Banyak Diadukan ke Komnas HAM Sepanjang 2025, Capai 805 Laporan
-
Baru Lapor Tolak Suap Usai OTT Bupati Kuansing, Menhut Raja Juli Tetap Berpeluang Diperiksa KPK!
-
Kebakaran TPA Jatiwaringin Belum Usai, Asap Beracun Bikin Puluhan Warga Tak Berani Pulang