- UPN Veteran Yogyakarta memberikan sanksi kepada lima dosen yang terbukti melakukan pelecehan verbal terhadap mahasiswa di kampus.
- Sanksi berupa penonaktifan tugas hingga kewajiban mengikuti konseling psikologis diterapkan berdasarkan aturan Permendikbudristek Nomor 55 Tahun 2024.
- Satu dari lima dosen tersebut menghadapi proses sanksi lanjutan di tingkat kementerian karena dinilai melakukan pelanggaran berat.
Suara.com - Universitas Pembangunan Nasional (UPN) "Veteran" Yogyakarta menjatuhkan sanksi kepada lima dosen yang terbukti melakukan pelecehan verbal di lingkungan kampus.
Salah satu dosen bahkan menghadapi proses sanksi lebih lanjut di tingkat kementerian karena dinilai melakukan pelanggaran paling berat.
Sanksi itu dijatuhkan setelah Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) menyelesaikan pemeriksaan terhadap laporan dugaan kekerasan seksual yang mencuat beberapa waktu terakhir.
"Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa lima terlapor terbukti melakukan tindakan pelecehan verbal sebagaimana diatur dalam Permendikbudristek Nomor 55 Tahun 2024 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi," jelas Ketua Satgas PPKPT UPN Yogyakarta, Iva Rachmawati dalam keterangan resminya, Sabtu (23/5/2026).
Dalam proses investigasi, Satgas memeriksa lima dosen terlapor, 10 korban, dan 13 saksi.
Dari hasil pendalaman, seluruh terlapor dinyatakan terbukti menyampaikan ucapan bernuansa seksual yang masuk kategori pelecehan verbal sebagaimana diatur dalam Pasal 12 ayat (2) huruf c Permendikbudristek Nomor 55 Tahun 2024.
Sebagai tindak lanjut, empat dosen dijatuhi sanksi penonaktifan dari kewajiban Tridharma Perguruan Tinggi selama dua tahun. Mereka juga diwajibkan mengikuti konseling psikologis dengan biaya ditanggung masing-masing.
Sementara satu dosen lainnya dijatuhi sanksi penonaktifan selama satu tahun.
Tak hanya itu, satu dosen yang dinilai melakukan pelanggaran paling berat kini menghadapi proses penjatuhan sanksi di tingkat kementerian.
Baca Juga: Kondisi Sudah Darurat, Sejumlah Dosen UPN Veteran Yogyakarta Diduga Lakukan Kekerasan Seksual
Proses tersebut mengacu pada Permendikbudristek Nomor 55 Tahun 2024 dan Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.
Satgas juga meluruskan informasi yang sempat beredar mengenai jumlah terduga pelaku. Menurut mereka, hingga saat ini hanya terdapat lima laporan resmi yang telah diterima dan diproses.
Rektor UPN "Veteran" Yogyakarta, Mohamad Irhas Effendi menegaskan kampus tidak akan memberikan toleransi terhadap segala bentuk kekerasan di lingkungan akademik.
"Berdasarkan hasil rekomendasi Satgas PPKPT, kami berkomitmen memastikan ruang kampus yang aman, bermartabat, inklusif, berkeadilan dan bebas dari segala bentuk kekerasan," tegasnya.
Iva juga mengingatkan bahwa pelecehan verbal bukan persoalan sepele karena dapat menimbulkan dampak psikologis dan merusak relasi akademik antara dosen dan mahasiswa.
"Universitas menegaskan bahwa setiap bentuk kekerasan, termasuk pelecehan verbal, tidak dapat ditoleransi," tegas Iva.
UPN "Veteran" Yogyakarta memastikan kanal pengaduan Satgas PPKPT tetap dibuka bagi sivitas akademika yang mengalami, menyaksikan, atau memiliki informasi terkait dugaan kekerasan di lingkungan kampus.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 5 Serum Penumbuh Rambut Terbaik untuk Rambut Menipis dan Area Botak
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Detik-Detik Mencekam Saat Jurnalis ABC Terjebak Penembakan Gedung Putih
-
Dilaporkan Kasus Dugaan Penyekapan Putri Ahmad Bahar, Hercules Terancam Hukuman 7 Tahun Penjara!
-
Rentetan Tembakan Mencekam Paksa Gedung Putih Lockdown Total
-
Penembakan Gedung Putih, Pengamanan Donald Trump Diperketat Usai Insiden Baku Tembak Berdarah
-
Terdakwa Militer Dituntut Ringan, Keluarga Kacab BRI Gugat Pasal Peradilan Koneksitas ke MK
-
Hujan Lebat Disertai Petir Ancam Akhir Pekan Warga Jakarta Selatan dan Timur Jelang Petang
-
Program MBG Serap 1,28 Juta Tenaga Kerja, Ribuan UMKM hingga Peternak Ikut Kecipratan
-
Jateng Genjot Investasi EBT dan Pengelolaan Sampah, Ahmad Luthfi Tawarkan ke Para Pengusaha Tiongkok
-
'Kan Bisa di-Google', Jimly Asshiddiqie Sindir Pansel yang Loloskan Hery Susanto
-
Pansel Dinilai Kecolongan Loloskan Hery Susanto Jadi Ketua Ombudsman